Saurlin Komnas HAM Soroti Kematian Bambang, Konflik Agraria dan RUU Perampasan Aset: Jangan Jadi Bumerang Hukum

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 22:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Konflik Agraria & Blokir  Rekening Aktivis Alat Penegakan Hukum  Atau Pembukaman Suara. (Dok - Foto)

Konflik Agraria & Blokir  Rekening Aktivis Alat Penegakan Hukum  Atau Pembukaman Suara. (Dok - Foto)

Komisioner Saurlin Pandapotan Siagian: Tanpa Reformasi Integritas APH, RUU Perampasan Aset Berisiko Jadi Bumerang Hukum!

Majalah CEO | Jakarta, 2 Agustus 2026, Podcast EdShareOn kembali menghadirkan dialog mendalam yang mengguncang kesadaran publik! Eddy Wijaya mengundang Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin Pandapotan Siagian, S.Sos., M.A., untuk mengupas tuntas sejumlah isu krusial yang tengah menyita perhatian bangsa: mulai dari misteri kematian Bambang Setiawan, konflik agraria, pemblokiran rekening aktivis, hingga polemik RUU Perampasan Aset. Wawancara eksklusif ini disiarkan melalui kanal YouTube resmi EdShareOn.

Misteri Kematian Bambang: Dugaan Penumpang Gelap Dorong Kekacauan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu sorotan utama adalah teka-teki di balik kematian Bambang Setiawan yang memicu gelombang keresahan masyarakat. Banyak spekulasi beredar, mulai dari dugaan keterlibatan ormas tertentu hingga munculnya dugaan adanya “penumpang gelap” yang sengaja memanfaatkan situasi untuk menciptakan kekacauan.

Menanggapi hal itu, Saurlin menegaskan bahwa Komnas HAM mendorong sepenuhnya adanya penyelidikan yang independen, objektif, dan transparan. Langkah ini mutlak diperlukan untuk mengungkap fakta nyata di lapangan sekaligus mencegah isu ini bergulir menjadi bola liar yang berpotensi memicu konflik horizontal di tengah masyarakat.

Konflik Agraria & Blokir  Rekening Aktivis Alat Penegakan Hukum  Atau Pembukaman Suara

Diskusi beralih ke maraknya konflik agraria di berbagai daerah, termasuk nasib aktivis Supriyono alias Mas Botok dari Pati, Jawa Tengah, yang rekening pribadinya diblokir pihak berwenang. Tindakan ini memicu pertanyaan besar: di mana batas kewenangan penegakan hukum?

Komnas HAM menilai pemblokiran rekening terhadap aktivis berisiko menciptakan preseden buruk. Jika tidak dijaga ketat, langkah ini dapat berubah menjadi instrumen pembungkaman terhadap gerakan masyarakat sipil yang sedang berjuang memperjuangkan hak hidup dan hak atas tanah mereka.

BACA SELENGKAPNYA:  Akibat Usir Wartawan Asisten Pemko Sibolga Dilaporkan ke Polres Kota Sibolga

RUU Perampasan Aset, Harapan keadilan atau Potensi Kriminalisasi baru

Membahas regulasi skala nasional, perbincangan menyentuh draf RUU Perampasan Aset yang terus menuai perdebatan hangat. Saurlin mengakui adanya kekhawatiran nyata di masyarakat bahwa undang-undang ini berpotensi disalahgunakan untuk kriminalisasi pihak tertentu.

Kepada Eddy Wijaya, Saurlin menekankan pesan krusial: sebelum regulasi ini disahkan, pemerintah memiliki pekerjaan rumah besar untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap Aparat Penegak Hukum dan sistem peradilan. Tanpa reformasi moral dan integritas yang kuat di tubuh penegak hukum, RUU Perampasan Aset dikhawatirkan justru menjadi bumerang yang mencederai hak atas rasa aman setiap warga negara.

Seluruh wawancara lengkap dan analisis mendalam dapat disaksikan langsung melalui kanal YouTube EdShareOn. Informasi program dan diskusi selanjutnya juga dapat diakses melalui website resmi EdShareOn.***

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Juniarso Ridwan Serap Aspirasi Warga Cicendo, Pendidikan hingga Infrastruktur Jadi Perhatian
Pemkab Tapanuli Tengah Dorong Regulasi Pemulihan Pascabencana dan Optimalisasi PAD Sektor Kelautan
Medan Gotham City, Mohon Atensi Kapolsek Medan Kota, Kereta Pendemo Di Gasak Maling Saat Istirahat di Kantor SPSI AGN Sumut
Di Duga Mafia Bermain, Emak emak Menjerit Harga Ayam Tembus Rp 60 Ribu, DPN Gelar Aksi Demo
Sebagai Bentuk komitmen Nyata Dalam Memprioritaskan Kepuasan Pelanggan dan Pemenuhan Kebutuhan Pokok Masyarakat
Polisi Tangkap 91 Pengedar Sabu-sabu hingga Ganja, Barang Bukti Capai Rp4 Miliar
Teguh Purnomo Sampaikan Tiga Hal Penting Kepada Ketua Terpilih DPC Peradi Kebumen Anita Nosa
Pangdam IV/Diponegoro Pimpin Pemberangkatan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Komentar

Baca Juga

Rabu, 2 September 2026 - 23:09 WIB

Juniarso Ridwan Serap Aspirasi Warga Cicendo, Pendidikan hingga Infrastruktur Jadi Perhatian

Rabu, 2 September 2026 - 22:36 WIB

Saurlin Komnas HAM Soroti Kematian Bambang, Konflik Agraria dan RUU Perampasan Aset: Jangan Jadi Bumerang Hukum

Rabu, 2 September 2026 - 22:20 WIB

Pemkab Tapanuli Tengah Dorong Regulasi Pemulihan Pascabencana dan Optimalisasi PAD Sektor Kelautan

Rabu, 2 September 2026 - 20:31 WIB

Medan Gotham City, Mohon Atensi Kapolsek Medan Kota, Kereta Pendemo Di Gasak Maling Saat Istirahat di Kantor SPSI AGN Sumut

Selasa, 1 September 2026 - 23:45 WIB

Di Duga Mafia Bermain, Emak emak Menjerit Harga Ayam Tembus Rp 60 Ribu, DPN Gelar Aksi Demo

Tajuk Hari Ini