Majalahceo.id l Medan – Andalalin (Analisis Dampak Lalu Lintas) adalah studi teknis wajib yang mengkaji potensi gangguan lalu lintas akibat pembangunan pusat kegiatan, permukiman, atau infrastruktur. Tujuannya untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran jalan, yang hasilnya dituangkan dalam dokumen rekomendasi manajemen lalu lintas sebagai syarat perizinan berusaha.
Rahmadsyah Aktifis yang tergabung dalam Mimbar Rakyat Anti Korupsi Sumatera Utara yang juga warga sekitar Sun Plaza mengatakan dirinya mengeluhkan Kemacetan di Sun Plaza, dirinya juga menilai Sun Plaza tidak memiliki ANDAL Lalin
“SUN Plaza jangan mau untungnya saja, mana Andal Lalinnya kami selalu merasakan dampak kemacetannya,” ungkapnya
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dirinya juga meminta Dishub Medan jangan tutup mata atas kemacetan yang terjadi.
“Dishub jangan tutup mata, kalau memang Andal Lalinnya bermasalah, Pemko Medan segel saja, jangan mereka yang untung kami yang merasakan dampaknya,” pungkasnya.
Sebelumnya berdasarkan Informasi yang di himpun awak media Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara, Muniruddin Ritonga, mendesak pengelola Sun Plaza Medan untuk segera mengevaluasi sistem jalur keluar-masuk parkir kendaraan, khususnya yang terhubung dengan Jalan Zainul Arifin.
Menurutnya, pada akhir pekan maupun hari libur nasional, pusat perbelanjaan tersebut kerap dipadati pengunjung dari berbagai wilayah di Medan. Kondisi itu sering memicu kemacetan lalu lintas yang cukup panjang di sekitar kawasan tersebut.
“Karena itu kita meminta pimpinan ataupun pengelola Sun Plaza Medan untuk mengevaluasi sistem jalur masuk dan keluar kendaraan, khususnya untuk roda empat,” kata Muniruddin kepada Mistar, Selasa (10/3/2026).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai kepadatan kendaraan yang keluar dari area parkir mal sering kali meluber hingga ke jalan utama dan berdampak pada arus lalu lintas di sekitar lokasi.
L
Dalam beberapa waktu terakhir, kata Muniruddin, persoalan tersebut juga kerap menjadi sorotan masyarakat di media sosial karena antrean kendaraan dari area basement parkir dapat memanjang hingga ke jalan utama.
“Belakangan ini sering viral di media sosial kalau basement atau lahan parkirnya mengalami kemacetan sampai ke Jalan Zainul Arifin. Persoalannya selalu sama, dari beberapa lantai basement hingga ke jalan utama macet. Saya kira ini sudah seharusnya ada pemecahan persoalan atau solusi dari pihak pengelola,” ujarnya.
Ia berharap pihak pengelola mal dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem manajemen parkir dan arus kendaraan sehingga tidak lagi menimbulkan kemacetan yang merugikan masyarakat pengguna jalan.
Ia menilai langkah evaluasi tersebut penting dilakukan guna menciptakan kelancaran lalu lintas di kawasan pusat kota, sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengunjung mal maupun masyarakat yang melintas di sekitar lokasi.














