Orang Tua Bayi 6 Bulan di RSUD Pandan Bantah Keras Isu Galang Donasi, Tegaskan Kondisi Anak Dimanfaatkan Oknum

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Orang tua bayi berusia enam bulan yang saat ini menjalani perawatan di RSUD Pandan (Dok-Poto)

Orang tua bayi berusia enam bulan yang saat ini menjalani perawatan di RSUD Pandan (Dok-Poto)

MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – Pandan – Orang tua bayi berusia enam bulan yang saat ini menjalani perawatan di RSUD Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, membantah keras adanya permintaan donasi yang beredar melalui media sosial Threads.

Jumadi (33) bersama istrinya, Nursetia Panggabean (32), warga Lorong VIII, Kelurahan Sarudik, Kecamatan Sarudik, menegaskan tidak pernah meminta bantuan maupun donasi kepada masyarakat, baik melalui keluarga, kerabat maupun media sosial.

Keduanya bahkan menyatakan kecewa karena kondisi anak mereka yang sedang sakit diduga dimanfaatkan oleh oknum untuk menggalang dana menggunakan QRIS atas nama Mak Mutiara, untuk kepentingan pribadinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini tidak benar. Kami tidak pernah meminta bantuan apa pun, terlebih lagi melalui media sosial. Kami juga tidak kenal siapa pemilik akun erin_12ar itu,” tegas Jumadi saat memberikan klarifikasi di RSUD Pandan, Selasa 18 Agustus 2026

Menurut Jumadi, anaknya yang bernama Mutiara saat ini berusia enam bulan dan sedang menjalani perawatan akibat meningitis dan pneumonia. Kondisi tersebut diduga dimanfaatkan pemilik akun untuk membuat unggahan seolah-olah berasal dari keluarga pasien.

Jumadi meminta pemilik akun Threads erin_12ar segera menghentikan perbuatannya. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak percaya terhadap unggahan tersebut dan tidak mengirimkan uang ke rekening maupun QRIS yang dicantumkan dalam unggahan.

“Jangan ada yang mengirim uang atau bantuan ke nomor rekening atau QRIS tersebut. Kami tidak pernah meminta. Saya sangat kecewa karena penyakit anak saya dijadikan alasan untuk meminta uang kepada orang lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, Mutiara telah dirawat di RSUD Pandan sejak 24 Juli 2026. Selama menjalani perawatan, menurut Jumadi, kebutuhan pasien dan orang yang mendampingi telah mendapat perhatian dari pihak rumah sakit dan pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.

BACA SELENGKAPNYA:  Meski Kerap Tuai Sorotan, Gudang Penampungan CPO dan Inti Sawit Tumbuh Subur Di Wilkum Polres Asahan

“Selama anak saya di RSUD Pandan sudah ditangani dengan baik. Segala keperluan dipenuhi. Bahkan makan istri saya sebagai pendamping ditanggung tiga kali sehari. Sampai sekarang kami tidak dibebankan biaya apa pun,” katanya.

Jumadi mengaku berencana melaporkan akun tersebut kepada aparat penegak hukum. Langkah itu dilakukan agar dugaan penggalangan dana tanpa sepengetahuan keluarga tersebut tidak menimbulkan korban lain.

Dugaan penipuan tersebut mencuat setelah akun Threads erin_12ar mengunggah permintaan bantuan dengan narasi bahwa anaknya mengalami meningitis dan pneumonia serta sedang dirawat di PICU RSUD Pandan.

Unggahan tersebut juga disertai foto seorang ibu sedang menggendong bayi dan QRIS Dana atas nama Mak Mutiara.

Dalam salah satu percakapan di kolom tanggapan, akun lain bernama milzataga menanyakan keberadaan keluarga tersebut di Sibolga dan menawarkan bantuan untuk menyampaikan informasi kepada rekan-rekannya.

Akun erin_12ar kemudian menjawab bahwa dirinya berada di Sarudik dan menyebut saat itu tidak ada orang di rumah karena dirinya dan suami berada di rumah sakit.

Pernyataan tersebut dinilai semakin memperkuat dugaan bahwa pemilik akun berusaha membangun kesan seolah-olah merupakan orang tua dari bayi yang sedang dirawat tersebut.

Padahal, Jumadi dan Nursetia menegaskan tidak pernah membuat permintaan donasi tersebut dan tidak mengenal pemilik akun.

Kepala Puskesmas Sarudik, drg. Defri S Rambe, MKM, mengatakan pihaknya telah mengetahui adanya unggahan permintaan donasi tersebut.

Awalnya, kata Defri, pihaknya berpikir positif apabila donasi tersebut benar-benar ditujukan untuk membantu keluarga pasien. Namun setelah mendapat klarifikasi langsung dari keluarga, informasi tersebut dipastikan tidak berasal dari pihak keluarga.

“Tadi kita sudah dengar sendiri dari keluarga bahwa itu tidak benar. Jadi ini sudah pasti penipuan,” tegas Defri.

BACA SELENGKAPNYA:  Selamat Atas Terpilihnya Kembali Sebagai Ketua RW 03 Sungai Pelenggut Untuk Periode 2026-2031

Ia mengatakan pasien telah menjalani perawatan sekitar satu bulan di RSUD Pandan dan terus mendapat pemantauan dari pemerintah melalui Puskesmas Sarudik dan Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah.

