Kucurkan Rp 497 Miliar Untuk Lapangan Merdeka, Pemko Medan Di Tuding Lakukan Pemborosan Di Saat Efisiensi Anggaran Dan Rakyat Melarat

- Jurnalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majalahceo.id | Medan – Pelaksanaan proyek revitalisasi Lapangan Merdeka Medan yang menelan anggaran mencapai Rp497 miliar dari APBD Kota Medan melalui skema multiyears, hingga kini masih menjadi perhatian dikalangan politisi di DPRD Kota Medan, terkait jumlah dana yang dikucurkan.

Hal ini terjadi disebabkan fakta di lapangan menunjukkan, berbagai kerusakan masih tampak jelas. Mulai dari plafon bocor, drainase bermasalah, hingga fasilitas yang belum tuntas. Kondisi ini disoroti langsung yang mengaku menyaksikan sendiri persoalan tersebut.

“Sudah sejauh mana sebenarnya pembangunan Lapangan Merdeka ini? Pemko terus mengucurkan dana, media juga ramai memberitakan, tapi sampai sekarang tidak ada solusi yang jelas,” kata Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Antonius Tumanggor saat Rapat Kerja Triwulan IV Komisi IV DPRD Medan bersama Dinas Perkimcitaru, Senin (5/1/2026).

Politisi Partai NasDem itu mengungkapkan pengalamannya saat berada di Lapangan Merdeka pada malam hari di tengah hujan. Hasilnya jauh dari kata memuaskan.

“Saya lihat langsung plafon bocor, air masuk ke dalam. Lalu saat banjir besar 27 November 2025, drainasenya juga tidak terarah. Ini persoalan serius,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, menurutnya menyinggung persoalan banjir Medan yang tak kunjung tertangani, termasuk pembebasan lahan yang hingga kini belum tuntas pembayarannya.

“Masih banyak warga yang lahannya belum dibayar, sementara wali kota gencar membangun kolam retensi. Pertanyaannya, bagaimana nasib warga yang rumahnya rusak akibat terdampak banjir. Apakah ada ganti rugi?,” ucapnya.

Antonius bahkan mencontohkan kondisi di kawasan tempat tinggalnya di Sei Agul yang terendam banjir hingga 1,5 meter.

“Warga jadi korban, tapi solusi konkretnya mana,” katanya lantang.

Menanggapi kritik tersebut, Kadis Perkimcitaru Kota Medan Jhon Ester Lase menyatakan bahwa pembangunan Lapangan Merdeka pada prinsipnya telah selesai dan kini memasuki masa pemeliharaan. Ia berdalih adanya keterlambatan akibat banjir November 2025.

BACA SELENGKAPNYA:  Wakil Bupati Tapanuli Tengah Hadiri Apel Kesiapan Tanggap Darurat bersama TNI Polri

“Air masuk dari pintu depan, lalu lampu mati sehingga pompa tidak berfungsi. Tapi saat diperiksa, tidak ada masalah,” ujarnya singkat.

Ia bahkan menyebut persoalan itu sudah selesai dan ke depan hanya perlu penambahan pompa.

Jawaban tersebut justru membuat Antonius semakin geram.“Saya lihat sendiri, plafon masih bocor. Di belakang panggung belum selesai sampai bawah. Eskalator, kamar mandi, sampai tenant pedagang juga belum siap. Ini fakta, bukan asumsi,” hardiknya dengan nada kesal.

Proyek bernilai ratusan miliar ini pun kembali dipertanyakan DPRD Medan, selain itu publik pun berkata, selesai di atas kertas, atau benar-benar selesai di lapangan?.

Terrpisah Aktifis yang tergabung dalam Koloborasi Lembaga Investigasi Aktifis Dan Media (IKolega) Provinsi Sumatera Utara mengatakan bahwa Pemko Medan Lakukan Pemborosan Anggaran disaat Efisiensi dan Rakyat lagi Susah

“Di saat Rakyat lagi susah dan banyak yang gak dapat Bansos Pemko Malah menghamburkan uang rakyat dengan mengucurkan anggaran Rp 497 Miliar, ini sangat melukai hati warga miskin kota,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

PSN Bendungan Lau Si Meme Tak Mampu Atasi Banjir Di Kota Medan, Warga: Lancar Proyeknya, Banjir Kotanya
Giat Kapolsek Medan Baru Bersama Lurah Madras Hulu, Sholat Subuh Berjamaah Di Lanjutkan Gotong Royong Di Halaman Parkiran Masjid Agung
Blackout Sumatera, Beban Rakyat Bertambah, Genset Dan Sanyo, Krisis Air Bersih di Medan, Direksi Tirtanadi Gak Punya Terobosan
Proyek BRT Korbankan Ribuan Pohon, Komisi IV DPRD Medan Pertanyakan Keberadaan Pohon Yang Di Tebang
Kado Pahit Di Hari Ultah, Aksi “Buka Baju” Ketua FPAN Protes Ke PLN Hingga Info Pasutri Meninggal Dampak Pemadaman Listrik Oleh PLN
Dukung “Medan Asri Bergerak”, Lurah Madras Hulu Adakan Gotong Royong Masal Bersih Lingkungan
Medan Asri Bergerak Wujudkan Medan Bersih, Hijau, Rapi Dan Berkelanjutan Hanya Untuk Kebutuhan Konten Rico Waas, Faktanya?
Kado Pahit Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, 2.700 Pohon Di Tebang Demi Ambisi Proyek BRT Di Kota Medan

Baca Juga

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:36 WIB

PSN Bendungan Lau Si Meme Tak Mampu Atasi Banjir Di Kota Medan, Warga: Lancar Proyeknya, Banjir Kotanya

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:39 WIB

Giat Kapolsek Medan Baru Bersama Lurah Madras Hulu, Sholat Subuh Berjamaah Di Lanjutkan Gotong Royong Di Halaman Parkiran Masjid Agung

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:05 WIB

Blackout Sumatera, Beban Rakyat Bertambah, Genset Dan Sanyo, Krisis Air Bersih di Medan, Direksi Tirtanadi Gak Punya Terobosan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:50 WIB

Proyek BRT Korbankan Ribuan Pohon, Komisi IV DPRD Medan Pertanyakan Keberadaan Pohon Yang Di Tebang

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:51 WIB

Kado Pahit Di Hari Ultah, Aksi “Buka Baju” Ketua FPAN Protes Ke PLN Hingga Info Pasutri Meninggal Dampak Pemadaman Listrik Oleh PLN

Tajuk Populer