Majalahceo.id l Medan – Puluhan Massa yang tergabung dalam Forum Pemantau Aparatur Negara (FPAN) menggelar Aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Medan, Selasa (7/4/2026). Mereka mendesak DPRD Kota Medan untuk segera menggunakan Hak Interpelasi terhadap Walikota Medan sebagai bentuk pengawasan terhadap kebijakan dan kinerja pemerintah daerah.
Dalam orasinya, Koordinator Aksi Rahmat meminta penjelasan resmi dan terbuka terkait arah serta capaian pembangunan Kota Medan selama satu tahun masa kepemimpinan Walikota Medan, Rico Waas
“Kami mendesak adanya transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola keuangan daerah, khususnya dalam pengelolaan dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna memastikan tidak adanya penyimpangan,” ungkap Rahmat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, mereka juga meminta penjelasan terkait kinerja birokrasi di lingkungan pemerintah Kota Medan termasuk lambannya penempatan pejabat strategis serta efektifitas koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah
“Dan, yang paling penting, kami meminta klarifikasi resmi terkait surat Edaran Nomor 500.7.1/1540 tentang penataan dan pengelolaan limbah penjualan daging non halal yang telah menimbulkan polemik dan keresahan di tengah masyarakat,” seru Rahmat.
Selanjutnya, mereka juga mendesak Pemerintah Kota Medan untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur dan kualitas pelayanan publik yang berdampak langsung serta dirasakan oleh masyarakat luas.
Terakhir, mereka mendesak DPRD Kota Medan untuk mempertanyakan kebijakan Walikota Medan yang mengeluarkan surat edaran kepada kepala lingkungan (Kepling) terkait pencairan dan pembebanan target terhadap pekerja rentan.
‘Kami menilai kebijakan ini sebagai bentuk tekanan kerja yang tidak manusiawi dan berpotensi mengarah pada praktik eksploitasi terselubung, serta bertentangan dengan Peraturan Walikota mengenai tugas pokok dan fungsi Kepling,” urainya.
Setelah dua jam berorasi, tapi tak satu pun Anggota DPRD Medan yang keluar untuk menemui massa, walau terlihat terparkir mobil-mobil wakil rakyat tersebut di parkiran. Kota Medan.
“Anggota Dewan Pengecut, satupun tak ada yang menerima aspirasi kami. Ingat, kami akan melakukan aksi kembali dengan membawa massa yang lebih besar,” sesal Rahmat.(*)















