Warga Gg Palem Medan Polonia Tergenang Banjir Di Saat Lurah Dan Camat “Bobok Cantik’ di The Hill Sibolangit

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi lingkungan di Jalan Antariksa, tepatnya Gang Palem Lingkungan 9, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, berubah drastis dalam dua bulan terakhir. (Dok-Foto)

Kondisi lingkungan di Jalan Antariksa, tepatnya Gang Palem Lingkungan 9, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, berubah drastis dalam dua bulan terakhir. (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Di Saat Lurah dan Camat Se Kota Medan lagi berada di The Hills Sibolangit warga Gang Palem merasakan rumahnya tergenang banjir, Sabtu (11/7/2026)

Sebelumnya, Mediasi di Kelurahan Sari Rejo Hasilkan Solusi yang Tidak Dapat Diterima Warga kondisi lingkungan di Jalan Antariksa, tepatnya Gang Palem Lingkungan 9, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, berubah drastis dalam dua bulan terakhir. Wilayah yang selama puluhan tahun bebas banjir kini tergenang air terus-menerus, diduga disebabkan oleh pendirian tembok setinggi ±2 meter milik Ibu Idah yang dibangun tanpa prosedur resmi.

Berdasarkan keterangan dalam pertemuan mediasi yang digelar di Kantor Lurah Sari Rejo pada 6 juli 2026 kemren, diketahui pembangunan tembok dilakukan tanpa sepengetahuan Kepala Lingkungan maupun pihak Kelurahan, serta diduga tidak memiliki izin bangunan resmi (PBG). Padahal, warga menyatakan bahwa sejak tahun 1938, wilayah ini tidak pernah mengalami genangan air yang berlangsung lama hingga masuk ke dalam rumah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berbagai Dampak Serius Dirasakan Warga
Terhalangnya aliran air hujan oleh tembok tersebut menimbulkan dampak nyata bagi kehidupan warga:

– Air tergenang berhari-hari dan merembes masuk hingga ke ruang tidur;

– Genangan air kotor menjadi sarang kuman dan nyamuk, bahkan ditemukan hewan lintah yang masuk ke dalam rumah;

– Masalah kesehatan meningkat warga menderita gatal-gatal, demam, hingga terdeteksi kasus Demam Berdarah (DBD);

– Sumber air sumur warga terkontaminasi

– Dinding serta fondasi rumah hampir rusak akibat kelembapan terus-menerus;

– Beberapa penyewa rumah yang telah tinggal bertahun-tahun terpaksa pindah tempat tinggal karena tidak sanggup bertahan, akibat hal tersebut

BACA SELENGKAPNYA:  Lurah Aur Di Periksa Inspektorat Medan Terkait Dugaan Pungli dari Kepling Di Minta Copot Dan Non Aktifkan

Warga telah menyampaikan keluhan secara berjenjang. Kepala Lingkungan 9 Bapak Mono sudah turun meninjau lokasi, begitu juga petugas Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kelurahan. Pada 3 Juli 2026, warga juga datang secara langsung ke Kantor Lurah untuk meminta penanganan.

Pihak Trantib mengaku telah mengirim surat ke tingkat Kecamatan untuk rencana pembuatan saluran drainase baru, namun hingga saat ini belum ada tindakan lanjutan. Warga hanya diminta untuk bersabar tanpa kepastian waktu penyelesaian.

Pernyataan Ibu Idah dan Tanggapan Warga Dalam mediasi, Ibu Idah mengakui telah membangun tembok tersebut di atas tanah miliknya. Ia menyebut telah mengeluarkan biaya sekitar Rp50 juta untuk menimbun tanah, lalu menyarankan agar warga juga melakukan hal yang sama dengan menimbun tanah setinggi 1,5 meter agar terhindar dari genangan.

Ia juga menyatakan hanya membuat parit kecil untuk mengalirkan air ke saluran parit besar landasan lama serta menuding bahwa saluran air besar lama juga sudah tertutup oleh bangunan milik pihak lain bernama Dokter Fram.

