MAJALAH CEO | BATAM — Sebuah rekaman video yang berisi sejumlah warga yang mengaku berasal dari Kota Batam kini sedang berada di tempat penampungan di Kamboja, beredar luas di media sosial pada Sabtu, 12 September 2026. Dalam rekaman tersebut, mereka menyampaikan permohonan agar dapat dibantu untuk kembali ke tanah air, khususnya pulang ke Batam, dan meminta perhatian langsung kepada Wali Kota Batam Amsakar Achmad serta Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.
Merespons hal tersebut, Pemerintah Kota Batam segera mengambil langkah tindak lanjut dengan menjalin komunikasi dan koordinasi resmi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) wilayah Kepulauan Riau. Langkah ini dilakukan guna memastikan kebenaran informasi sekaligus melacak keberadaan warga yang dimaksud.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, menjelaskan bahwa proses penelusuran memerlukan data yang lengkap dan akurat. Tanpa keterangan identitas yang jelas — seperti nama lengkap, data kependudukan, serta status keimigrasian — pihak berwenang akan kesulitan memverifikasi keberadaan mereka dan berkoordinasi dengan pihak berwenang di Kamboja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sudah berkoordinasi dengan BP2MI Kepri dan Kementerian Luar Negeri. Namun, kedua lembaga tersebut menyampaikan bahwa penelusuran akan berjalan lambat jika data yang diterima belum lengkap. Identitas yang jelas menjadi dasar utama sebelum kami dapat menindaklanjuti lebih lanjut,” ujar Rudi.
Oleh karena itu, Pemko Batam mengajak keluarga atau kerabat yang mengetahui identitas serta keterangan warga yang muncul dalam video tersebut untuk segera melapor. Data dapat disampaikan langsung ke Kantor Wali Kota Batam maupun melalui Dinas Kominfo setempat. Informasi yang dikumpulkan akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan verifikasi dan langkah pemulangan.
“Kami terus berupaya, namun dukungan dari keluarga dan masyarakat sangat dibutuhkan. Semakin cepat data masuk, semakin cepat kami dapat bergerak bersama instansi pusat untuk memastikan keamanan dan pemulangan mereka,” tegas Rudi.
Hingga saat ini, Pemko Batam masih menunggu informasi dari masyarakat. Proses koordinasi dengan pihak terkait akan terus berlangsung seiring diterimanya data yang diperlukan, demi memastikan warga yang bersangkutan dapat dibantu pulang dengan aman dan tertib.***

















Komentar
Silakan login untuk berkomentar.