Takdir untuk Dijalani, Bukan Diperdebatkan
Takdir tak selalu menjawab pertanyaan “kenapa”, sering kali ia hanya meminta kita untuk berkata “siap, aku jalani”. Takdir bukanlah alasan untuk berhenti berusaha, melainkan pegangan agar hati tetap tenang meski hasil belum kita pahami sepenuhnya.
Iman kepada Qadha dan Qadar bukan berarti pasrah tanpa gerak, melainkan berikhtiar sekuat tenaga sambil tetap tenang menerima segala keputusan-Nya—karena kita yakin, di balik segala hal yang terjadi, tersimpan kebaikan yang mungkin belum bisa kita lihat saat ini.****
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT










