PAD Kota Medan Bocor, Pejabatnya Malah Plesiran Ke Bali, Pendemo Perempuan Akan Beri Hadiah BH

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalis Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Majalahceo.id l Medan – Ratusan Massa yang tergabung dalam Dewan Peduli Negeri menggeruduk Kantor Walikota Medan.

Mereka mendatangi Walikota Medan menyampaikan aspirasi terkait kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan dari PBG dan Pajak yang masuk Ke Bapenda Kota Medan

Setalah Berjam – jam orasi dan berpanas panasan Walikota Medan tak juga mau menemui peserta aksi demo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sempat terjadi kericuhan karena pendemo memaksa masuk namun di halangi Satpol PP dan Polisi

“Kami mau bertemu Rico Waas, dia di gaji dari pajak rakyat, kalian jangan halangi kami, jangan kita yang berbenturan gara gara Rico Waas,” ungkap pendemo.

Lanjut Orator mengatakan di saat PAD Bocor Rico Waas malah melakukan pembiaran terhadap anak buahnya
jalan jalan ke Bali dengan Modus perjalanan Dinas.

“Kami melihat Ada LHP yang bocor tapi ada pejabatnya yang Plesiran ke Bali, inikan dah gak benar, kalian kan di gaji dari pajak rakyat, Kami kalian pajakin tapi kinerja kalian malah gak sesuai dengan harapan rakyat,” katanya.

Tampak Pendemo perempuan akan memberikan BH kepada Satpol PP dan Rico Waas sebagai bentuk kekesalan karena tak mau menjumpai peserta Aksi.

Aksi memberikan hadiah berupa pakaian dalam atau BH dari pendemo perempuan kepada pejabat merupakan bentuk protes satir ekstrem yang melambangkan bahwa pejabat tersebut dianggap pengecut, tidak memiliki nyali, atau dianggap gagal menjalankan tugas layaknya seorang “perempuan sejati” dalam mengayomi rakyatnya.

Aksi ini pernah sebagai bentuk kekecewaan keras:

pendemo menantang pejabat dengan analogi “darah” (simbol keberanian) dan “BH” (simbol kepengecutan). Pejabat yang diabaikan tuntutannya sering disindir agar memakai pakaian dalam karena dianggap takut menghadapi kebenaran.

Pemberian BH sebagai protes keras atas sulitnya birokrasi dan lambatnya pejabat merespons keluhan rakyat.

Berdasarkan Informasi yang di himpun awak media Kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan yang menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencakup beberapa sektor utama seperti retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), pajak restoran, dan pengelolaan pasar.

Temuan ini menyoroti kelemahan dalam sistem pendataan dan pengawasan.

Berikut adalah rincian sektor dan temuan kebocoran PAD Kota Medan:Sektor Retribusi PBG:

BPK menemukan potensi kekurangan penerimaan daerah sekitar Rp1,23 miliar pada sejumlah bangunan usaha, pendidikan, dan reklame yang sudah berdiri namun belum memiliki PBG.

Sektor Pajak Restoran & Makan Minum: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan mendesak pembenahan setelah indikasi kebocoran dan potensi kehilangan pendapatan ratusan miliar rupiah akibat lemahnya pengawasan dan praktik tidak transparan di sektor ini.

Sektor Perparkiran: Parkir liar di tepi jalan yang tidak terdata dan marak terjadi disebut sebagai salah satu penyebab utama kebocoran dan target PAD perparkiran yang tidak tercapai.Sektor Pasar Tradisional: Terdapat juga desakan dari elemen masyarakat kepada aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan kebocoran PAD di Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar yang merupakan temuan BPK

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

Periksa Semua Lapas Se-Indonesia, Yakin Tidak Cuma Di Bogor, Maju Terus Ombudsman RI
Pidanakan Kalapas Cibinong Yang Halangi Ombudsman Bongkar Pungli Dan Fasilitas Mewah, Ombudsman RI Sebut Dua Kali Di Halangi
Jakarta Bergelombang! KSPSI AGN Sumut Membersamai Puluhan Ribu Buruh, KSPSI AGN Bergerak, Kawal Regulasi Perlindungan Pekerja
Kondisi Pasar Tidak Terawat, “Hidup Segan Mati Tak Mau” Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan Himbau Pedagang Pasar Untuk Membayar Kontribusi Dan Retribusi Pasar Yang Belum Di Serah Terimakan Pemko Langsung Ke Walikota
Harga Ayam Potong Melonjak, APPSI Sumut Bersama Dinas Ketapang Sumut Gelar Operasi Pasar di Medan, AWAS Minta Negara Jangan Kalah Dengan Mafia Kartel Pangan
Lama Menjabat Dan Tidak Ada Terobosan Atasi Anak Jalanan, Rico Waas Diminta Copot Khairuddin Dari Kadis Sosial Kota Medan
Praktek Suap dan Pungutan Liar, Fasilitas Mewah Di Lapas Jadi Sorotan Ombudsman RI
Jelang Munas PA ITM , Masjid AL Iqra’ Gedung Arca Di Robohkan, New Reborn, Rebut Kembali ITM

LINI MASA

Jumat, 25 September 2026 - 10:15 WIB

Periksa Semua Lapas Se-Indonesia, Yakin Tidak Cuma Di Bogor, Maju Terus Ombudsman RI

Kamis, 24 September 2026 - 21:45 WIB

Pidanakan Kalapas Cibinong Yang Halangi Ombudsman Bongkar Pungli Dan Fasilitas Mewah, Ombudsman RI Sebut Dua Kali Di Halangi

Kamis, 24 September 2026 - 13:49 WIB

Kondisi Pasar Tidak Terawat, “Hidup Segan Mati Tak Mau” Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan Himbau Pedagang Pasar Untuk Membayar Kontribusi Dan Retribusi Pasar Yang Belum Di Serah Terimakan Pemko Langsung Ke Walikota

Kamis, 24 September 2026 - 09:34 WIB

Harga Ayam Potong Melonjak, APPSI Sumut Bersama Dinas Ketapang Sumut Gelar Operasi Pasar di Medan, AWAS Minta Negara Jangan Kalah Dengan Mafia Kartel Pangan

Kamis, 24 September 2026 - 08:35 WIB

Lama Menjabat Dan Tidak Ada Terobosan Atasi Anak Jalanan, Rico Waas Diminta Copot Khairuddin Dari Kadis Sosial Kota Medan

TAJUK HARI INI