Majalahceo.id l Medan – Proyek galian kabel bawah tanah oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) kerap dikeluhkan warga karena meninggalkan lubang galian yang lambat ditutup, memicu jalan amblas, serta menyebabkan kemacetan parah akibat penyempitan badan jalan.
Rahmadsyah Ketua Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS) mengatakan dirinya mengatakanbbahwa saat berkendara di simpang Pelangi 🌈 Dekat Simpang MC Donald Jalan Sisingamangaraja Kecamatan Medan Kota dirinya menemukan adanya Proyek Galian APJATEL yang mengeluarkan air berlimpah hingga ke badan jalan.
“Ada Proyek APJATEL yang meresahkan pengguna jalan, ada air berlimpah yang keluar dari Galian dan di biarkan begitu juga sehingga Meresahkan pengguna jalan,” ungkapnya, Senin (17/8/2026)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masalah Utama Proyek Bekas Galian Asal-asalan: Lubang galian sering kali hanya ditimbun tanah longgar tanpa pengaspalan atau pengecoran permanen sehingga mudah amblas saat dilalui kendaraan.
Bahaya Keselamatan: Permukaan jalan yang tidak rata, lubang menganga, dan sisa material galian memicu risiko pengendara motor terperosok atau mengalami kecelakaan.
Kemacetan Lalu Lintas: Aktivitas penggalian di bahu atau badan jalan mempersempit ruas jalan utama yang berujung pada kemacetan panjang.
Lingkungan Kotor: Timbunan tanah dan material di pinggir jalan mengganggu kenyamanan serta estetika kawasan sekitar.
Awas meminta Walikota Medan dan kepolisian secara berkala memanggil pihak pengelola serta memberikan ultimatum agar Apjatel segera merapikan dan menutup seluruh titik galian sesuai standar spesifikasi teknis.
Awas mendesak kontraktor pelaksana tidak mengabaikan pemulihan fasilitas publik dan mempercepat proses penutupan lubang agar kembali aman dilalui.











