Banjir Di Saat 436 Tahun Kota Medan Dan Rakernas APEKSI, Apa yang Sebenarnya Harus Dibanggakan?

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 01:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Banjir di saat HUT Kota Medan ke 439 Tahun dan Rakernas APEKSI Ke XVIII (Dok-Foto)

Banjir di saat HUT Kota Medan ke 439 Tahun dan Rakernas APEKSI Ke XVIII (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-436 Kota Medan kembali digelar dengan berbagai kegiatan seremonial bersamaan dengan Rakernas APEKSI. Namun di balik kemeriahan tersebut, muncul pertanyaan dari sebagian masyarakat: apa yang sebenarnya harus dibanggakan jika berbagai persoalan mendasar masih menjadi keluhan warga?

Banjir masih menjadi persoalan yang berulang di sejumlah kawasan setiap kali hujan turun. Infrastruktur seperti drainase, jalan, dan penerangan di beberapa wilayah masih menjadi aspirasi masyarakat. Selain itu, kualitas pelayanan publik juga terus menjadi sorotan dalam berbagai forum resmi. Aspirasi tersebut bahkan tercatat dalam laporan reses DPRD Kota Medan pada awal 2026.

Bagi masyarakat, usia Kota Medan yang telah mencapai 436 tahun seharusnya menjadi simbol kemajuan yang nyata, bukan sekadar angka. Kota yang besar seharusnya mampu menghadirkan pelayanan publik yang cepat, penataan kota yang baik, pengendalian banjir yang efektif, serta pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perayaan hari jadi kota tentu penting sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah. Namun, makna peringatan akan jauh lebih bernilai apabila dijadikan momentum evaluasi menyeluruh terhadap berbagai persoalan yang masih membebani masyarakat.

Pertanyaan yang kini muncul di tengah masyarakat sederhana namun mendasar: apa yang sebenarnya harus dibanggakan dari Kota Medan di usia ke-436 tahun, jika persoalan klasik seperti banjir, infrastruktur, dan pelayanan publik masih terus menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan?

Amatan awak terjadi titik banjir di Kecamatan Medan Johor dan Kecamatan Selayang, Pada dini hari, Rabu (1/7/2026)

BACA SELENGKAPNYA:  Pemilihan Calon RW 03 Kel Sungai Pelenggut Berjalan Tertib
Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Polisi Tangkap 91 Pengedar Sabu-sabu hingga Ganja, Barang Bukti Capai Rp4 Miliar
Di Laporkan Ke Kejatisu, AWAS Minta Copot Kepsek SD Negeri Nomor 100908 Muara Ampolu 2, Kecamatan Muara Batang Toru, Tapsel
Sebut Data Desil Ngawur, Said Iqbal Protes Pekerja Gaji UMP Masuk Desil 6-10, AMPIBI Akan Gelar Aksi Demo Penentuan Desil Rugikan Pekerja
Teguh Purnomo Sampaikan Tiga Hal Penting Kepada Ketua Terpilih DPC Peradi Kebumen Anita Nosa
Pangdam IV/Diponegoro Pimpin Pemberangkatan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT
Bupati Tapanuli Tengah Launching Penyaluran Bantuan Pangan 1.394,7 ton Beras Alokasi Juli–September 2026
Ketua FKI-1 DPP Sumut Serahkan Laporan Dugaan Mark-Up Anggaran Pembangunan Revitalisasi SD Negeri 100908 Ampolu II ke PTSP Kejatisu Sumatera Utara
Pemkab Tapanuli Tengah Gelar Apel Gabungan Tekankan Displin ASN dan Budaya Kerja Berorientasi Pelayanan

Baca Juga

Selasa, 1 September 2026 - 15:45 WIB

Polisi Tangkap 91 Pengedar Sabu-sabu hingga Ganja, Barang Bukti Capai Rp4 Miliar

Selasa, 1 September 2026 - 10:11 WIB

Di Laporkan Ke Kejatisu, AWAS Minta Copot Kepsek SD Negeri Nomor 100908 Muara Ampolu 2, Kecamatan Muara Batang Toru, Tapsel

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:14 WIB

Sebut Data Desil Ngawur, Said Iqbal Protes Pekerja Gaji UMP Masuk Desil 6-10, AMPIBI Akan Gelar Aksi Demo Penentuan Desil Rugikan Pekerja

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:55 WIB

Teguh Purnomo Sampaikan Tiga Hal Penting Kepada Ketua Terpilih DPC Peradi Kebumen Anita Nosa

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:48 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Pimpin Pemberangkatan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

Tajuk Populer