AMPIBI Kecam Rico Waas Perjalanan Dinas Keluar Negeri Di Saat Buruh Perempuan Menjerit, MinyaKita Tembus Rp 22 ribu Dan Upah Murah

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktifis Aliansi Masyarakat Peduli Buruh Indonesia (AMPIBi) Kecam Perjalanan Dinas Rico Waas Walikota Medan ke Luar Negeri (Dok-Foto)

Aktifis Aliansi Masyarakat Peduli Buruh Indonesia (AMPIBi) Kecam Perjalanan Dinas Rico Waas Walikota Medan ke Luar Negeri (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Perjalanan Dinas Rico Waas Keluar Negeri mendapat Kecaman dari Aliansi Masyarakat Peduli Buruh Kota Medan (AMPIBI)

Kecaman terhadap Walikota Medan yang bepergian ke luar negeri di tengah kondisi ekonomi yang memburuk atau masa krisis didasarkan pada kekhawatiran publik terhadap pemborosan anggaran dan hilangnya fokus pelayanan masyarakat.

Pemerintah pusat secara tegas merespons hal ini dengan membatasi mobilitas pejabat publik demi menjaga stabilitas nasional.

Kebijakan utama terkait pembatasan kepala daerah ke luar negeri meliputi:

Penundaan Izin oleh Mendagri:

Kementerian Dalam Negeri secara rutin menunda izin perjalanan dinas maupun pribadi ke luar negeri untuk gubernur, bupati, dan wali kota.

Fokus pada Stabilitas Ekonomi dan Sosial:

Kepala daerah diinstruksikan untuk tetap berada di wilayah masing-masing guna mengawal inflasi, menjaga daya beli masyarakat, dan mengoptimalkan pelayanan publik.

Perjalanan Dinas Rico Waas mencederai perasaan masyarakat yang sedang dalam kesulitan ekonomi.

Johan Merdeka, Izhar Daulay, Pingki, Awaluddin Pane, Rahmadsyah mengatakan bahwa pengetatan aturan ini adalah memastikan para pemimpin daerah hadir langsung di tengah rakyat dan mengelola anggaran daerah secara tepat sasaran.

“AMPIBI mengecam Perjalanan Dinas Walikota Medan Rico Waas di saat Emak emak menjerit Karana MinyaKita Tembus Rp 22 Ribu dan Upah Murah yang masih di rasakan oleh Buruh Kota Medan,” ungkapnya, Sabtu, (16/5/2026)

Sebelumnya, di kutip dari Tribun.com Gubernur Sumut Bobby Nasution, menyindir sikap Wali Kota Medan, Rico Waas yang bepergian ke luar negeri tanpa izin menjadi sorotan hingga viral di media sosial.

Bobby Nasution mendapat informasi Wali Kota Medan pergi ke luar kota, namun ia menyebut ternyata ke luar negeri.

Sindiran semakin tajam ketika Bobby menyinggung adanya oknum pejabat yang diduga tidak jujur mengenai posisi mereka saat sedang tidak bertugas.

Ia memperingatkan agar tidak ada lagi alasan palsu yang disampaikan kepada pimpinan.

“Tadi katanya ke luar kota, tapi ternyata dicek posisinya di luar negeri. Ini yang tidak boleh,” kata Bobby kepada wartawan usai menghadiri Peresmian Koperasi Merah Putih Kecamatan Medan Tuntungan, Sabtu (16/5/2026).

Bobby menegaskan tidak menoleransi pejabat yang nekat bepergian ke luar negeri tanpa izin resmi, terkhusus jika memanipulasi keterangan posisi.

“Tadi Bapak Presiden sudah sampaikan, tidak boleh ke luar negeri tanpa izin. Walaupun itu hari libur atau tanggal merah, tetap harus ada izin,” tegas Bobby Nasution.

Terkait sanksi pelanggaran tersebut, Bobby melemparkannya kepada pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Ia berencana melakukan koordinasi dengan instansi pusat untuk menentukan sanksi yang tepat bagi mereka yang membandel.

“Nanti akan kita koordinasikan dengan Kemendagri terkait sanksinya,” pungkasnya sambil meninggalkan lokasi.

Sementera berita ini diturunkan, pihak dari Wali Kota Medan, Rico Waas belum ada menyampaikan pernyataan resmi apakah memang ke luar negeri atau tidak.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Peringati Hari Jadi Kota Medan ke-436, Massa DPN Gelar Renungan Suci di TMP
Selamat Datang Peserta Rakernas APEKSI di Kota Medan, Semoga Warganya Bisa “Lepas” Dari Kemiskinan
Peringati Harganas ke-33, Wakil Bupati Tapanuli Tengah Tekankan Peran Keluarga sebagai Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045
Bendahara Partai Buruh Sumut Sri Astuti Dan Kader Lainnya “Gantung Baju” Resmi Mundur, Ini Alasannya
Acara GEMES Di Duga Di Korupsi, Acaranya Cuma 3 Jam Habiskan Anggaran Rp 2,5 Miliar, Lukai Hati Warga Miskin Kota
AMPIBI: Ancaman PHK Terhadap 55 ribu Buruh Bentuk Kegagalan Pemerintah Dalam Mengatasi KRISIS EKONOMI
Miris, Euforia APEKSI Di Kota Medan, Sementara Guru Honorer Belum digaji Dan Tufu Serta Serti Tak Cair
Hadiri Syukuran HUT Ke-80 POMAD di Denpom I/2 Sibolga, Wakil Bupati Tapteng Apresiasi Sinergitas Penanggulangan Bencana

Baca Juga

Selasa, 30 Juni 2026 - 22:59 WIB

Peringati Hari Jadi Kota Medan ke-436, Massa DPN Gelar Renungan Suci di TMP

Selasa, 30 Juni 2026 - 00:43 WIB

Selamat Datang Peserta Rakernas APEKSI di Kota Medan, Semoga Warganya Bisa “Lepas” Dari Kemiskinan

Senin, 29 Juni 2026 - 17:40 WIB

Peringati Harganas ke-33, Wakil Bupati Tapanuli Tengah Tekankan Peran Keluarga sebagai Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045

Senin, 29 Juni 2026 - 14:49 WIB

Bendahara Partai Buruh Sumut Sri Astuti Dan Kader Lainnya “Gantung Baju” Resmi Mundur, Ini Alasannya

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:41 WIB

Acara GEMES Di Duga Di Korupsi, Acaranya Cuma 3 Jam Habiskan Anggaran Rp 2,5 Miliar, Lukai Hati Warga Miskin Kota

Tajuk Populer