Bupati Tapteng Turun Langsung Meninjau Normalisasi Sungai dan Sawah Pascabanjir Bandang

- Reporter

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – TAPANULI TENGAH – Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu, SH, MH, turun langsung meninjau sejumlah lokasi sungai serta kegiatan pembersihan dan perbaikan lahan pemukiman warga pascabanjir bandang 25 November 2025 lalu. Peninjauan dilakukan di Kelurahan Bona Lumban, Kecamatan Tukka, Selasa (13/1/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Masinton Pasaribu didampingi Direktur Penyediaan Lahan Kementerian Pertanian Geloria M. K. Ginting, S.P., M.M., M.Sc, Kepala Dinas PUPR Tapteng, para Asisten Bupati, serta unsur teknis terkait.

Bupati Tapteng menegaskan, tahap awal pemulihan difokuskan pada pembersihan lahan-lahan pemukiman warga yang tertimbun sedimen lumpur dan sampah akibat banjir bandang.

“Tahap pemulihan ini kita mulai dari pembersihan kawasan pemukiman warga. Rumah-rumah masyarakat tertimbun sedimen lumpur dan sampah yang cukup tebal, ini harus segera ditangani,” tegas Bupati di lokasi.

Selain pemukiman, pemerintah daerah juga memprioritaskan pemulihan sumber-sumber penghidupan masyarakat, khususnya sektor pertanian. Bupati Tapteng menyebut kawasan Bona Lumban merupakan wilayah sawah produktif yang terdampak parah akibat perubahan alur sungai dan sedimentasi lebih dari satu meter.

“Kita meninjau langsung hulunya. Alur sungai berpindah, sedimentasinya sangat luar biasa. Saat ini alat berat sudah bekerja membuka kembali alur air agar bisa mengaliri jaringan irigasi primer dan sawah masyarakat,” jelasnya.

Bupati Tapteng menambahkan, normalisasi sungai terus dilakukan oleh Dinas PUPR Tapteng dan bersama Balai Sungai, termasuk pembersihan sedimen tanah dan gelondongan kayu yang menutup aliran sungai.

Pemerintah Kabupaten Tapteng bersama Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta Kementerian PUPR dijadwalkan melakukan groundbreaking pada 15 Januari 2026 untuk program pembukaan dan normalisasi sawah yang terdampak bencana.

BACA SELENGKAPNYA:  Koloborasi Lembaga Aktifis Dan Awak Media Minta BPJS Ketenagakerjaan Cairkan JHT P3K PW Karena Hak Pekerja

“Sawah ini sebenarnya sawah lama, tapi tertutup pasir dan lumpur. Kita normalkan kembali dengan alat berat, termasuk memperbaiki saluran irigasi yang rusak dan tertimbun longsor. Targetnya, tahun ini sawah sudah bisa kembali ditanami,” ujar Bupati Tapteng .

Selain rehabilitasi lahan dan irigasi, pemerintah pusat juga akan menyalurkan bantuan bibit dan pupuk bagi petani sebagai bentuk kehadiran negara dalam pemulihan sektor pertanian. Tak hanya itu, Pemkab Tapteng juga akan melakukan penataan kawasan lereng perbukitan yang selama ini mengalami alih fungsi lahan.

“Kita minta secara sukarela agar tanaman di lereng bukit diganti dengan tanaman produktif bernilai ekonomis seperti durian dan aren, agar fungsi ekologis perbukitan kembali pulih,” katanya.

Sementara itu, Direktur Penyediaan Lahan Kementerian Pertanian Geloria M. K. Ginting, menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam percepatan rehabilitasi sawah pascabencana.
“Prinsipnya, seluruh lokasi sawah terdampak harus segera kita atasi dan rehabilitasi. Kabupaten Tapanuli Tengah kita jadikan salah satu prioritas penanganan pascabencana di Sumatera Utara,” ungkap Geloria.

Ia mengapresiasi komitmen Bupati Tapteng dan jajaran Pemkab Tapteng yang dinilai sigap dan responsif dalam penanganan bencana.
“Dengan kolaborasi semua pihak, kami optimistis sawah-sawah ini bisa kembali berproduksi,” ujarnya.

Diketahui, luas sawah terdampak banjir di Kecamatan Tukka mencapai sekitar 484 Hektar, sementara
keseluruhan luas sawah yang terdampak di Tapteng seluas 7.365 Ha

#TaptengBangkit

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Buat Macet, Walikota Medan “Restui” Bangunan Tanpa PBG Di Jalur Hijau Sungai Babura, Warga: Keras Dekingnya!!
DPN Geruduk Kantor Gubernur Sumut, Tolak Pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur
AWAS Bersama DPN Geruduk Kantor DJP Sumut, Teriak Save Busrok Dan Sebut Kebebasan Pers Di Kebiri 
Hari Kebebasan Pers Sedunia Tercederai Di Gedung DPRD Medan, Jurnalis Ini Di Halangi Saat Melakukan Peliputan Di Komisi 3
Tim Cakrawala Dishub Medan Di Pertanyakan, Pungli Merajalela, Parkir Berlapis Di Jalan Nibung Medan Petisah Jadi Sorotan
Emak – Emak Terdampak Tembok City View Datangi DPRD Medan Minta Wong Chun Sen Di Periksa Badan Kehormatan
Program Walikota Medan “Zero Lampu Padam” di Pertanyakan, Pengunjung Resah, Taman Beringin Gelap
Kado Baru Dari Kadisnaker Sumut Di May Day 2026, Akan Ikut Kebijakan Pusat Dan Butuh Kajian 
Berita ini 5 kali dibaca

Baca Juga

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:51 WIB

Buat Macet, Walikota Medan “Restui” Bangunan Tanpa PBG Di Jalur Hijau Sungai Babura, Warga: Keras Dekingnya!!

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:54 WIB

DPN Geruduk Kantor Gubernur Sumut, Tolak Pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:40 WIB

AWAS Bersama DPN Geruduk Kantor DJP Sumut, Teriak Save Busrok Dan Sebut Kebebasan Pers Di Kebiri 

Senin, 4 Mei 2026 - 22:15 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia Tercederai Di Gedung DPRD Medan, Jurnalis Ini Di Halangi Saat Melakukan Peliputan Di Komisi 3

Senin, 4 Mei 2026 - 19:57 WIB

Tim Cakrawala Dishub Medan Di Pertanyakan, Pungli Merajalela, Parkir Berlapis Di Jalan Nibung Medan Petisah Jadi Sorotan

Tajuk Populer