Majalahceo.id l Medan – Penunjukan Erfin Fachrurrazi sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan mendapat sorotan dari Kologa Koloborasi Lembaga Investigasi Aktifis dan Medsos
Kolega mengatakan bahwa meskipun jabatan Plh Sekda bersifat sementara, keputusan tersebut tetap mencerminkan arah dan cara pandang kepala daerah dalam membangun serta mengelola birokrasi pemerintahan.
Ia menegaskan, kritik yang disampaikannya bukan ditujukan kepada pribadi Erfin Fachrurrazi, melainkan terhadap keputusan politik dan administratif yang diambil dalam penunjukan tersebut.
Sejumlah aktivis dan elemen masyarakat menyoroti proses penunjukan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan. Mereka meminta Wali Kota Medan memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar pertimbangan penunjukan tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Menurut mereka, setiap pengangkatan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Medan sebaiknya dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, kompetensi, integritas, dan kebutuhan organisasi, serta disampaikan secara transparan kepada publik.
Aktivis menilai keterbukaan informasi penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan bebas dari konflik kepentingan.
Hingga rilis ini disampaikan, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Kota Medan mengenai berbagai spekulasi yang berkembang terkait penunjukan Plh Sekda Medan. Oleh karena itu, masyarakat berharap pemerintah dapat memberikan penjelasan resmi agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Berdasarkan Informasi yang di himpun awak media, Erfin Fachrurrazi adalah kawan sekolah Rico Waas Walikota Medan di SMA Negeri 2 dan Rico Waas menarik Erfin Fachrurrazi dari Pemkab Sergai menjadi Kepala Inspektorat Kota Medan.











