Tinjau Loseda di Sektor 5 Cimahi, Dansatgas Citarum Harum Dorong Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Dansatgas Citarum 2026 Kol Inf Yanto Kusno Hendarto SH saat meninjau Loseda di Wilayah Sektor 5 Cimahi, ( Dok - Foto )

Dansatgas Citarum 2026 Kol Inf Yanto Kusno Hendarto SH saat meninjau Loseda di Wilayah Sektor 5 Cimahi, ( Dok - Foto )

Majalah CEO | Cimahi, Senin 10 Agustus 2026 — Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Citarum Harum Tahun 2026, Kolonel Infanteri Yanto Kusno Hendarto, S.H., meninjau langsung pelaksanaan program Loseda (Lodong Sesa Dapur) di wilayah Sektor 5 Cimahi, Senin (10/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung penerapan pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat yang telah berjalan di lingkungan warga. Dalam kunjungannya, Dansatgas Citarum Harum disambut langsung oleh Dansektor 5 beserta unsur kewilayahan, termasuk Lurah dan Ketua RW setempat.

Loseda merupakan salah satu inovasi sederhana dalam pengelolaan sampah organik dari sumbernya. Warga memanfaatkan barang-barang bekas, seperti kaleng cat bekas, untuk dijadikan wadah penampungan sampah organik rumah tangga sebelum dimanfaatkan lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dansatgas Citarum Harum Kol Inf Yanto Kusno Hendarto, S.H., mengapresiasi penerapan sistem tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya.

“Loseda ini merupakan kepanjangan dari Lodong Sesa Dapur. Tujuannya adalah memanfaatkan barang-barang bekas, seperti kaleng cat bekas, untuk digunakan sebagai tempat menampung sampah organik dari rumah tangga,” ujar Kol Inf Yanto.

Menurutnya, penerapan Loseda di wilayah tersebut telah berjalan cukup lama dengan konsep satu rumah satu Loseda. Sistem tersebut mendorong setiap keluarga untuk memiliki tanggung jawab secara langsung terhadap sampah yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangganya.

“Di sini sudah lama berjalan konsep satu rumah satu Loseda. Ini sangat bagus karena masing-masing rumah bertanggung jawab terhadap sampahnya sendiri,” katanya.

Dansatgas juga menyinggung pentingnya penerapan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, khususnya mengenai pengelolaan sampah yang harus dimulai dari sumbernya.
“Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 terkait sampah menegaskan bahwa sampah harus dikelola dari sumbernya dan menjadi tanggung jawab masing-masing. Apa yang telah dilakukan oleh Pak RW ini sudah benar, yaitu masing-masing rumah bertanggung jawab terhadap sampahnya sendiri,” ungkapnya.

BACA SELENGKAPNYA:  Menjaga Amanah di Istana, Menorehkan Kebanggaan di Satuan, Dandim 0733/KS Sukses Pimpin Upacara HUT ke-81 RI

Menurut Kol Inf Yanto, apabila pola tersebut diterapkan secara konsisten oleh masyarakat, jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) dapat ditekan secara signifikan. Dengan demikian, beban pengelolaan sampah di TPA Sarimukti maupun tempat pengolahan akhir lainnya juga dapat dikurangi.

“Dengan begitu sampah akan berkurang dan beban TPA Sarimukti juga akan berkurang. Nanti beban Legok Nangka juga akan berkurang. Melalui Loseda inilah salah satu cara untuk menyelesaikan persoalan sampah mulai dari sumbernya,” jelasnya.
Ia menilai, pengelolaan sampah organik dari tingkat rumah tangga memiliki manfaat ganda. Selain mengurangi volume sampah yang harus diangkut dan dibuang ke TPA, sampah organik juga dapat dimanfaatkan menjadi kompos yang kemudian digunakan untuk menyuburkan tanaman.

“Sampah organik bisa dimanfaatkan untuk kompos. Tanamannya menjadi subur dan hasilnya juga bisa dimanfaatkan. Jadi, permasalahan sampahnya terselesaikan,” tuturnya.

