Uang Negara Sudah Banyak Terkuras, AWAS Minta Meyli Jadi Whistleblower Blower Utama Bongkar Permainan Dugaan Korupsi Di SPPG Sunggal 2 Kota Medan

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 - 13:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Uang Negara Sudah Banyak Terkuras, AWAS Minta Meyli Jadi Whistleblower Blower Utama Bongkar Permainan Dugaan Korupsi Di SPPG Sunggal 2 Kota Medan (Dok-Foto)

Uang Negara Sudah Banyak Terkuras, AWAS Minta Meyli Jadi Whistleblower Blower Utama Bongkar Permainan Dugaan Korupsi Di SPPG Sunggal 2 Kota Medan (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Konflik dan dugaan korupsi yang melanda Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan tajam Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS) karena melibatkan anggaran negara yang sangat besar.

Rahmadsyah Ketua Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS) mengatakan bahwa SPPG Sunggal 2 Jalan Puskesmas 1 Gang Jambu Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan yang tak layak beroperasi tapi di biarkan KPPG Kota Medan 7 bulan beroperasi menikmati uang negara

“Uang Negara sudah banyak terkuras tapi Konflik antara PIC, Yayasan dan Mitra tak kunjung selesai bahkan SPPG yang tak layak beroperasi dan bangunannya tanpa PBG di biarkan beroperasi, ini adalah adalah Kelalaian Fatal Kepala SPPG, ada apa dengan KPPG Kota Medan,” ungkapnya, Sabtu (12/9/2026)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rahmad juga meminta Melly agar menjadi Whistle Blower Utama membongkar Dugaan Korupsi di SPPG Sunggal 2 Jalan Puskesmas 1 Gang Jambu Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan.

“Saya sebagai Ketua Aliansi Wartawan Sumatera Utara meminta Melly Jadi Whistleblower utama Dugaan Korupsi SPPG Sunggal 2 Jalan Puskesmas 1 Gang Jambu Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan,” katanya.

Berdasarkan Informasi yang d himpun awak media Penyelidikan dari Kejaksaan Agung, KPK, serta tindakan tegas dari Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap beberapa “permainan” sistemik dan modus operandi korupsi di balik operasional SPPG dan KPPG

Praktik Jual Beli Titik Dapur SPPG

Kasus terbesar yang saat ini ditangani Kejaksaan Agung melibatkan mantan pejabat teras BGN, salah satunya eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya. Mereka diduga melakukan praktik jual beli izin atau penentuan titik lokasi SPPG kepada pengusaha atau oknum tertentu dengan tarif hingga ratusan juta rupiah.

Akibatnya, penentuan lokasi dapur tidak berdasarkan tingkat kemiskinan atau stunting, melainkan siapa yang berani membayar.

Komisi Ilegal (Kickback) dan Pemotongan Dana Mitra

Kepala BGN, Sudaryono, sempat mewanti-wanti dan mengancam memecat Kepala SPPG yang kedapatan meminta fee (pungli) atau setoran awal kepada yayasan penyalur dan vendor lokal. Ada pula permainan rantai pasok di mana yayasan mitra memotong harga porsi makanan secara sepihak, memaksa pemilik dapur lokal bertindak sebagai sub-kontraktor dengan margin sangat tipis.

Markup Harga dan Permainan Pemasok Nakal

Ditemukan adanya kerja sama gelap antara oknum dapur dengan penyuplai nakal. Modusnya adalah melakukan laporan keuangan fiktif, menggelembungkan harga (markup), serta sengaja membeli bahan baku berkualitas rendah/murah demi meraup keuntungan pribadi hingga puluhan juta rupiah per bulan.

Manipulasi Data dan Pelanggaran SOP Berujung Keracunan

Kepala BGN juga menegur keras jajaran KPPG dan koordinator lapangan karena mendeteksi adanya manipulasi label waktu makanan dan pemalsuan kondisi kebersihan dapur. Akibat rendahnya pengawasan KPPG dan ketidakjujuran oknum ini, terjadi rentetan kasus keracunan massal siswa di berbagai daerah.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

Tak Miliki Empati, Di Saat Rakyat Kesulitan Air Bersih Dan Biaya Lumpur Tinja, PDAM Tirtanadi Malah Buat Acara Lomba Nyanyi, AWAS: Gak Nyambung
Rawan Kecelakaan, Di Duga Abai K3 dan Tak Miliki Izin Keramaian, Polsek Medan Kota Di Minta Segel Pasar Malam di Jalan Jati II
Emak – Emak Menjerit Harga Ayam Melambung Tinggi, Pasca Demo DPN, DPRD Sumut Gelar Rapat, Undang Produsen Ayam
PAD Kota Medan Bocor, Bangunan Di Jalan Gedung Arca, Tak Miliki PBG Dan SLF Serta Merobohkan Masjid Al – Iqra’ Eks ITM, DPRD Medan Undang Pemilik Bangunan
WRC Sumut Soroti Kinerja Walikota Medan: Banjir Dan Macet Masih Jadi PR Besar
Mewakili Kadisnaker Sumut Sevline Rosdiana Butet Tambunan Dampingi Ketua DPRD Sumut Terima Aksi Damai KSPSI AGN Sumut
T.M.Yusuf Ketua KSPSI AGN Sumut Geruduk DPRD Sumut Dukung RUU Perlindungan Ketenagakerjaan
Disdiksu Di Demo, Ini Temuan Yang Membuat Tuntutan Copot Kepsek SMANSA Medan

Komentar

LINI MASA

Sabtu, 12 September 2026 - 13:17 WIB

Uang Negara Sudah Banyak Terkuras, AWAS Minta Meyli Jadi Whistleblower Blower Utama Bongkar Permainan Dugaan Korupsi Di SPPG Sunggal 2 Kota Medan

Sabtu, 12 September 2026 - 12:44 WIB

Tak Miliki Empati, Di Saat Rakyat Kesulitan Air Bersih Dan Biaya Lumpur Tinja, PDAM Tirtanadi Malah Buat Acara Lomba Nyanyi, AWAS: Gak Nyambung

Sabtu, 12 September 2026 - 08:59 WIB

Rawan Kecelakaan, Di Duga Abai K3 dan Tak Miliki Izin Keramaian, Polsek Medan Kota Di Minta Segel Pasar Malam di Jalan Jati II

Jumat, 11 September 2026 - 08:11 WIB

Emak – Emak Menjerit Harga Ayam Melambung Tinggi, Pasca Demo DPN, DPRD Sumut Gelar Rapat, Undang Produsen Ayam

Kamis, 10 September 2026 - 23:33 WIB

PAD Kota Medan Bocor, Bangunan Di Jalan Gedung Arca, Tak Miliki PBG Dan SLF Serta Merobohkan Masjid Al – Iqra’ Eks ITM, DPRD Medan Undang Pemilik Bangunan

TAJUK HARI INI