Majalahceo.id l Medan – Satlantas Polrestabes Medan secara berkala menerapkan rekayasa buka-tutup dan pembagian dua jalur (sistem contraflow atau pengalihan) di Jalan Pangeran Diponegoro dan Jalan KH Zainul Arifin area Sun Plaza.
Hal ini dilakukan untuk mengurai kemacetan akibat volume kendaraan yang padat.
Johan Merdeka, Rahmadsyah, Awaluddin Pane, Izhar Daulay, Pingki, Teuku Akbar Aktifis yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Buruh Indonesia (AMPIBI) akan menggelar Aksi Demo Meminta Sun Plaza Karena Biang Kemacetan Kota Medan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ada yang tak beres dengan AMDAL dan ANDAL Lalin keberadaan membuat Macet Kota Medan, belum lagi Limbah dan Kebocoran PAD serta K3nya, serta Sertifikat laik Fungsi, Oleh karena itu kita akan melakukan Aksi Demo untuk SUN Plaza di tutup,” ungkapnya, Kamis (28/5/2026)
Berdasarkan Informasi yang di himpun awak media,
Berikut adalah skema rekayasa lalu lintas yang sering diterapkan petugas di lokasi:
Pemisahan Jalur: Arus kendaraan di depan Sun Plaza (Jalan Diponegoro dan Jalan Zainul Arifin) kerap dibagi menjadi dua jalur guna memisahkan kendaraan yang ingin masuk ke area mal dan yang melintas langsung.
Pengaturan Buka-Tutup: Petugas Satlantas dan Dishub sering melakukan rekayasa buka-tutup akses jalan tertentu pada jam-jam sibuk atau akhir pekan.
Jalur Alternatif: Untuk menghindari kepadatan, pengendara dari Jalan Palang Merah yang menuju Jalan Zainul Arifin sering diarahkan untuk mencari jalan alternatif.
Untuk mendapatkan update rute tercepat secara real-time sebelum berangkat, Anda dapat memantau kondisi jalan melalui aplikasi Google Maps. Anda juga bisa memantau informasi pengalihan arus terkini yang dibagikan oleh Satlantas Polrestabes Medan di lapangan.
Sebelumnya di beritakan,
Medan – Paska Di Demo Aliansi Masyarakat Peduli Buruh Indonesia (AMPIBI), Manajemen Sun Plaza Di Sidak Sun Plaza
Rahmadsyah Aktifis yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Buruh Indonesia (AMPIBI) mengatakan bahwa Manajemen Sun Plaza adalah Pengusaha Arogan Dan Tak Ramah Lingkungan karena apa yang menjadi aspirasi AMPIBI di cuekin oleh Manajemen Sun Plaza
“Ini bentuk Arogansi Kapitalis Korporasi, Tak Peduli Lingkungan, Rencana Kita akan kembali menggelar Aksi Demo dan meminta DPRD Medan menggelar RDP terkait Arogansi Manajemen Sun Plaza,” ungkapnya, (
Jum’at (22/5/2016)
Lanjut dirinya mengatakan Kalau seperti inilah sikap Manajemen Sun Plaza, AMPIBI meminta untuk pengusaha Arogansi Dan Tak Ramah Lingkungan angkat kaki dari Kota Medan.
“Sun Plaza Sumber Kemacetan Kota Medan, Arogan dan Tak Ramah Lingkungan, kita minta angkat kaki dari Kota Medan,” katanya di dampingi aktifis lainnya seperti Johan Merdeka, Izhar Daulay, Awaluddin Pane, Pingki.
Sebelumnya di beritakan, Dalam rangka menjalankan tugas dan fungsi pengawasan khususnya di bidang pendapatan daerah, Komisi 3 DPRD Kota Medan melaksanakan kunjungan lapangan ke Sun Plaza Medan, Senin (18/05/2025).
Kunjungan lapangan ini dipimpin Sekretaris Komisi III DPRD Kota Medan, David Roni Ganda Sinaga, S.E., serta Anggota Komisi III DPRD Kota Medan, yakni dr. Dimas Sofani Lubis, dr. Faisal Arbie, M.Biomed., Eko Afrianta Sitepu dan lainnya.
Kunjungan lapangan ini bermaksud peninjauan langsung terkait perizinan, yakni perizinan badan usaha, perizinan lingkungan dan bangunan, hingga perizinan operasional dan keselamatan. Selain itu, kunjungan lapangan ini juga meninjau pajak dan retribusi daerah, baik pajak parkir, pajak bumi dan bangunan, pajak restoran, pajak reklame, dan lainnya dalam hal menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan.Panduan Kota & Daerah
Turut hadir dalam kegiatan ini OPD terkait, yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan, dan Badan Pendapatan Daerah Kota Medan.
