Ibu Idah menambahkan dirinya sudah membenahi tembok lain yang runtuh sebelum nya yang bersebelahan dengan perkuburan Gang Bunga dan memungut biaya sebesar Rp500.000 dari pembeli rumah dan tanahnya yang komplein padanya

Saran tersebut langsung ditolak tegas oleh warga. “Untuk kebutuhan makan sehari-hari saja kami sulit, bagaimana mungkin sanggup mengeluarkan biaya puluhan juta? Kami juga khawatir menimbun tanah hanya akan memindahkan masalah banjir ke lingkungan lain,” ujar salah satu warga.

Warga menegaskan tidak bersedia dibebani biaya akibat kesalahan pembangunan yang tidak sesuai aturan. Jika tidak ada solusi yang adil, warga menyatakan siap melaporkan permasalahan ini ke instansi yang lebih tinggi.

BACA SELENGKAPNYA:  Lurah Aur "Melarikan Diri" Dari Kantornya Karena Menggaji Kepling Bukan Hasil Pengumuman Kecamatan Medan Maimun

Permintaan Penyelesaian dari Pihak Berwenang
Melalui mediasi ini, warga meminta hal-hal berikut kepada pihak berwenang:

1. Melakukan pengecekan teknis dan memastikan keabsahan izin pendirian tembok;
2. Memeriksa apakah tembok melanggar garis sempadan atau menutup jalur drainase umum;
3. Meminta penyesuaian atau perbaikan agar aliran air kembali lancar seperti semula;
4. Melakukan pemantauan kesehatan lingkungan serta memberikan penanganan medis bagi warga yang sakit;
5. Menyelesaikan masalah secara tuntas tanpa membebani warga yang kurang mampu.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Monumen Perjuangan Jadi Saksi, Polda Jabar Bersama Forkopimda Jabar Deklarasikan Komitmen Kebangsaan
Plang Larangan Parkir Tapi Ada Mobil Parkir Dekat Cambridge, Ada Apa,? Dishub Kota Medan Dan Satlantas Lakukan Pembiaran
Kadishub Kota Medan Dan Satlantas Di Minta Jangan Banyak Menikmati Fasilitas, Rakyat Sudah Lelah Dengan Kemacetan Dan Parkir Berlapis
Medan Gotham City, Miris, Kado Pahit HUT RI ke – 81, Sudah Tak Dapat Bantuan Lansia, Meteran Air Warga Miskin Di Petisah Tengah Di Embat Rayap Besi
Proyek di Kampung Madras Petisah Tengah Medan Beroperasi Di Duga Abai K3, Kemanakah Disnaker Dan Dewan K3
Fenomena “Lomba PKK Harus Wah” Terjadi di Pemko Medan, Lurah Kepling Di Buat Pusing Cari Dananya, Serta Diduga Dipaksa Menjamu Juri Biar Menang
Warga Miskin Menjerit, Aktifis Buruh Sumut Ini Akan Bawa Persoalan Warga Terdampak Tembok City View Ke Istana Melalui Said Iqbal Penasehat Presiden
DPN Geruduk Kantor PT Socfindo, Pertanyakan HGU yang Belum Diperpanjang Meski Sudah Berakhir Tiga Tahun

Baca Juga

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:12 WIB

Monumen Perjuangan Jadi Saksi, Polda Jabar Bersama Forkopimda Jabar Deklarasikan Komitmen Kebangsaan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:23 WIB

Plang Larangan Parkir Tapi Ada Mobil Parkir Dekat Cambridge, Ada Apa,? Dishub Kota Medan Dan Satlantas Lakukan Pembiaran

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Medan Gotham City, Miris, Kado Pahit HUT RI ke – 81, Sudah Tak Dapat Bantuan Lansia, Meteran Air Warga Miskin Di Petisah Tengah Di Embat Rayap Besi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:21 WIB

Proyek di Kampung Madras Petisah Tengah Medan Beroperasi Di Duga Abai K3, Kemanakah Disnaker Dan Dewan K3

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Fenomena “Lomba PKK Harus Wah” Terjadi di Pemko Medan, Lurah Kepling Di Buat Pusing Cari Dananya, Serta Diduga Dipaksa Menjamu Juri Biar Menang

Tajuk Populer