Majalahceo.id l Medan – Terkait insiden pendemo perempuan yang dicekik oleh satpam, Rahmadsyah Aktifis yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Buruh Indonesia (AMPIBI) mengecam tindakan kekerasan seperti mencekik pendemo dianggap melanggar Standard Operating Procedure (SOP) karena satpam seharusnya bertugas melakukan pengamanan secara defensif dan persuasif.
“Penting terkait tindakan satpam yang melanggar SOP dalam menangani berdasarkan Peraturan Kepolisian (Perpol) No. 4 Tahun 2020 tentang Pam Swakarsa, satpam bertugas menyelenggarakan keamanan dan ketertiban di lingkungan kerjanya secara terbatas. Tindakan kekerasan fisik seperti mencekik bukan merupakan bagian dari upaya pengamanan yang sah,” ungkapnya, Jum’at (8/5/2026)
Lanjut Rahmad mengatakan bahwa Satpam hanya diperbolehkan menggunakan kekuatan fisik untuk melumpuhkan ancaman nyata terhadap properti atau personel, bukan untuk menyerang pendemo yang menyuarakan pendapat secara damai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dirinya meminta Pihak pengelola gedung atau perusahaan penyedia jasa keamanan (BUJP) wajib bertanggung jawab atas tindakan
“Pencekikan terhadap pendemo perempuan bahkan ada pendemo yang pingsan dapat dikategorikan sebagai tindak pidana penganiayaan dan penting bagi petugas keamanan untuk memahami bahwa fungsi mereka adalah melindungi, bukan mencederai hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum,” katanya.
Sebelumnya, Aksi unjuk rasa ratusan massa dari Dewan Peduli Nasional (DPN) di depan kantor Bank Rakyat Indonesia Cabang Iskandar Muda, Medan, berlangsung ricuh hingga nyaris terjadi baku hantam dengan petugas keamanan, Kamis (7/5/2026).
Kericuhan terjadi saat massa aksi mencoba masuk dan mendapat penghalangan dari petugas security. Dalam video yang beredar, terlihat seorang satpam mengeluarkan benda menyerupai pentungan dan mengarahkannya ke massa aksi. Situasi ini memicu ketegangan di lokasi.
Dorong-dorongan antara massa dan petugas keamanan pun tak terhindarkan. Situasi memanas hingga menyebabkan salah seorang peserta aksi perempuan jatuh pingsan di tengah kerumunan.
“Kita akan laporkan satpam tersebut. Kejadian hari ini sangat disayangkan. Massa mencoba masuk namun dihalau petugas hingga terjadi dorong-dorongan dan mengakibatkan rekan kami pingsan,” ujar Reza, koordinator aksi.
Kericuhan terjadi karena peserta Aksi meminta Kepala Cabang untuk menjelaskan Kasus dugaan perselingkuhan Pegawai yang Viral di media sosial, namun tak satupun yang mau menerima aksi mereka.















