TSK Tak Di Tahan, Warga Pasar V Kelurahan Lalang Kecamatan Medan Sunggal Geruduk Polrestabes Dan DPRD Medan

- Penulis Berita

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Wartawan Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Majalahceo.id l Medan – Warga Pasar V Kelurahan Lalang Kecamatan Medan Sunggal Akan melakukan Aksi Demo meminta tangkap dan melakukan penahanan terhadap tersangka pengrusakan Plang milik Ibu Djulidar di gang Petisah, Kelurahan Lalang

Plang yg dirusak sekelompok orang tak dikenal itu bertuliskan Tanah seluas 4,8 M x 21,5 M yang diatasnya berdiri Kelenteng O Bin Ciong Kun itu adalah milik ibu Djulidar dan belum pernah dialihkan ke pihak manapun.

Atas peristiwa pengrusakan Plang dengan Laporan Polisi Nomor LP/1985/VI/2025/SPKT/POLRESTABES MEDAN POLDA SUMATERA tanggal 13 Juni 2025 itu warga Pasar Lima gang Petisah Kelurahan Kampung Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan menggelar Aksi Demo di depan Kantor Polrestabes Medan dan DPRD Medan , Kantor DPRD Medan, Kantor Walikota Medan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rahmadsyah Aktifis yang tergabung dalam LSM Penjara Indonesia Sumatera Utara dan Karsono Sariko warga pasar Lima Kampung Lalang Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan meminta Pihak Kepolisian untuk menangkap pelaku pengrusakan plang milik Ibu Djulidar di halaman
Kelenteng O Bin Ciong Kun di gang petisah, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.

“Kami meminta Tersangka segera di tangkap, agar jangan membuat tindakan yang nantinya ganggu kamtibmas,” tegasnya, Rabu (10/3/2026)

Lanjut Rahmad mengatakan adapun tuntutan Aksi Demo antara lain :

Tegakkan hukum secara Adil jangan mau di Intervensi oleh pihak Luar

Jangan Lindungi TSK, Tahan TSK.

Jangan lindungi segelintir org yang mengintimidasi masyarakat beribadah.

Di duga ada Intervensi Pejabat yang ada di Kota Medan, sampai hukum tak bisa ditegakan untuk para pencari keadilan

Sebelumnya Dari informasi yang diterima wartawan dari pelapor usai membuat laporan di Polrestabes Medan, menyebutkan, di dalam rekaman CCTV ada sekira 11 orang yang datang ke halaman kelenteng untuk merusak dan mencabut plang di halaman kelenteng tersebut.

"Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari" "Follow"

LINI MASA

Korban Kecewa Pelayanan di Polres Madina, Korban Minta Propam Turun Tangan
Bupati Tapanuli Tengah dan Satgas PRR Pusat Tinjau Percepatan Rehabilitasi Pascabencana di Kecamatan Tukka
Sekdakab Tapanuli Tengah Resmi Menutup Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Se-Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2026
Gandeng BRIN, Pemkab Tapanuli Tengah Gelar FGD Rancang Strategi Pemulihan Ekonomi UMKM Terdampak Bencana
Optimalkan PAD, BPKPAD Tapteng dan Bapendasu UPTD Pependa Pandan Gelar Operasi Gabungan Sadar Pajak
Peringatan Hari Sumpah Pemuda Tapteng: Bupati Masinton Pasaribu Ajak Generasi Muda Pertajam Patriotisme, Kegigihan, dan Empati untuk Pemulihan Daerah
Kepsek SMA Negeri 1 Pinangsori Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026
Tim Gabungan Pemkab Tapanuli Tengah Turun Langsung Tanggapi Isu Viral di Medsos, Tinjau Cafe Garden Club di Kelurahan Sihaporas

LINI MASA

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Bupati Tapanuli Tengah dan Satgas PRR Pusat Tinjau Percepatan Rehabilitasi Pascabencana di Kecamatan Tukka

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Sekdakab Tapanuli Tengah Resmi Menutup Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Se-Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Gandeng BRIN, Pemkab Tapanuli Tengah Gelar FGD Rancang Strategi Pemulihan Ekonomi UMKM Terdampak Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:13 WIB

Optimalkan PAD, BPKPAD Tapteng dan Bapendasu UPTD Pependa Pandan Gelar Operasi Gabungan Sadar Pajak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Peringatan Hari Sumpah Pemuda Tapteng: Bupati Masinton Pasaribu Ajak Generasi Muda Pertajam Patriotisme, Kegigihan, dan Empati untuk Pemulihan Daerah

TAJUK HARI INI