Majalahceo.id l Medan – Ketua Forum Pemerhati Aparatur Negara (FPAN), Reza Nasution, membantah berbagai pernyataan yang menyebut penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 sebagai keberhasilan besar Pemerintah Kota Medan.
Saat ditemui di Kantor Sekretariat FPAN, Jalan Abdullah Lubis No. 38 A, Senin (6/7/2026), Reza menilai euforia atas pelaksanaan APEKSI tidak boleh menutup mata terhadap berbagai persoalan yang sedang dihadapi masyarakat Kota Medan.
Menurutnya, APEKSI hanyalah sebuah kegiatan seremonial yang menghabiskan anggaran besar, sementara di sisi lain masyarakat masih dibebani berbagai persoalan ekonomi yang belum terselesaikan.
“Di saat rakyat sedang menjerit karena sulitnya memenuhi kebutuhan hidup, harga-harga terus meningkat, harga BBM mengalami kenaikan, nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar, dan daya beli masyarakat semakin tertekan, justru pemerintah lebih sibuk merayakan sebuah event. Ini tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai skala prioritas,” ujar Reza.
Ia juga menyoroti kondisi Kota Medan yang dalam beberapa waktu terakhir kembali dilanda banjir akibat tingginya curah hujan di sejumlah wilayah. Menurutnya, persoalan infrastruktur dan drainase seharusnya menjadi fokus utama pemerintah daerah.
“Beberapa titik di Kota Medan kembali tergenang banjir setiap hujan deras turun. Anggaran yang begitu besar semestinya dapat diarahkan untuk pembenahan drainase, penanggulangan banjir, maupun program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” katanya.
Reza menegaskan bahwa pembangunan sebuah kota tidak dapat diukur hanya dari keberhasilan menjadi tuan rumah sebuah kegiatan nasional. Yang lebih penting adalah sejauh mana pemerintah mampu menghadirkan kebijakan yang berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Janganlah kita hanya memberikan pujian kepada Wali Kota Medan hingga akhirnya menjadi bom waktu. Seorang pemimpin juga membutuhkan kritik yang membangun agar setiap kebijakan dapat dievaluasi. Kota Medan akan maju bukan karena banyaknya pujian, tetapi karena keberanian menerima kritik dan memperbaiki kekurangan,” tegasnya.
FPAN berharap Pemerintah Kota Medan lebih memprioritaskan program-program yang berdampak langsung terhadap masyarakat, seperti pengendalian banjir, peningkatan kualitas infrastruktur, pemberdayaan ekonomi rakyat, dan pelayanan publik yang lebih baik.
“Kami tidak anti terhadap penyelenggaraan kegiatan nasional. Namun pemerintah harus mampu menunjukkan bahwa manfaat yang diterima masyarakat sebanding dengan anggaran yang dikeluarkan. Jangan sampai rakyat hanya menjadi penonton, sementara persoalan yang mereka hadapi setiap hari tetap tidak terselesaikan,” pungkas Reza.