Kol Inf Yanto berharap pola pengelolaan sampah berbasis rumah tangga melalui Loseda dapat direplikasi secara lebih luas, tidak hanya di wilayah perkotaan tertentu, tetapi juga di berbagai daerah di Jawa Barat hingga seluruh Indonesia.

“Saya berharap semua RT, RW, desa maupun kelurahan yang ada di wilayah Jawa Barat dan seluruh Indonesia, terutama di daerah perkotaan, bisa menggunakan pola seperti ini. Sampah organik dimanfaatkan menjadi kompos sehingga memiliki nilai manfaat,” harapnya.

Ia menegaskan bahwa penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya dengan mengandalkan pengangkutan menuju TPA. Diperlukan perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat dengan mengelola sampah sejak dari rumah masing-masing.

“Kalau sampah sudah diselesaikan mulai dari sumbernya, kemudian sampah organik dimanfaatkan dan sisanya dikelola dengan baik, maka volume sampah yang dibuang ke TPA akan semakin sedikit. Itulah yang kita harapkan dalam mewujudkan zero waste, atau nol sampah,” pungkas Dansatgas.
Kegiatan peninjauan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Satgas Citarum Harum, pemerintah kewilayahan, serta masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

BACA SELENGKAPNYA:  Dansatgas Citarum Harum 2026 Tinjau Pengelolaan Limbah Industri PT Putra Mulia Terang Indah di Majalaya

Melalui penerapan Loseda, masyarakat tidak hanya diajak untuk mengurangi sampah, tetapi juga membangun budaya peduli lingkungan dengan prinsip bahwa pengelolaan sampah dimulai dari rumah sendiri.***

Sumber Berita: Satgas Citarum 2026

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Juniarso Ridwan Serap Aspirasi Warga Cicendo, Pendidikan hingga Infrastruktur Jadi Perhatian
Saurlin Komnas HAM Soroti Kematian Bambang, Konflik Agraria dan RUU Perampasan Aset: Jangan Jadi Bumerang Hukum
Pemkab Tapanuli Tengah Dorong Regulasi Pemulihan Pascabencana dan Optimalisasi PAD Sektor Kelautan
Medan Gotham City, Mohon Atensi Kapolsek Medan Kota, Kereta Pendemo Di Gasak Maling Saat Istirahat di Kantor SPSI AGN Sumut
Di Duga Mafia Bermain, Emak emak Menjerit Harga Ayam Tembus Rp 60 Ribu, DPN Gelar Aksi Demo
Sebagai Bentuk komitmen Nyata Dalam Memprioritaskan Kepuasan Pelanggan dan Pemenuhan Kebutuhan Pokok Masyarakat
Polisi Tangkap 91 Pengedar Sabu-sabu hingga Ganja, Barang Bukti Capai Rp4 Miliar
Teguh Purnomo Sampaikan Tiga Hal Penting Kepada Ketua Terpilih DPC Peradi Kebumen Anita Nosa

Baca Juga

Rabu, 2 September 2026 - 23:09 WIB

Juniarso Ridwan Serap Aspirasi Warga Cicendo, Pendidikan hingga Infrastruktur Jadi Perhatian

Rabu, 2 September 2026 - 22:36 WIB

Saurlin Komnas HAM Soroti Kematian Bambang, Konflik Agraria dan RUU Perampasan Aset: Jangan Jadi Bumerang Hukum

Rabu, 2 September 2026 - 22:20 WIB

Pemkab Tapanuli Tengah Dorong Regulasi Pemulihan Pascabencana dan Optimalisasi PAD Sektor Kelautan

Rabu, 2 September 2026 - 20:31 WIB

Medan Gotham City, Mohon Atensi Kapolsek Medan Kota, Kereta Pendemo Di Gasak Maling Saat Istirahat di Kantor SPSI AGN Sumut

Selasa, 1 September 2026 - 23:45 WIB

Di Duga Mafia Bermain, Emak emak Menjerit Harga Ayam Tembus Rp 60 Ribu, DPN Gelar Aksi Demo

Tajuk Hari Ini