“Kita terus memantau perkembangan pasien dan juga menyuplai kebutuhan susu pasien. Kalau nanti diperlukan rujukan, kita akan fasilitasi,” ujarnya.

Defri menegaskan pemerintah daerah akan terus berupaya memastikan pasien mendapatkan pelayanan terbaik. Termasuk kebutuhan Nursetia sebagai ibu yang mendampingi anaknya selama menjalani perawatan.

Sementara itu, ditempat terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, Lisnawati Panjaitan, S.Kep., Ns., M.Kes., AKK, turut menyayangkan beredarnya unggahan tersebut.

Ia menilai tindakan memanfaatkan kondisi seorang anak yang sedang sakit untuk kepentingan penggalangan dana tanpa sepengetahuan keluarga merupakan perbuatan yang sangat tidak manusiawi.

“Ini sangat kita sayangkan. Jangan penderitaan orang lain dijadikan sebagai mata pencarian,” tegas Lisnawati.

Menurutnya, sejak menjalani perawatan di RSUD Pandan, Mutiara terus mendapat perhatian dan pemantauan dari tenaga medis.

“Kita terus mengawasi perkembangannya melalui dokter spesialis dan memberikan pelayanan terbaik kepada pasien maupun orang tuanya,” katanya.

Lisnawati memastikan pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan akan terus memantau kondisi Mutiara dan mengambil langkah yang diperlukan sesuai perkembangan medis pasien.

Hal senada juga disanpikan Lurah Sarudik, Rimsan Magdalena Sitompul, juga menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut.

Menurutnya, pemerintah tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pasien dan keluarganya. Perkembangan kondisi pasien juga terus dipantau melalui Kepala Lingkungan dan tenaga medis yang menangani.

“Kita sangat menyayangkan kejadian ini. Pemerintah Tapanuli Tengah terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pasien dan orang tuanya. Kita berharap pelaku penipuan berkedok donasi ini segera bertobat dan menghentikan perbuatannya. Jangan memanfaatkan penderitaan orang lain,” katanya.

BACA SELENGKAPNYA:  Lanud Halim Perdanakusuma Gelar Nonton Bareng Piala Dunia, Pererat Kebersamaan

Klarifikasi Jumadi dan Nursetia turut didampingi Kepala Puskesmas Sarudik drg Defri S Rambe MKM, Camat Sarudik Deddi Arti Hutauruk, S.Hut., M.M, Lurah Sarudik Rimsan Magdalena Sitompul, serta Alfi Sahrin Tarihoran selaku Kepala Lingkungan VIII Sarudik.

Keluarga kembali menegaskan bahwa setiap permintaan donasi yang mengatasnamakan keluarga Jumadi dan Nursetia untuk pengobatan Mutiara bukan berasal dari mereka. Masyarakat diminta berhati-hati dan tidak memberikan uang sebelum memastikan langsung kepada keluarga yang bersangkutan.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Iqbal Al Fansyuri PA 212 Akan Menggelar Sweeping Terhadap Tempat SPPG Yang Tidak Memiliki Label Halal
Pemkab Tapanuli Tengah Salurkan Ribuan perlengkapan Sekolah Dalam Rangka Hari Jadi Ke-81
7 Bulan Beroperasi, Langgar UU Ketenagakerjaan, SPPG Sunggal 2 Di Suspen BGN Dan Di Sidak Disnakerprovsu, Pekerjanya Tak Miliki BPJS Kesehatan
Calon Kepala Desa Cikahuripan Ade Rohmat Siapkan Program Kerja Nyata, Fokus Ekonomi, Wisata dan Transparansi Desa
Ketua MUI Pasir Luyu Serukan Aksi Damai, Jaga Jawa Barat Tetap Kondusif
Peringatan Hari Jadi Tapteng ke-81 Pemkab Hadirkan Layanan Langsung ke Masyarakat Mulai dari Stan UMKM Layanan Kesehatan dan Tukar Sampah jadi Sembako Hingga Urus KTP Cuma Satu Jam
Bupati Masinton Pasaribu Teken MoU Percepatan Pendaftaran Tanah Wakaf
Tokoh Agama Apresiasi Komitmen Polda Jabar Jaga Bandung Tetap Aman, Damai, Nyaman dan Kondusif.

Komentar

Baca Juga

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:06 WIB

Iqbal Al Fansyuri PA 212 Akan Menggelar Sweeping Terhadap Tempat SPPG Yang Tidak Memiliki Label Halal

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:50 WIB

Pemkab Tapanuli Tengah Salurkan Ribuan perlengkapan Sekolah Dalam Rangka Hari Jadi Ke-81

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:00 WIB

7 Bulan Beroperasi, Langgar UU Ketenagakerjaan, SPPG Sunggal 2 Di Suspen BGN Dan Di Sidak Disnakerprovsu, Pekerjanya Tak Miliki BPJS Kesehatan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:43 WIB

Calon Kepala Desa Cikahuripan Ade Rohmat Siapkan Program Kerja Nyata, Fokus Ekonomi, Wisata dan Transparansi Desa

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:56 WIB

Ketua MUI Pasir Luyu Serukan Aksi Damai, Jaga Jawa Barat Tetap Kondusif

Tajuk Populer