MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – Lumut – Berdasarkan berbagai Keterangan Kepala Desa Seti Ndaha bersama ketua. BPD dan aparat desa juga masyarakat berikan tanggapan mengenai jembatan penghubung antar dua desa yang ambruk pasca bencana alam (hujan deras/banjir),Selasa 25 November 2025 berikut adalah poin-poin keterangan yang umumnya disampaikan oleh Kepala Desa,Senin 26 Januari 2026.

Penyebab Utama Ambruk
Kepala Desa biasanya menjelaskan bahwa jembatan ambruk akibat curah hujan yang sangat tinggi yang menyebabkan aliran sungai meluap deras. Luapan air tersebut kemudian mengikis pondasi (bantaran) jembatan hingga penyangganya patah/terputus.
Dampak terhadap Desa Akses Terputus: Jembatan yang merupakan penghubung utama antara dua desa (misalnya, Desa Lumut Nauli dan Desa Sihapas) terputus total, sehingga warga harus melalui jalan alternatif dari batang kelapa dan pining agar warga dapat bisa mengakut hasil kebun masing-masing untuk di angkut ke desa.Sihapas kecamatan Suka Bangun Tapteng.
Lumpuhnya Ekonomi: Sektor ekonomi dan sosial macet karena petani kesulitan mengangkut hasil perkebunan/pertanian dan aktivitas jual beli terhambat.
Tindakan Sementara (Darurat)
Kepala Desa dari dua desa bersama warga biasanya mengambil inisiatif untuk.Membuat jalan atau jembatan darurat dari batang kelapa/Pinang agar mobilitas tidak macet total.Menghimbau warga untuk tidak memaksakan diri melintasi jembatan yang terputus guna menghindari kecelakaan.
Kepala Desa meminta agar Pemerintah Daerah (Pemkab/Pemkot) segera turun tangan membangun kembali jembatan, karena dana desa terbatas dan tidak cukup untuk membangun ulang jembatan dalam waktu singkat,” Tutup Seti Ndaha.
(Tim MajalahCeo.id)















