Asia Pasifik harus menjadi teladan bagi kerja sama internasional, dan UNESCAP harus menjadi jembatan bagi membangun kepercayaan melalui kolaborasi berdampak yang membawa hasil konkret bagi semua, termasuk kelompok yang paling rentan, kata dia
Hari kemudian menyampaikan bahwa ketahanan Asia Pasifik terwujud berkat pembangunan yang berorientasi ke depan, sebagaimana ditunjukkan oleh capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) atau Agenda 2030 hingga inovasi di berbagai bidang.
“Kita proaktif dalam menyambut sumber pertumbuhan baru, termasuk transformasi digital, ekonomi hijau dan biru, dan inklusi keuangan,” kata Dubes RI untuk Thailand itu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan keunggulan Asia Pasifik, Dubes Hari pun menyerukan agar negara-negara UNESCAP memastikan kawasannya “tak hanya menjadi motor penggerak dunia, tetapi juga sebagai kompas dunia”.
Ia meyakini bahwa UNESCAP memiliki nilai strategis dalam menetapkan arah mencapai tujuan Agenda 2030 serta rencana ke depannya, dan anggota-anggotanya memiliki tanggung jawab bersama dalam mencapai target tersebut
“Kita harus bekerja keras demi martabat setiap manusia, termasuk melalui kemajuan ekonomi dan sosial,” demikian Dubes Hari.
Pertemuan ke-82 UNESCAP berlangsung pada 20-24 April 2026 di Bangkok, Thailand, dengan agenda utama menyerukan kerja sama yang lebih kuat guna memastikan “tidak ada seorang pun tertinggal” di dunia yang sangat dinamis.
Lebih dari 477 peserta dari 58 negara anggota mengikuti pertemuan yang diselenggarakan bersama oleh UNESCAP, Azerbaijan, dan Thailand ini.***
Halaman : 1 2















