AMARA Sumut Geruduk Poldasu Minta Copot Kapolres Deli Serdang Di Duga Tutup Mata Dengan Peredaran Narkoba Di Tanjung Morawa

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 18:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalis Kritis dan Obyektif
+ Dukung

AMARA Sumut Gerduk Poldasu Minta Copot Kapolres Deli Serdang Di Duga Tutup Mata Dengan Peredaran Narkoba Di Tanjung Morawa (Dok-Foto)

AMARA Sumut Gerduk Poldasu Minta Copot Kapolres Deli Serdang Di Duga Tutup Mata Dengan Peredaran Narkoba Di Tanjung Morawa (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Deli Serdang — Puluhan Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Dan Rakyat Bersatu Sumatera Utara (AMARA Sumut) menggeruduk Poldasu meminta Kapoldasu mencopot Kapolres Deli Serdang yang di duga bungkam dan Tutup Mata terkait dugaan maraknya peredaran narkoba di Dusun IV, Desa Tanjung Morawa B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Peserta aksi bergantian berorasi meminta Kapolres dan Kasat Narkoba Deli Serdang di copot, Senin (7/9/2026)

Sebelumnya, Warga menyebut peredaran barang haram tersebut diduga terus berjalan, sementara penindakan yang terjadi justru kerap menyasar pemakai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Miris kali kampung kami ini, Bang. Pemakai yang baru habis belanja keluar lokasi tiba-tiba sudah ada penangkapan. Sementara bandar dan pengedar yang disebut berada tidak jauh dari lokasi malah seperti tidak tersentuh,” ujar warga.

Menurut warga, pola tersebut menimbulkan tanda tanya besar. Mereka mempertanyakan apa sebenarnya target pemberantasan narkoba apabila orang yang berada di ujung mata rantai terus ditangkap, sementara pihak yang diduga menyediakan barang tetap dapat menjalankan aktivitasnya.

“Pemakai itu korban. Kalau memang mau memberantas, kenapa tidak kejar yang menjual dan memasok? Kami heran, aparat disebut tahu bandar dan pengedar ada di sekitar lokasi, tetapi yang ditangkap malah pemakai yang baru keluar setelah membeli,” katanya.

Sejumlah nama, di antaranya RE, KK dan LK, disebut dalam informasi warga terkait dugaan aktivitas narkotika. Seluruh informasi tersebut masih berupa keterangan sumber dan memerlukan pembuktian serta klarifikasi.

Warga juga mempertanyakan sejumlah penangkapan kurir yang disebut dapat diketahui secara rinci, mulai dari kendaraan, warna, nomor polisi hingga jumlah barang.

Jika informasi mengenai pengiriman sudah sedetail itu, mengapa ujungnya hanya kurir? Mengapa pemasok dan pengendali tidak ikut diburu?

Informasi lapangan kemudian menyeret nama Husen, yang disebut sumber memiliki hubungan dekat dengan Kasat Resnarkoba Deli Serdang. Klaim tersebut belum terverifikasi dan membutuhkan klarifikasi.

Nama Husen juga disebut warga dalam informasi terkait kepemilikan senjata api jenis shotgun. LK dan KK disebut memiliki senjata yang diduga berasal dari Husen. Bahkan, warga menyebut senjata tersebut diduga dibagikan kepada sejumlah anggota kelompok.

Persoalan semakin menjadi tanda tanya ketika senjata yang disebut pernah diamankan dalam penindakan oleh Kasat Resnarkoba Deli Serdang Kompol Dr. Fery Kusnadi, S.H., M.H., diklaim kemudian diserahkan kembali kepada Husen.

“Senjata itu sempat dirazia dan diamankan. Tapi informasi yang kami dapat, kemudian diserahkan kembali kepada Husen. Kalau benar, atas dasar apa bisa dikembalikan?” ujar sumber.

Keresahan warga semakin memuncak karena mereka menilai dampak narkoba sudah merusak berbagai lapisan masyarakat.

