MAJALAHCEO | MADRID – Sebuah tragedi transportasi paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir mengguncang Spanyol. Dua kereta cepat, yaitu AVE yang dioperasikan Renfe dan kereta Iryo, bertabrakan di jalur Madrid–Sevilla dekat stasiun Urda, provinsi Toledo. Kecelakaan ini menewaskan sedikitnya 68 orang dan melukai lebih dari 180 penumpang lainnya, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis, pada Rabu pagi, 28 Oktober 2026.
Awal Kejadian: Sistem Gagal, Kendali Beralih ke Manusia Sekitar pukul 08.30 pagi, sistem keamanan komputer kereta api yang dikenal sebagai sistem LZB mengalami kegagalan komunikasi antar-komputer. Secara otomatis, sistem menghentikan semua kereta di jalur tersebut — sekitar enam kereta, tiga di setiap arah perjalanan. Saat sistem elektronik tidak berfungsi, kendali lalu lintas beralih ke mode manual, sebagaimana prosedur standar di seluruh sistem transportasi dunia.
Enam menit setelah sistem berhenti beroperasi, pengendali di pusat kendali Atocha mengambil keputusan yang kini menjadi pusat penyelidikan. Ia memberikan perintah kepada keenam kereta untuk melanjutkan perjalanan dengan kecepatan normal, padahal protokol keamanan mewajibkan kereta berjalan dengan kecepatan maksimal 40 kilometer per jam saat sistem sinyal mati.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Antara pukul 08.36 dan 08.53 — selama 17 menit — kereta AVE yang membawa 397 penumpang menempuh jarak 25 kilometer menuju kereta Iryo yang sedang berhenti di depan dengan 147 penumpang di dalamnya. Selama rentang waktu tersebut, layar di ruang kendali jelas menampilkan bahwa kereta Iryo berhenti dan ada sinyal merah yang menyala di lokasinya. Namun, baik pengendali, asisten yang duduk di sebelahnya, maupun pengawas yang bertugas, tidak ada satu pun yang memberi perintah untuk memperlambat atau menghentikan laju AVE.
Bahkan pada pukul 08.41, pihak Iryo sudah melaporkan kesulitan teknis ke pusat kendali, dan pada pukul 08.48 masinis Iryo kembali menghubungi kendali pusat untuk memberitahu bahwa keretanya benar-benar berhenti dan tidak dapat menyala kembali. Informasi krusial ini pun tidak pernah disampaikan kepada masinis AVE.
Tabrakan Tak Terelakkan. Pada pukul 08.53, AVE menabrak bagian belakang kereta Iryo yang sedang diam di jalur. Dampak tabrakan sangat keras hingga dua gerbong terguling ke bawah tebing. Saksi mata menggambarkan pemandangan yang mengerikan: gerbong hancur berantakan dan korban berjatuhan di sepanjang rel kereta.
Menteri Transportasi Spanyol, Óscar Puente, menyebut peristiwa ini sebagai sesuatu yang tidak masuk akal dan tidak dapat dijelaskan. Dalam konferensi persnya, beliau menegaskan bahwa tabrakan kereta api di jalur berkecepatan tinggi sejatinya adalah hal yang sangat mustahil terjadi dengan sistem yang berfungsi normal.
Penyelidikan Berlangsung, Pengendali Diperiksa. Pengendali yang bertugas saat kejadian kini telah diperiksa oleh Garda Sipil Spanyol dan didampingi oleh penasihat hukum serta psikolog. Semua rekaman percakapan dan catatan perintah telah diamankan penyelidik. Pemerintah berjanji akan menuntaskan penyelidikan secara transparan dan mempertanggungjawabkan siapa pun yang lalai dalam menjalankan tugas.
Sementara itu, jalur kereta cepat Madrid–Sevilla ditutup sementara untuk proses evakuasi dan penyelidikan. Tragedi ini memicu pertanyaan luas mengenai prosedur keamanan kereta cepat Spanyol, terutama bagaimana satu keputusan yang melanggar prosedur keselamatan dapat berubah menjadi bencana mematikan yang seharusnya dapat dihindari sepenuhnya.***
Sumber Berita: Xinhua

















Komentar