Pejabat Tangisi Korban Banjir di Sumut, Sumbar, Aceh, Waktu Hutan di “Babat” Bapak Kemana?

- Jurnalis

Selasa, 9 Desember 2025 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majalahceo.id | Medan – Pejabat pemerintah yang baru bereaksi (menangis/peduli) saat terjadi bencana banjir, padahal penyebab banjir seringkali karena deforestasi (pembabatan hutan) yang merupakan ranah kebijakan dan pengawasan pemerintah, dan dipertanyakan mengapa saat “hutan dibabat” (kerusakan lingkungan terjadi), pejabat tersebut tidak terlihat mencegah atau peduli.

Ini menunjukkan adanya ketidaksinerginan antara penanganan dampak (banjir) dan pencegahan penyebabnya (kerusakan lingkungan), serta sindiran tentang tanggung jawab moral dan hukum pejabat dalam menjaga alam, bukan hanya bereaksi saat musibah datang.

“Pejabat tangisi korban banjir”: Menunjukkan empati atau kepedulian yang terlambat, hanya muncul setelah korban berjatuhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Waktu hutan dibabat”: Mengacu pada aktivitas penebangan liar atau alih fungsi lahan yang merusak hutan, yang seharusnya dicegah oleh penguasa.
“Bapak kemana”: Pertanyaan retoris yang menanyakan keberadaan pejabat atau otoritas saat kerusakan lingkungan terjadi, menuntut akuntabilitas.

Penyebab Banjir Terkait dengan Deforestasi:
Hutan berfungsi sebagai spons alami yang menyerap air hujan dan mengendalikannya. Ketika hutan gundul, air hujan langsung mengalir ke sungai, menyebabkan debit air meningkat drastis dan meluap, memicu banjir.

Respons Pemerintah yang Diharapkan:
Pencegahan: Penegakan hukum terhadap penebangan liar, reboisasi (penanaman kembali hutan), dan tata ruang wilayah yang baik.

Mitigasi Bencana: Pembangunan infrastruktur pengendali banjir dan kesiapsiagaan masyarakat.

Respons Cepat: Penanganan korban bencana, bantuan logistik, relokasi, dan dukungan psikososial.
Intinya, kalimat tersebut adalah seruan moral agar pejabat tidak hanya menjadi “pemadam kebakaran” saat bencana, tetapi juga menjadi pelindung lingkungan untuk mencegah bencana di masa depan, sesuai dengan amanat konstitusi dan etika publik.

Pejabat sering “show empati” saat bencana, tapi gak proaktif cegah bencana (deforestasi, alih fungsi hutan).

Baca Juga :  PAD Retribusi Sampah Bocor, NGO Peran : Walikota Medan Tak Punya Terobosan Kelola Sampah Kota Medan

– “Nangis di banjir, tapi hutan dijual.”
– “Tears for victims, but no tears for forests.”
– “Empati pas bencana, tapi gak cegah bencana.”

Fakta:
– Hutan & Banjir: 70% banjir di Indonesia karena deforestasi (KLHK, 2023).
– Korupsi Hutan: Pejabat sering “tutup mata” alih fungsi hutan (KPK, 2022).
– Perda Gak Ditaati: Perda Lingkungan (UU No. 32/2009) gak diterapkan.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lebih Dari 1.100 Jiwa Yang Tewas Dan 3,3 juta Orang Terdampak Bencana Sumatera, Ada Apa? APH Belum Tetapkan Tersangka
Wakil Bupati Tapteng : Pancasila dan UUD 1945 Merupakan Landasan Tertinggi Bagi ASN Dalam Menjalankan Tugas
Di Ambang Darurat Ekologis, Tak Laksanakan Rekomendasi DPRD Medan, Di Minta Interpelasi Walikota
Wakil Bupati Tapteng Tepung Tawari dan Upah-upah 55 orang Calon Haji/Hajjah Tapteng
Sinergitas Pengelolaan Pajak, Wali Kota Tanjungbalai Terima Audiensi Kepala KPP Pratama Kisaran.
Refleksi May Day 2026, Di Kota Medan, Buruh Sudah Kerja Keras Tapi Masih Tetap Miskin
Lemahnya Pengawasan Dan Penindakan, THM di Kota Medan Banyak Tak Punya Izin Menjual Minol
Jelang May Day 2026, AMPIBI Datangi Kadisnaker Medan Minta Bentuk Satgas Perlindungan Buruh, Dewan K3 Dan Call Centre
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 10:36 WIB

Lebih Dari 1.100 Jiwa Yang Tewas Dan 3,3 juta Orang Terdampak Bencana Sumatera, Ada Apa? APH Belum Tetapkan Tersangka

Jumat, 17 April 2026 - 15:27 WIB

Wakil Bupati Tapteng : Pancasila dan UUD 1945 Merupakan Landasan Tertinggi Bagi ASN Dalam Menjalankan Tugas

Jumat, 17 April 2026 - 14:50 WIB

Di Ambang Darurat Ekologis, Tak Laksanakan Rekomendasi DPRD Medan, Di Minta Interpelasi Walikota

Kamis, 16 April 2026 - 20:18 WIB

Wakil Bupati Tapteng Tepung Tawari dan Upah-upah 55 orang Calon Haji/Hajjah Tapteng

Kamis, 16 April 2026 - 12:46 WIB

Sinergitas Pengelolaan Pajak, Wali Kota Tanjungbalai Terima Audiensi Kepala KPP Pratama Kisaran.

Berita Terbaru

Artikel

Ujian Yang Menjadi Tanda Allah Akan Mengangkat Derajatmu

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:17 WIB