Lukai Hati Buruh Industri Otomotif, Tolak Impor 105 Ribu Unit Dari India

- Jurnalis

Selasa, 24 Maret 2026 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majalahceo.id l Medan – Rencana pemerintah Impor 105 ribu unit mobil pick-up sebagai kendaraan operasional Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mendapat sorotan dari Rahmadsyah Aktifis yang tergabung dalam Mimbar Rakyat Anti Korupsi Sumatera Utara.

Rahmad menilai kebutuhan tersebut sebenarnya bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri.

“Tidak ada legitimasi moral, profesional dan sejarah kecuali hanya ingin meraup rente yang bisa membenarkan rencana impor ini”, kata Ranmad Minggu, (23/2/2025).

Berdasarkan Informasi yang di himpun awak media Indonesia sudah mengekspor mobil selama hampir 40 tahun. Bahkan, Toyota tercatat telah mengekspor lebih dari 3 juta unit hingga 2025.

Belum lagi merek-merek lainnya seperti Honda, Daihatsu, Mitsubishi, dan sebagainya. Ekspor ini pun dilakukan ke lebih dari 80 negara sejak tahun 1987.

“Dengan kinerja ekspor seperti itu, saya nggak habis pikir kok ada pikiran mau mengimpor mobil hingga 105 ribu unit. Itu sama saja dengan merendahkan kemampuan bangsa sendiri. Setahu saya Presiden itu gandrung industri. Mudah-mudahan saja kegandrungan itu tidak berubah,” keluh Rahmad

Seperti diketahui, pasar otomotif dalam negeri saat ini sedang menurun. Oleh karena itu, bila ada rencana pembelian produk otomotif besar-besaran dari pemerintah, seharusnya diarahkan untuk membeli produk dalam negeri.

Menurut Rahmad di berbagai industri otomotif, PHK sudah dan sedang berlangsung. Ada juga pengurangan jam kerja untuk mempertahankan agar tidak terjadi PHK. Dalam situasi seperti ini, kaum buruh yang bekerja di sektor otomotif pasti akan meradang.

“Mereka kaum buruh yang bekerja di sektor otomotif pasti marah. Karena itu, pemerintah, dalam hal ini PT Agrinas Pangan Nusantara, agar mengurungkan rencana impor ugal-ugalan itu. Tidak benar produk otomotif dalam negeri tidak bisa bersaing. Jutaan unit mobil diekspor dari Indonesia sebagai bukti bahwa produk Indonesia kompetitif,” ujar Rahmad.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Melalui Nobar Gembira Piala Dunia 2026, Lanud Halim Perdanakusuma Pererat Kebersamaan dengan Masyarakat
Diskominfosan Kabupaten Sukabumi Beri Apresiasi atas Pengukuhan Kembali H. Ade Suryaman sebagai Sekda
PGK Sumut: Sukses HUT APKASI di Deli Serdang Bukti Daerah Mampu Menjadi Motor Pembangunan Nasional
Pangdam IV/Diponegoro Bahas Transformasi Tata Kelola Aset Pertahanan Bersama Komisi I DPR RI
Menhan RI Bakar Semangat Prajurit Muda Yonif TP 937/Satria Kalijaga: Jaga Jati Diri dan Manunggal dengan Rakyat
Polda Jabar Dukung Film “Menang untuk Kalah”, Karya Anak Bangsa dari Bandung untuk Indonesia sebagai Edukasi Bahaya Judi Online dan Pinjol Ilegal
Serah Terima Barang Perlengkapan Satgas Citarum Harum Tahun 2026
Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud, Wakapolri Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak-Anak Yatim

Baca Juga

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:52 WIB

Melalui Nobar Gembira Piala Dunia 2026, Lanud Halim Perdanakusuma Pererat Kebersamaan dengan Masyarakat

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:26 WIB

Diskominfosan Kabupaten Sukabumi Beri Apresiasi atas Pengukuhan Kembali H. Ade Suryaman sebagai Sekda

Minggu, 5 Juli 2026 - 00:46 WIB

PGK Sumut: Sukses HUT APKASI di Deli Serdang Bukti Daerah Mampu Menjadi Motor Pembangunan Nasional

Sabtu, 4 Juli 2026 - 21:08 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Bahas Transformasi Tata Kelola Aset Pertahanan Bersama Komisi I DPR RI

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:16 WIB

Menhan RI Bakar Semangat Prajurit Muda Yonif TP 937/Satria Kalijaga: Jaga Jati Diri dan Manunggal dengan Rakyat

Tajuk Populer