Majalah CEO Batam|
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.”
📖 HR. Al-Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47.
✅ Derajat Hadis: Muttafaq ‘Alaih (Shahih).
📝 Penjelasan Ulama
Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan dalam Syarh Shahih Muslim bahwa hadis ini merupakan salah satu kaidah agung dalam menjaga akhlak seorang muslim. Yang dimaksud dengan “berkata yang baik atau diam” ialah seseorang tidak berbicara kecuali apabila ucapannya mengandung manfaat yang jelas, baik berupa dzikir, amar ma’ruf, nasihat, mengajarkan ilmu, mendamaikan manusia, maupun perkataan baik lainnya. Adapun apabila ragu apakah ucapannya bermanfaat atau justru mendatangkan mudarat, maka diam lebih utama.
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani rahimahullah menjelaskan dalam Fath al-Bari bahwa menjaga lisan termasuk ibadah yang paling berat, karena banyak manusia tergelincir ke dalam dosa akibat ucapan yang dianggap ringan. Satu kalimat dapat mengangkat derajat seseorang di sisi Allah, sementara satu kalimat lainnya dapat menyeretnya ke dalam azab.
Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata dalam Al-Fawa’id bahwa lisan adalah cermin hati. Hati yang dipenuhi iman akan melahirkan ucapan yang baik, sedangkan hati yang lalai akan mudah mengeluarkan perkataan yang sia-sia, dusta, ghibah, namimah, atau menyakiti orang lain. Karena itu, memperbaiki lisan dimulai dengan memperbaiki hati.
🌱 Pelajaran yang Bisa Diamalkan
- Berpikirlah sebelum berbicara: apakah ucapan ini bermanfaat atau justru mendatangkan dosa?
- Hindari ghibah, fitnah, adu domba, dan perkataan yang menyakiti sesama muslim.
- Biasakan memperbanyak dzikir, tilawah Al-Qur’an, dan ucapan yang membawa kebaikan.
- Ingatlah bahwa setiap ucapan akan dicatat oleh malaikat dan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah.
🤲 Doa
اللَّهُمَّ احْفَظْ أَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِبِ وَالْغِيبَةِ وَالنَّمِيمَةِ، وَاجْعَلْ كَلَامَنَا ذِكْرًا وَشُكْرًا وَخَيْرًا
“Ya Allah, jagalah lisan kami dari dusta, ghibah, dan adu domba. Jadikanlah ucapan kami sebagai dzikir, rasa syukur, dan perkataan yang membawa kebaikan.”
══════════════════
📚 Referensi:
• At-Targhib wat Tarhib — Al-Imam Al-Mundziri رحمه الله.
• Shahih Al-Bukhari no. 6018.
• Shahih Muslim no. 47.
• Syarh Shahih Muslim — Imam An-Nawawi رحمه الله.
• Fath al-Bari — Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani رحمه الله.
• Al-Fawa’id — Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah رحمه الله.
📖 Serial At-Targhib wat Tarhib – Nasihat Harian
Semoga Allah ﷻ menjaga lisan kita agar senantiasa digunakan untuk berdzikir, membaca Al-Qur’an, menasihati dalam kebenaran, dan mengucapkan perkataan yang baik. Semoga Allah menjauhkan kita dari dosa-dosa lisan yang sering dianggap ringan namun berat dalam timbangan amal. Āmīn yā Rabbal ‘Ālamīn.****