“Tua, muda, remaja semua rusak. Kalau seperti ini terus, apa fungsi aparat? Masa yang jadi korban dan pemakai terus ditangkap, sementara bandar yang membuat barang itu beredar justru tidak tersentuh?” kata warga.

Warga bahkan mempertanyakan kemungkinan adanya hubungan tertentu antara bandar dengan oknum aparat. Mereka mempertanyakan apakah ada pihak yang sengaja membiarkan peredaran tetap berjalan atau bahkan menjadikan bandar tertentu sebagai “mitra kerja”.

Tanggapan keras dari warga, bahwa masyarakat meminta aparat tidak berhenti pada pemakai dan kurir. Jika benar bandar serta pengedar diketahui berada di sekitar lokasi, maka mereka lakukan pengembangan kepada pemasok pengendali,bukan pemakaian yang sudah jadi korban di korbankan lagi demi melindungi bandar dan big boss narkoba nya.

“Kalau serius memberantas, tangkap bandar, bongkar pemasoknya dan putus jalurnya. Jangan cuma mengejar orang yang sudah jadi korban dan melindungi big boss serta pengedar nya” tegas warga.

Warga juga menekankan bukan soal narkoba nya atau berapa orang yang ditangkap. Yang lebih penting adalah siapa yang membuat barang haram itu terus beredar dan siapa yang menikmati keuntungan di balik rusaknya generasi,” tutup warga.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

Operasi Bersih Kampung Aceh: Polda Kepri Amankan 114 Orang dalam Penindakan Narkotika
Kepemimpinan Rico Waas Di Pertanyakan, Kepling Di Medan Terlibat Peredaran Narkoba, Kegagalan Lurah Dalam Fungsi Pengawasan Melekat (Failure of Supervision)
Tini Sekretaris Yayasan Muhammad Zein Siregar Di Duga Hina Profesi Jurnalis, Miliki Bangunan Tinggi Tanpa PBG Dan Dua SPPG Bermasalah
Kasus Dugaan Tabrak Lari Kalteng Dibawa ke DPR RI, Keluarga Korban Desak Komisi III Kawal Kepastian Hukum
Diduga Suruhan Kepsek Intimidasi Wartawan, Tidak Terima Diberitakan Miring Soal Pembangunan Rehabilitasi SD Negeri 100908 Muara Ampolu II Tapsel
Bisnis Gelap Benih Lobster Dibongkar Polisi, Tiga Tersangka Terancam Jerat TPPU
Tiga Kendaraan Saat Pohon Tumbang di Kediaman Ketua DPRD Medan, Bukti Penumpukan Fasiltas Wah Dan Ketimpangan Di Saat Rakyat Susah
Bangunan Di Simpang Juanda Kota Medan Di duga Kebal Hukum, Abai K3 dan Tak Peduli Lingkungan, Drainase Isinya Material Bangunan

Komentar

LINI MASA

Senin, 7 September 2026 - 18:14 WIB

AMARA Sumut Geruduk Poldasu Minta Copot Kapolres Deli Serdang Di Duga Tutup Mata Dengan Peredaran Narkoba Di Tanjung Morawa

Minggu, 6 September 2026 - 16:24 WIB

Operasi Bersih Kampung Aceh: Polda Kepri Amankan 114 Orang dalam Penindakan Narkotika

Minggu, 6 September 2026 - 12:31 WIB

Kepemimpinan Rico Waas Di Pertanyakan, Kepling Di Medan Terlibat Peredaran Narkoba, Kegagalan Lurah Dalam Fungsi Pengawasan Melekat (Failure of Supervision)

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:23 WIB

Tini Sekretaris Yayasan Muhammad Zein Siregar Di Duga Hina Profesi Jurnalis, Miliki Bangunan Tinggi Tanpa PBG Dan Dua SPPG Bermasalah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Kasus Dugaan Tabrak Lari Kalteng Dibawa ke DPR RI, Keluarga Korban Desak Komisi III Kawal Kepastian Hukum

TAJUK HARI INI