Rekomendasi DPRD Medan Di Duga Dianggap “Sampah”, Dishub Medan Di Duga Hanya Pencitraan/ Kemacetan/ Cctv ATCS Banyak Rusak Dan PAD Parkir Bocor

- Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 - 17:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalis Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Rekomendasi DPRD Medan Di Duga Dianggap "Sampah", Dishub Medan Di Duga Hanya Pencitraan/ Kemacetan/ Cctv ATCS Banyak Rusak Dan PAD Parkir Bocor (Dok-Foto)

Rekomendasi DPRD Medan Di Duga Dianggap "Sampah", Dishub Medan Di Duga Hanya Pencitraan/ Kemacetan/ Cctv ATCS Banyak Rusak Dan PAD Parkir Bocor (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS) mengungkap Kritik yang mencerminkan keresahan nyata masyaraka terhadap kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan.

Rahmadsyah mengatakan Tuduhan bahwa instansi ini cenderung melakukan pencitraan sering muncul karena kontrasnya konten media sosial dengan realitas semrawut di lapangan.

“Apa Rekomendasi DPRD Medan dianggap sampah oleh Dishub Kota Medan, kami dah capek Rapat Dengar Pendapat di Komisi 4 DPRD Medan, namun hujungnya Rekomendasi DPRD Medan tidak dilaksanakan,” pungkasnya.

Berikut adalah evaluasi mendalam mengenai akar masalah dari poin-poin yang Anda sampaikan:

1.Masalah CCTV ATCS yang Banyak Rusak

Akar Masalah: Sistem Area Traffic Control System (ATCS) membutuhkan biaya perawatan (maintenance) yang sangat tinggi. Banyak kamera pengawas atau sensor lampu lalu lintas yang rusak dibiarkan berbulan-bulan karena kendala anggaran atau lambatnya proses pengadaan vendor perbaikan.

Dampaknya: Ketika CCTV mati, ruang kendali (CC Room) tidak bisa memantau kemacetan secara real-time atau menegur pelanggar. Akibatnya, fungsi manajemen lalu lintas digital menjadi lumpuh dan kembali mengandalkan pengaturan manual yang tidak efisien.

2.Kebocoran PAD Parkir & Juru Parkir Liar

Modus Kebocoran: Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir konvensional sangat rawan bocor karena sistem setoran manual menggunakan karcis kertas sering dimanipulasi. Selain itu, maraknya juru parkir (jukir) liar yang menyetor ke oknum/preman, bukan ke kas daerah, membuat potensi pendapatan negara hilang hingga miliaran rupiah.

Gagalnya Digitalisasi: Meskipun beberapa daerah menerapkan e-parking atau parkir elektronik, implementasinya sering gagal atau dirusak. Jukir di lapangan kerap menolak pembayaran nontunai karena mengurangi “pendapatan langsung” mereka.

3.Kemacetan yang Tak Kunjung Usai

Penyebab Utama: Volume kendaraan yang terus meningkat drastis tidak sebanding dengan pertumbuhan kapasitas jalan. Kondisi ini diperparah oleh penyempitan jalan akibat proyek infrastruktur (seperti pembangunan koridor transportasi publik/BRT) dan diperparah oleh kendaraan yang parkir sembarangan di bahu jalan.

Rekomendasi DPRD Kota Medan untuk menertibkan Truk dengan Tonase Tinggi yang masuk kedalam Kota khususnya Jalan Pukat II juga belum di laksanakan Kadishub Kota Medan.

4.Mengapa Terkesan “Hanya Pencitraan”?Masyarakat sering melihat petugas Dishub gencar membuat konten penertiban, razia knalpot, atau teguran via suara CCTV di media sosial. Namun, begitu petugas atau kamera mati, kondisi jalanan langsung kembali semrawut. Penindakan yang bersifat panggung/sementara (temporer) inilah yang memicu sentimen negatif bahwa kinerja mereka hanya demi citra di media sosial semata, bukan solusi struktural berkelanjutan.

