Wali Kota Tanjungbalai Dampingi Ahmad Doli Kurnia Kunjungi ARM, Anak Diduga Korban Kekerasan Terhadap Anak.

- Jurnalis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalis Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Wali Kota Tanjungbalai Dampingi Ahmad Doli Kurnia Kunjungi ARM, Anak Diduga Korban Kekerasan Terhadap Anak. (Dok-Foto)

Wali Kota Tanjungbalai Dampingi Ahmad Doli Kurnia Kunjungi ARM, Anak Diduga Korban Kekerasan Terhadap Anak. (Dok-Foto)

Majalahceo.id | Tanjungbalai – Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim mendampingi Anggota DPR-RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung (ADK) saat kunjungannya menemui “ARM” anak yang diduga korban pencabulan tersangka ‘D’, saat ARM melakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD dr. Tengku Mansyur Tanjungbalai, Sabtu (25-7-2026).

ADK menyebut bahwa kekerasan terhadap anak seperti pencabulan merupakan ancaman nasional terhadap tumbuh kembang dan mental anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Yang saya ketahui, tindak pidana seperti ini (pencabulan terhadap anak) sangat banyak terjadi di Indonesia, sehingga menjadi ancaman secara nasional bagi anak-anak,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

ADK yang juga turut didampingi kepala OPD yang terkait dalam penanganan kasus yang dialami anak sebagai korban, serta melibatkan oknum guru PPPK paruh waktu di daerah setempat.

Menurut ADK, tindak pidana pencabulan terhadap anak merupakan musuh bersama, untuk menyelamatkan anak sebagai korban yang dapat merusak fisik dan psikis anak, maka harus dilawan.

Beberapa waktu lalu terjadi di Kabupaten Asahan, dari semula ada 4 korban berkembang menjadi dua puluh korban, ini terjadi pula di Tanjungbalai. “Asahan dan Tanjungbalai ini kampung saya, karenanya menjadi perhatian serius bagi saya dan tindak pidana ini harus dilawan,” ujar ADK.

ADK mengimbau agar masyarakat ikut melakukan perlawanan dengan tujuan untuk menyelamatkan generasi kita, yaitu anak. “Jika bapak dan Ibu warga Tanjungbalai yang mungkin anaknya menjadi korban pencabulan hendaknya segera melapor. Jangan takut,” kata ADK mengimbau.

Terkait proses hukum terhadap tersangka ‘D’, ADK menegaskan agar penyidik Polres Tanjungbalai bekerja profesional dan dituntut untuk mengungkap secara tuntas kasus yang sedang ditangani.

“Sekalipun saat ini tersangka belum mengakui perbuatannya, saya menuntut kemampuan penyidik untuk menuntaskan kasus ini secara profesional, jangan sampai ada yang ditutup-tutupi atau dilindungi. Wajib tuntas secara terang-benderang, termasuk mengungkap keterlibatan istri tersangka dalam peristiwa tersebut,” tegas ADK.

Ia menambahkan, jika nanti kasusnya telah sampai ke Kejaksaan dan Pengadilan, profesionalitas Jaksa dan Hakim juga dituntut, baik itu dalam membuat tuntutan dan menjatuhkan vonis harus sesuai Undang-undang yang berlaku.

Kepada pemerintah daerah, ADK yang juga anggota Komisi II DPR-RI menekankan agar serius menangani persoalan tersebut sebagaimana mestinya, seperti tentang kelanjutan pendidikan dan pemulihan mental anak sebagai korban.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tanjungbalai, IPTU Benjamin Silaban mengatakan bahwa menetapkan status tersangka kepada ‘D’ karena sudah ditemukan dua alat bukti, meskipun tersangka belum mengakui perbuatannya melakukan pencabulan terhadap ‘ARM’.

Terhadap istri ‘D’ berinisial ‘AIK’ yang disebut-sebut terlibat dalam dugaan tindak pidana pencabulan tersebut, Benjamin mengatakan status hukum AIK masih sebagai saksi.

“Untuk tersangka, D tetap ditahan, sedangkan AIK untuk sementara dikembalikan kepada keluarganya,” ujar IPTU Benjamin Silaban.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

Toyota Rush Tabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Sukabumi, Satu Orang Tewas
Mediasi Kandang Ayam di Nagrak Capai Kesepahaman, Pemilik Siap Patuhi Keputusan Pemerintah
251 Gerai KDKMP di Kabupaten Sukabumi Selesai Dibangun, 88 Unit Mulai Jalani Verifikasi
Kadis Perkim Sukabumi Buka Penjelasan soal Paving Block Relokasi PKL Sekarwangi
Lahan 2.000 Meter Persegi di Sukamulya Jadi Polemik, BPD Pertanyakan Status Aset Desa
DLH Kabupaten Sukabumi Tekankan Pengelolaan Limbah Peternakan Ayam, Warga Diminta Tak Abaikan Dampak Lingkungan
Asep Japar Ambil Formulir Ketua Golkar Sukabumi, Musda XI Jadi Penentu Arah Kepemimpinan Partai
Warga Darmareja Nagrak Desak Kandang Ayam Ditutup Permanen, Keluhkan Serangan Lalat dan Bau Menyengat

LINI MASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Toyota Rush Tabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Sukabumi, Satu Orang Tewas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Mediasi Kandang Ayam di Nagrak Capai Kesepahaman, Pemilik Siap Patuhi Keputusan Pemerintah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:39 WIB

251 Gerai KDKMP di Kabupaten Sukabumi Selesai Dibangun, 88 Unit Mulai Jalani Verifikasi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Kadis Perkim Sukabumi Buka Penjelasan soal Paving Block Relokasi PKL Sekarwangi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Lahan 2.000 Meter Persegi di Sukamulya Jadi Polemik, BPD Pertanyakan Status Aset Desa

TAJUK HARI INI

Laporan e-Conomy SEA 2025 yang disusun Google, Temasek, dan Bain & Company memperkirakan nilai bruto transaksi atau gross merchandise value (GMV) ekonomi digital Indonesia mendekati US$100 miliar pada 2025. (Dok-Foto Ilustrasi)

Artikel

Peluang Bisnis Digital Semakin Terbuka

Sabtu, 24 Okt 2026 - 13:04 WIB