Majalahceo.id l Medan – Kemacetan, perubahan arus jalan, dan kepentingan bisnis perusahaan saling berkaitan dalam ekosistem perkotaan, di mana ketidakseimbangan antara kapasitas jalan dan volume kendaraan memicu gangguan produktivitas.
Johan Merdeka, Rahmadsyah, Pingki, Izhar Daulay, Awaluddin Pane Aktifis yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Buruh Indonesia (AMPIBi) mengatakan bahwa Kemacetan terjadi ketika jumlah kendaraan melampaui kapasitas ruas jalan, Selain volume kendaraan tinggi, kemacetan dipicu oleh kurangnya transportasi umum, parkir di badan jalan, kecelakaan, perbaikan jalan, hingga aktivitas komersial (bisnis) di sepanjang jalan.
“Bisnis sering terkonsentrasi di area padat (pusat kota/jalan utama), yang meningkatkan volume lalu, Kemacetan menyebabkan kerugian waktu, pemborosan bahan bakar,” ungkapnya, Jum’at (14/5/2026)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
AMPIBI mengatakan bahwa Perubahan arus di sekitar Sun Plaza (May 2026) diterapkan oleh Satlantas untuk mengurai kemacetan, termasuk pembagian arus menjadi dua bagian di titik tertentu. Rekayasa lalu lintas ini melibatkan pengaturan akses pintu masuk dan penutupan jalan guna mencegah penumpukan kendaraan di kawasan tersebut, namun Faktanya Sun Plaza masih macet,
“Tingginya volume kendaraan di Sun Plaza yang menimbulkan potensi kemacetan di pintu masuk, Pembagian arus dan penutupan akses tertentu di sekitar area Sun Plaza tidak juga bisa mengatasi kemacetan, oleh karena itu kami akan menggelar Aksi Demo meminta Andal Lalin karena Sun Plaza Biang Kemacetan di Kota Medan,” katanya.















