Perkembangan Pesat Industri AI Tersemat di China Melahirkan Berbagai Profesi Baru

Pertumbuhan industri ini membuka peluang bagi orang-orang dengan berbagai latar belakang pendidikan

- Penulis Berita

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Wartawan Kritis dan Obyektif
+ Dukung

"Tujuan kami adalah menjembatani robot yang hanya bekerja di laboratorium agar dapat digunakan secara luas di berbagai kebutuhan dunia nyata," ujar Tang. (Dok-Foto)

"Tujuan kami adalah menjembatani robot yang hanya bekerja di laboratorium agar dapat digunakan secara luas di berbagai kebutuhan dunia nyata," ujar Tang. (Dok-Foto)

MAJALAHCEO | BEIJING – Industri kecerdasan buatan tersemat atau embodied AI yang berkembang pesat di China kini melahirkan berbagai peluang karier baru yang sebelumnya belum pernah ada. Pekerjaan mulai dari melatih lengan robot hingga membangun lingkungan simulasi virtual untuk robot inspeksi kini menjadi jalur karier resmi yang diakui pemerintah.

Pada September 2026, Kementerian Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial China bersama instansi terkait resmi menetapkan 11 profesi baru. Dua di antaranya yang paling menonjol adalah teknisi aplikasi robot kecerdasan buatan tersemat dan insinyur kembaran digital. Hal ini menandakan semakin matangnya ekosistem industri robotika dan kecerdasan buatan di negara tersebut.

Di Sevnce Robotics, kawasan Liangjiang New Area, Kota Chongqing, Tang Zixiang bekerja sebagai teknisi aplikasi robot AI tersemat. Tugas utamanya adalah melatih robot agar dapat menjalankan berbagai tugas di dunia nyata. Tang menyesuaikan posisi dan sudut pengatur untuk mensimulasikan beragam kondisi kerja, kemudian menggunakan data yang diperoleh tersebut untuk melatih model kecerdasan buatan. Model yang telah dilatih selanjutnya dipasang pada lengan robot untuk diuji coba dan disempurnakan lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tujuan kami adalah menjembatani robot yang hanya bekerja di laboratorium agar dapat digunakan secara luas di berbagai kebutuhan dunia nyata,” ujar Tang.

Perusahaan tersebut mengembangkan robot khusus untuk kebutuhan industri minyak bumi, kimia, dan kelistrikan. Robot-robot ini dirancang untuk menggantikan atau membantu manusia melakukan pemeriksaan di lingkungan yang berbahaya. Dalam kondisi seperti ini, robot harus mampu beroperasi dengan andal dalam waktu lama tanpa pengawasan terus-menerus. Teknisi harus menetapkan standar kecepatan dan ketepatan, menguji apakah robot dapat memulihkan diri jika terjadi kegagalan, serta menentukan kapan robot harus berhenti atau meminta bantuan manusia.

Sementara itu, profesi insinyur kembaran digital juga berkembang pesat seiring kebutuhan industri. Jiang Lei, yang bekerja di bidang ini, membangun lingkungan virtual tempat robot inspeksi dapat berlatih menjalankan tugas sebelum dikirim ke lokasi sebenarnya. Melalui rekonstruksi tiga dimensi, tim Jiang menciptakan replika digital dari pabrik-pabrik. Robot virtual kemudian dapat berlatih menelusuri rute pemeriksaan serta memastikan kamera pada robot dapat membaca instrumen dengan benar. Setelah tugas teruji di simulasi, barulah program tersebut dipindahkan ke robot fisik.

Metode ini mengubah cara kerja yang sebelumnya memakan waktu lama. Secara tradisional, teknisi harus membawa robot ke lokasi proyek terlebih dahulu untuk memetakan lingkungan, menyusun rute, dan menentukan titik pemeriksaan. Dengan teknologi kembaran digital, persiapan dapat dilakukan lebih dulu di dunia maya, sehingga waktu penyiapan di lokasi berkurang dari dua hingga tiga minggu menjadi hanya dua hingga tiga hari. Simulasi juga menghasilkan data berharga untuk pengujian dan pelatihan algoritma, sehingga mengurangi biaya serta waktu pengumpulan data di lingkungan fisik.

Pertumbuhan industri ini membuka peluang bagi orang-orang dengan berbagai latar belakang pendidikan. Jiang Lei yang berlatar belakang teknik kendaraan beralih dari penelitian kendaraan otonom ke pengembangan robot yang membutuhkan keahlian pemodelan tiga dimensi, pemrograman, dan simulasi. Sementara Tang Zixiang yang menyelesaikan sarjana dan pascasarjana di bidang ilmu komputer menerapkan pembelajaran penguatan dan pembelajaran tiruan dalam melatih robot, sembari terus mendalami ilmu pergerakan dan kendali mesin.

Selain kedua profesi utama tersebut, industri ini juga mendorong kebutuhan tenaga kerja di bidang pengumpulan data, pelatihan model, penugasan sistem, serta operasi dan pemeliharaan perangkat. Data dari Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China menunjukkan bahwa negara tersebut kini memiliki lebih dari 400 model robot manusia dan memproduksi lebih dari 40.000 unit pada semester pertama tahun 2026. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia juga terus dilakukan, di antaranya peluncuran program pelatihan keterampilan tinggi di bidang aplikasi kecerdasan buatan tersemat oleh Universitas Kota Beijing pada Oktober 2026.

Tang Zixiang menyatakan harapannya agar kehadiran robot tidak sekadar menggantikan manusia, melainkan saling melengkapi. “Saya berharap robot dapat mengambil alih pekerjaan yang berbahaya, membosankan, dan berulang, sehingga manusia dapat fokus pada hal-hal yang membutuhkan kreativitas dan empati,” katanya.***

Sumber Berita: Xinhua

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

AI Buka Peluang Baru, Teknologi Digital Dorong UMKM Indonesia Naik Kelas
Samsung Galaxy S26 FE Resmi Hadir: Pindah Data Tanpa Ribet, Performa Kencang dengan Efisiensi Daya Luar Biasa
Microduck: Robot Bebek Mungil yang Langsung Laris Manis Setelah Tampil di Panggung Nvidia
Galaxy A58 Diprediksi Meluncur 2027, Sektor Kamera Belum Banyak Berubah
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max Resmi Meluncur: Kamera 200MP Leica dan Baterai Raksasa 8.500 mAh Jadi Unggulan
Serukan Kehati-hatian: Tokoh Teknologi Mendesak Perlambatan Laju Pengembangan AI Demi Keamanan Global
Buka GFSR Ke-3 dan ADEXCO 2026, Wamen Bappenas dan Deputi BNPB Tekankan Pentingnya Kolaborasi Kebencanaan
iCAR Ramaikan Pasar Mobil Listik di Sumut, Hadirkan iCARV23

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

LINI MASA

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Perkembangan Pesat Industri AI Tersemat di China Melahirkan Berbagai Profesi Baru

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:39 WIB

AI Buka Peluang Baru, Teknologi Digital Dorong UMKM Indonesia Naik Kelas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Samsung Galaxy S26 FE Resmi Hadir: Pindah Data Tanpa Ribet, Performa Kencang dengan Efisiensi Daya Luar Biasa

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:15 WIB

Microduck: Robot Bebek Mungil yang Langsung Laris Manis Setelah Tampil di Panggung Nvidia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Galaxy A58 Diprediksi Meluncur 2027, Sektor Kamera Belum Banyak Berubah

TAJUK HARI INI