Keracunan di Berastagi Harus Menjadi Peringatan Bagi Kota Medan, Dinas Kesehatan Di Minta Bentuk Satgas Khusus Periksa SPPG

- Jurnalis

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS) (Dok -Foto)

Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS) (Dok -Foto)

Majalahceo.id l Medan – Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di Berastagi jadi peringatan keras.

Menanggapi kasus dugaan keracunan massal pada program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dinas Kesehatan bersama pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional (BGN) di minta mengaktifkan tim atau satuan tugas (Satgas) khusus.

Rahmadsyah Ketua Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS) mengatakan bahwa kejadian Berastagi harus menjadi pelajaran bagi seluruh SPPG yang ada di Kota Medan oleh karena dirinya meminta Kadis Kesehatan Kota Medan meminta membentuk Satgas menelusuri rantai MBG dari hulu ke hilir: yayasan, mitra dapur, pemasok, pembelian bahan, penyimpanan, juru masak, hingga distribusi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jangan hanya pekerja dapur yang diperiksa. Kalau ada intervensi soal penentuan pemasok atau harga, siapa yang perintahkan juga harus diperiksa,” ujarnya.

Menurut Rahmad ini bukan kesalahan administratif biasa. Makanan dikonsumsi anak setiap hari, satu kelalaian bisa berakibat fatal.

Berastagi Harus Menjadi Peringatan bagi Kota Medan oleh karena itu AWAS meminta kejadian tersebut menjadi momentum bagi Pemko Medan, DPRD Kota Medan, BGN, Dinas Kesehatan, Puskesmas dan instansi terkait untuk segera mengevaluasi pelaksanaan MBG di Kota Medan.

Pengawasan harus dilakukan dari pemasok dan bahan baku, sanitasi dapur, kualitas air, penyimpanan, proses memasak, pemorsian dan pencucian alat makan sampai waktu serta proses distribusi ke sekolah. Inspeksi mendadak juga perlu dilakukan secara berkala.

“Jangan tunggu ada korban di Kota Medan baru kita bergerak. Periksa sekarang dapurnya, bahan bakunya, pemasoknya, SDM-nya, sanitasi dan SOP-nya. Pastikan Pengawas Gizi dan Pengawas Sanitasi dapat menjalankan fungsi profesionalnya tanpa tekanan atau intervensi pihak mana pun,” ujarnya.

BACA SELENGKAPNYA:  Bupati Tapanuli Tengah Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba Tahun 2026

Lanjut Rahmad mengatakan bahwa keberhasilan MBG tidak cukup diukur dari banyaknya dapur yang beroperasi atau jumlah porsi yang dibagikan.

“Keselamatan anak adalah yang utama. Pencopotan jabatan adalah sanksi administratif; jika ada dugaan pelanggaran hukum, serahkan kepada aparat penegak hukum. Usut dari hulu sampai hilir, temukan siapa yang bertanggung jawab dan berikan sanksi tegas kepada siapa pun yang terbukti bersalah. Jangan tunggu keracunan berubah menjadi tragedi yang merenggut nyawa,” pungkasnya.

Rahmadsyah berharap Satgas ini bertugas mengawasi, menginspeksi kebersihan dapur, dan menguji sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Langkah Penanganan dan Pengawasan SPPG

Inspeksi Mendadak (Sidak): Tim gabungan dan Dinas Kesehatan diterjunkan langsung untuk memeriksa higienitas, sanitasi, serta standar operasional prosedur (SOP) pengolahan makanan di dapur SPPG.

Pengujian Laboratorium: Sampel sisa makanan dan bahan baku yang dikonsumsi korban diambil untuk diuji di laboratorium guna memastikan akar penyebab keracunan.

Sanksi Administratif dan Penutupan:

Dapur SPPG yang terkait dengan kasus keracunan disuspen atau dihentikan sementara operasionalnya.

Pencopotan Jabatan: Kepala SPPG yang wilayahnya mengalami insiden keracunan berulang atau fatal dikenakan tindakan tegas berupa pencopotan jabatan.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Selamatkan PAD Kota Medan, Mohon Atensi Pansus PAD, Segel Bangunan Di Jalan Gedung Arca Tanpa PBG Dan SLF, dan Usut Perobohan Masjid AL Iqra’ ITM Kota Medan
DPN Geruduk Disdik Sumut Mendesak Bobby Nasution Untuk Mencopot Kadis Karena Adanya Dugaan Pengutipan SPP di SMA Negeri 1 Medan Tahun Ajaran 2025-2026
Di Duga Mafia Bermain, Emak emak Menjerit Harga Ayam Tembus Rp 60 Ribu, DPN Gelar Aksi Demo
Di Laporkan Ke Kejatisu, AWAS Minta Copot Kepsek SD Negeri Nomor 100908 Muara Ampolu 2, Kecamatan Muara Batang Toru, Tapsel
Sebut Data Desil Ngawur, Said Iqbal Protes Pekerja Gaji UMP Masuk Desil 6-10, AMPIBI Akan Gelar Aksi Demo Penentuan Desil Rugikan Pekerja
PA-ITM Gelar Munas IV dan Diskusi Publik, Bahas Peluang Kembalinya Institut Teknologi Medan
Iqbal Al Fansyuri PA 212 Akan Menggelar Sweeping Terhadap Tempat SPPG Yang Tidak Memiliki Label Halal
Satu Tahun Rekomendasi DPRD Medan Di Abaikan Rico Waas, Pembiaran Terhadap Pelanggaran Perda dan Perwal Serta UU Lalin Di Jalan Pukat II

Baca Juga

Rabu, 2 September 2026 - 11:37 WIB

Selamatkan PAD Kota Medan, Mohon Atensi Pansus PAD, Segel Bangunan Di Jalan Gedung Arca Tanpa PBG Dan SLF, dan Usut Perobohan Masjid AL Iqra’ ITM Kota Medan

Rabu, 2 September 2026 - 08:08 WIB

DPN Geruduk Disdik Sumut Mendesak Bobby Nasution Untuk Mencopot Kadis Karena Adanya Dugaan Pengutipan SPP di SMA Negeri 1 Medan Tahun Ajaran 2025-2026

Selasa, 1 September 2026 - 23:45 WIB

Di Duga Mafia Bermain, Emak emak Menjerit Harga Ayam Tembus Rp 60 Ribu, DPN Gelar Aksi Demo

Selasa, 1 September 2026 - 10:11 WIB

Di Laporkan Ke Kejatisu, AWAS Minta Copot Kepsek SD Negeri Nomor 100908 Muara Ampolu 2, Kecamatan Muara Batang Toru, Tapsel

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:14 WIB

Sebut Data Desil Ngawur, Said Iqbal Protes Pekerja Gaji UMP Masuk Desil 6-10, AMPIBI Akan Gelar Aksi Demo Penentuan Desil Rugikan Pekerja

Tajuk Hari Ini