Sebelumnya di beritakan bahwa Fraksi PAN-Perindo DPRD Kota Medan menilai pendapatan daerah masih banyak yang bocor. Salah satu penyebabnya: sistem pajak dan parkir yang belum digital.

Meski begitu, fraksi tetap menyetujui Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna, Selasa (7/7/2026).

“Realisasi pendapatan yang belum mencapai target menunjukkan perlunya evaluasi. Potensi PAD Kota Medan masih sangat besar,” kata Juru Bicara Fraksi PAN-Perindo, Edi Saputra.

Fraksi mendesak Pemko Medan segera menerapkan sistem pemungutan pajak secara online dan digital. Tujuannya menekan potensi kehilangan pendapatan daerah.

Selain pajak, fraksi juga menyoroti rendahnya pendapatan dari retribusi parkir tepi jalan. Dinas Perhubungan diminta menerapkan parkir meter berbasis digital dan menindak parkir liar.

“Digitalisasi ini penting agar tidak ada lagi uang rakyat yang hilang di jalan,” tegas Edi.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

Proyek di Simpang Juanda Abai K3 Dan Tak Ramah Lingkungan, Disnaker Sumut dan Pemko Medan Di Minta Tindak Tegas
Emak – Emak Menjerit Harga Ayam Meroket Rp 54 Ribu Perkilo Di Kota Medan, Negara Kalah Dengan Mafia Kartel Pangan
Uang Negara Sudah Banyak Terkuras, AWAS Minta Meyli Jadi Whistleblower Utama Bongkar Permainan Dugaan Korupsi Di SPPG Sunggal 2 Kota Medan
Tak Miliki Empati, Di Saat Rakyat Kesulitan Air Bersih Dan Biaya Lumpur Tinja, PDAM Tirtanadi Malah Buat Acara Lomba Nyanyi, AWAS: Gak Nyambung
Rawan Kecelakaan, Di Duga Abai K3 dan Tak Miliki Izin Keramaian, Polsek Medan Kota Di Minta Segel Pasar Malam di Jalan Jati II
Emak – Emak Menjerit Harga Ayam Melambung Tinggi, Pasca Demo DPN, DPRD Sumut Gelar Rapat, Undang Produsen Ayam
PAD Kota Medan Bocor, Bangunan Di Jalan Gedung Arca, Tak Miliki PBG Dan SLF Serta Merobohkan Masjid Al – Iqra’ Eks ITM, DPRD Medan Undang Pemilik Bangunan
WRC Sumut Soroti Kinerja Walikota Medan: Banjir Dan Macet Masih Jadi PR Besar

Komentar

LINI MASA

Minggu, 13 September 2026 - 17:37 WIB

Rekomendasi DPRD Medan Di Duga Dianggap “Sampah”, Dishub Medan Di Duga Hanya Pencitraan/ Kemacetan/ Cctv ATCS Banyak Rusak Dan PAD Parkir Bocor

Minggu, 13 September 2026 - 08:35 WIB

Proyek di Simpang Juanda Abai K3 Dan Tak Ramah Lingkungan, Disnaker Sumut dan Pemko Medan Di Minta Tindak Tegas

Sabtu, 12 September 2026 - 18:22 WIB

Emak – Emak Menjerit Harga Ayam Meroket Rp 54 Ribu Perkilo Di Kota Medan, Negara Kalah Dengan Mafia Kartel Pangan

Sabtu, 12 September 2026 - 13:17 WIB

Uang Negara Sudah Banyak Terkuras, AWAS Minta Meyli Jadi Whistleblower Utama Bongkar Permainan Dugaan Korupsi Di SPPG Sunggal 2 Kota Medan

Sabtu, 12 September 2026 - 12:44 WIB

Tak Miliki Empati, Di Saat Rakyat Kesulitan Air Bersih Dan Biaya Lumpur Tinja, PDAM Tirtanadi Malah Buat Acara Lomba Nyanyi, AWAS: Gak Nyambung

TAJUK HARI INI