Majalah CEO | KEBUMEN — Bantuan pangan pemerintah berupa beras dari Perum Bulog telah disalurkan kepada 379 penerima manfaat di Desa Buayan, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Kepala Desa Buayan, Suparno, menyampaikan bahwa bantuan beras tersebut telah diterima oleh Pemerintah Desa Buayan untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang tercatat sebagai penerima manfaat.
“Pemerintah Desa Buayan telah menerima beras bantuan dari Bulog untuk 379 KPM dan sudah kami salurkan kepada semua penerima,” ujar Suparno.
Namun demikian, dalam proses penyaluran bantuan tersebut masih ditemukan sejumlah persoalan terkait ketepatan sasaran penerima. Pemerintah desa masih menerima keluhan dari masyarakat yang mempertanyakan data penerima bantuan.
Menurut Suparno, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa data penerima belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Ada warga yang secara ekonomi dinilai sudah mampu, tetapi masih tercatat sebagai penerima bantuan. Sebaliknya, masyarakat yang kondisi ekonominya masih membutuhkan bantuan justru belum mendapatkan.
“Menurut kami, penerima manfaat belum sepenuhnya tepat sasaran. Kadang-kadang tidak sesuai dengan data desil. Ini terbukti dengan masih banyaknya masyarakat yang protes kepada kami yang di desa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pemerintah desa sering kali menjadi tempat masyarakat menyampaikan keluhan terkait bantuan sosial. Warga mempertanyakan mengapa mereka yang dinilai masih membutuhkan bantuan tidak masuk dalam daftar penerima, sementara warga lain yang kondisi ekonominya dianggap lebih baik justru mendapatkan bantuan.
“Masih ada yang ekonominya sudah mapan dapat, sementara yang belum mampu tidak dapat,” kata Suparno.
Meski demikian, Pemerintah Desa Buayan tidak dapat mengambil keputusan sendiri untuk mengubah daftar penerima bantuan. Sebab, data tersebut merupakan data yang berasal dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial berdasarkan proses pendataan yang menjadi dasar penetapan desil.
“Kami tidak bisa memberikan jawaban karena datanya itu dari Kementerian Sosial, yang mendapatkan data dari pendataan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik untuk penetapan desil baru-baru ini,” jelasnya.
Suparno berharap pemerintah pusat dapat melakukan evaluasi dan pemutakhiran data secara lebih akurat dengan melihat kondisi masyarakat secara langsung di lapangan. Menurutnya, perubahan kondisi ekonomi masyarakat dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga data penerima bantuan perlu terus diperbarui.
“Kami dari Pemerintah Desa memohon kepada pemerintah pusat agar desil ini benar-benar sesuai dengan fakta yang ada di lapangan, sesuai dengan kondisi masyarakatnya,” tegas Suparno.
Ia berharap ke depan proses pendataan dan penetapan penerima bantuan dapat semakin tepat sasaran. Dengan demikian, bantuan yang diberikan pemerintah benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan dan mampu mengurangi keluhan maupun kesalahpahaman di tingkat desa.
Pemerintah Desa Buayan, lanjut Suparno, akan tetap mendukung program bantuan pangan pemerintah dan memastikan setiap bantuan yang telah ditetapkan untuk masyarakat dapat disalurkan sesuai dengan data yang diterima oleh pemerintah desa.
Penyaluran bantuan beras Bulog kepada 379 penerima manfaat tersebut menjadi salah satu bentuk upaya pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan. Namun, ketepatan data penerima tetap menjadi perhatian penting agar tujuan program bantuan pemerintah dapat tercapai secara maksimal.***
Sumber Berita: Kades Buayan
















Komentar
Silakan login untuk berkomentar.