Beredar video Di Media Sosial Mengaku Menjarah Mini Market Karena Bantuan Pemerintah Tak Kunjung Datang

- Jurnalis

Minggu, 30 November 2025 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majalahceo.id | Medan – Beredar video seorang laki laki yang mengaku menjarah mini market, didalam video tersebut dirinya mengaku mengambil mie instan, air mineral dan snack karena khilaf dan meminta maaf karena dirinya khilaf.

Didalam Video tersebut lelaki yang melakukan penjarahan mini market juga mengaku bahwa dirinya menjarah mini market karena gak ada uang lagi dan bantuan pemerintah juga tak kunjung datang.

Sebelumnya Beredar rekaman video yang memperlihatkan puluhan orang menjarah salah satu minimarket viral di media sosial. Peristiwa itu disebut terjadi di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara.

ADVERTISEMENT

https://vm.tiktok.com/ZS92GU1aVeC9p-qNqEH/ Postingan ini dibagikan via TikTok Lite. Unduh TikTok Lite untuk menikmati postingan lainnya: https://www.tiktok.com/tiktoklite

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari rekaman terlihat puluhan orang berbondong-bondong memaksa masuk ke satu minimarket lalu mengambil sejumlah barang yang ada di dalam minimarket. Setiap orang yang keluar dari dalam minimarket tersebut selalu membawa sesuatu barang yang diduga berisi makanan.

Peristiwa penjarahan ini diduga karena masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor belum juga mendapat bantuan logistik sementara stok makanan di area yang terdampak banjir sudah habis, sehingga terpaksa menjarah beberapa minimarket.

“Betul, hancur sekali disini, sembako kosong, rumah warga banyak yang hanyut terbawa banjir,” seorang warga Tapteng, Aswan, Sabtu (29/11/2025).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan membenarkan video penjarahan tersebut berada di Kabupaten Tapanuli Tengah.

“Itu ditangani Polres Tapanuli Tengah,” ujar Ferry.

Untuk waktu kejadian penjarahan minimarket tersebut diduga sebelum datangnya bantuan logistik yang dikirim lewat udara.

“Kalau kejadiannya, sepertinya kemarin,”katanya.

BACA SELENGKAPNYA:  Wakil Bupati Tapteng Hadiri Pisah Sambut Kapolres Tapteng

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Blackout Sumatera, Beban Rakyat Bertambah, Genset Dan Sanyo, Krisis Air Bersih di Medan, Direksi Tirtanadi Gak Punya Terobosan
Proyek BRT Korbankan Ribuan Pohon, Komisi IV DPRD Medan Pertanyakan Keberadaan Pohon Yang Di Tebang
Kado Pahit Di Hari Ultah, Aksi “Buka Baju” Ketua FPAN Protes Ke PLN Hingga Info Pasutri Meninggal Dampak Pemadaman Listrik Oleh PLN
Dukung “Medan Asri Bergerak”, Lurah Madras Hulu Adakan Gotong Royong Masal Bersih Lingkungan
Medan Asri Bergerak Wujudkan Medan Bersih, Hijau, Rapi Dan Berkelanjutan Hanya Untuk Kebutuhan Konten Rico Waas, Faktanya?
Kado Pahit Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, 2.700 Pohon Di Tebang Demi Ambisi Proyek BRT Di Kota Medan
Rico Waas “Abaikan” Rekomendasi DPRD Medan, Rapor Merah Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026
PMI Tapanuli Tengah Bersama Hongkong Red Cross Serahkan 110 Paket Sekolah Untuk Siswa Terdampak Bencana di SMK N 1 Badiri

Baca Juga

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:05 WIB

Blackout Sumatera, Beban Rakyat Bertambah, Genset Dan Sanyo, Krisis Air Bersih di Medan, Direksi Tirtanadi Gak Punya Terobosan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:50 WIB

Proyek BRT Korbankan Ribuan Pohon, Komisi IV DPRD Medan Pertanyakan Keberadaan Pohon Yang Di Tebang

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:51 WIB

Kado Pahit Di Hari Ultah, Aksi “Buka Baju” Ketua FPAN Protes Ke PLN Hingga Info Pasutri Meninggal Dampak Pemadaman Listrik Oleh PLN

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:02 WIB

Dukung “Medan Asri Bergerak”, Lurah Madras Hulu Adakan Gotong Royong Masal Bersih Lingkungan

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:47 WIB

Medan Asri Bergerak Wujudkan Medan Bersih, Hijau, Rapi Dan Berkelanjutan Hanya Untuk Kebutuhan Konten Rico Waas, Faktanya?

Tajuk Populer