Warga Lingkungan 3 Badiri Kecewa: Sembilan Hari Tanpa Bantuan, Material Longsor Belum Dibersihkan

- Reporter

Kamis, 4 Desember 2025 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majalahceo.id | Tapteng— Warga di Lingkungan 3, Kelurahan Lopian, semakin terpukul setelah sembilan hari berlalu tanpa adanya bantuan pangan yang seharusnya mereka terima. Kondisi ini membuat masyarakat merasa terabaikan, terlebih setelah bencana longsor yang meninggalkan dampak serius di wilayah mereka.

Kekecewaan warga semakin memuncak karena hingga kini bantuan berupa obat-obatan maupun langkah pembersihan sisa material longsor belum kunjung dilakukan. Mereka menilai lurah tidak merespons kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak, sehingga kondisi lingkungan makin memprihatinkan.

Situasi memanas pada Rabu, 3 Desember 2025, saat warga melihat mobil dinas membawa sembako menuju Desa Jago-jago. Melihat bantuan itu justru dialihkan ke wilayah lain, sejumlah warga yang merasa dianaktirikan akhirnya melakukan aksi penjarahan karena tekanan kebutuhan yang tidak tertahankan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut warga, mereka hanya mendengar kabar tentang bantuan yang akan disalurkan, namun kenyataannya tidak pernah ada satu pun paket bantuan yang mereka terima. Keadaan ini membuat masyarakat merasa diperlakukan tidak adil dan diabaikan dalam situasi darurat.

Warga mengungkapkan bahwa mereka terpaksa bertindak karena kebutuhan hidup tidak bisa lagi ditunda. Mereka berharap pemerintah dapat memahami kondisi psikologis serta tekanan ekonomi yang mereka alami setelah bencana.

Harapan terbesar masyarakat Lingkungan 3 Badiri adalah agar Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah segera turun langsung meninjau lokasi yang terdampak. Mereka meminta pembersihan material longsor segera dilakukan karena kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas harian dan membahayakan keselamatan warga.

Dengan situasi yang terus terkatung-katung, warga berharap tidak ada lagi diskriminasi dalam pendistribusian bantuan, dan penanganan pascabencana dapat dilakukan secara adil serta merata. Pemerintah diimbau untuk memastikan seluruh wilayah terdampak mendapatkan perhatian yang sama tanpa pengecualian.

Baca Juga :  Lemahnya Pengawasan SE Walikota Medan, Tak Jauh Dari Masjid India Muslim Kampung Madras, Penjual Miras Bebas Beroperasi Di Bulan Ramadhan

(SG)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Terima Audiensi Pengurus Ikatan Pelajar Al Washliyah Kota Tanjungbalai.
Minim Perbaikan Sarpras, Pedagang Pusat Pasar Ancam Menunda Pembayaran Kontribusi Ke PUD Pasar Kota Medan
Anrizal Ramaputra Laporkan Akun Facebook Sofya Moureen Terkait Dugaan Hoaks
17 Tahun Tanah Milik Korban Jadi Jalan Perusahaan, Minta Perlindungan Kapolda Sumut Dan Bupati Labuhan Batu
Jelang Hari Buruh May Day 2026, AMPIBI Akan Gelar Aksi Demo Di Kantor Walikota Medan
Patroli Humanis Polres Tapteng Dukung Kenyamanan Jamaah Sholat Jumat
Batal Di Aceh, Konser Dewa 19 Di Gelar Di Medan, Di Duga Abai K3 Rawan Crowd Crush, Dewan K3 Sumut Di Minta Sidak
DPRD Medan Komisi IV Merasa Di Lecehkan Dan Di Lawan, Kendati Sudah Disegel Satpol PP Warkop Wakita Tetap Beroperasi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 06:03 WIB

Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Terima Audiensi Pengurus Ikatan Pelajar Al Washliyah Kota Tanjungbalai.

Selasa, 14 April 2026 - 14:15 WIB

Minim Perbaikan Sarpras, Pedagang Pusat Pasar Ancam Menunda Pembayaran Kontribusi Ke PUD Pasar Kota Medan

Selasa, 14 April 2026 - 13:30 WIB

Anrizal Ramaputra Laporkan Akun Facebook Sofya Moureen Terkait Dugaan Hoaks

Selasa, 14 April 2026 - 05:29 WIB

17 Tahun Tanah Milik Korban Jadi Jalan Perusahaan, Minta Perlindungan Kapolda Sumut Dan Bupati Labuhan Batu

Senin, 13 April 2026 - 23:32 WIB

Jelang Hari Buruh May Day 2026, AMPIBI Akan Gelar Aksi Demo Di Kantor Walikota Medan

Berita Terbaru