Pasca Kebakaran Hebat, Keberadaan PT Agro Ray Mas Di Tolak Warga, PPNS Wasnaker Sumut Dan Poldasu Di Minta Lakukan Penyidikan

- Wartawan

Selasa, 18 November 2025 - 01:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MajalahCeo.Id | Medan – Terkait Kebakaran Hebat yang terjadi Di PT Agro Ray Mas, Rahmadsyah aktifis yang tergabung dalam Persatuan Burih Peduli K3 Sumut minta Poldasu dan PPNS Wasnaker Sumatera Utara minta Sidik PT Agro Ray Mas.

“Kita Minta Hasil Pulbaket PPNS Wasnaker dan Penyelidikan Polisi terkait K3 PT Agro Ray Mas yang terbakar,” ungkapnya, Selasa (18/11/2023)

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Hadi Suhendra, memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) Lintas Komisi bersama Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya Tata Ruang (PKPCKTR), BPJS Kesehatan, Tim Advokasi Sei Mati dan perwakilan PT Agro Ray Mas, di gedung dewan, Senin (17/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam RDP itu, Hadi Suhendra mempersilahkan Tim Advokasi Sei Mati menyampaikan pendapatnya terkait penolakan operasional kembali PT Agro Raya Mas pasca kebakaran hebat pada 23 Juli 2025.

Perwakilan Tim Advokasi Sei Mati, Maju Simamora, menjelaskan adapun alasan penolakan yang dilakukan warga lantaran keberadaan PT Agro Raya Mas tidak berdampak sama sekali kepada warga sekitar pabrik.

“Tidak ada satu pun warga sekitar yang dipekerjakan. Dan izin-izin usaha mereka juga tidak jelas. Limbah mereka mencemari tambak warga dan mengakibatkan ikan warga banyak yang mati. Silahkan Pemko Medan turun ke lokasi untuk membuktikannya,” keluhnya.

Alasannya lainnya, kebakaran hebat yang baru-baru ini terjadi di PT Agro Raya Mas juga masih meninggalkan trauma bagi warga sekitar.

“Bayangkan saja 17 jam warga sekitar bertahan di tengah ketakutan api menyambar ke rumah warga. Tentu kami tidak ingin terulang lagi. Dan kami juga meminta agar intimidasi kepada warga sekitar dihentikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Dua Puluh Hari Pasca Bencana Longsor Berjalan, Warga Parombunan Terima Donasi dari Keluarga Besar kodim 1620/Lombok Tengah

Mendengar keluhan itu, Hadi pun mempertanyakan semua izin PT Agro Raya Mas, termasuk jumlah karyawan yang ditanggung BPJS Ketenagakerjaan.

“Berapa banyak karyawan yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan saat ini? Izin-izinnya juga tolong disampaikan disini,” ucap Hadi.

Perwakilan PT Agro Raya Mas yang hadir dalam RDP pun menjelaskan bahwa saat ini jumlah karyawan yang didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 262 orang.

“Untuk data saat ini 262 orang per November 2025. Untuk izinnya juga ada,” katanya.

Mendengar hal itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Medan, Janses Simbolon, melontarkan kata-kata pedas kepada perwakilan PT Agro Raya Mas. Dengan nada tinggi, Janses menyebut PT Agro Raya Mas perusahaan laknat dan menyampaikan data yang salah soal karyawan yang didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan.

“Kalian Laknat, Laknatullah!! Jangan kalian sampaikan data yang salah disini, saya tahu semua datanya. Saat ini cuma 2 orang yang kalian daftarkan,” cetus Janses.

Janses mengatakan, dirinya terlibat dari awal pembangunan perusahaan tersebut, namun setelah berjalan tidak ada perhatian kepada warga sekitar.

“Dulu sempat ada mediasi dan persetujuan akan ada warga sekitar dipekerjakan. Namun pada kenyataannya hanya 20 orang yang diterima. Selanjutnya dicari kesalahan dan berujung pemecatan kepada 20 orang itu. Jadi saya tahu semua, jangan kalian bohong,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Terima Audiensi Pengurus Ikatan Pelajar Al Washliyah Kota Tanjungbalai.
Minim Perbaikan Sarpras, Pedagang Pusat Pasar Ancam Menunda Pembayaran Kontribusi Ke PUD Pasar Kota Medan
Anrizal Ramaputra Laporkan Akun Facebook Sofya Moureen Terkait Dugaan Hoaks
17 Tahun Tanah Milik Korban Jadi Jalan Perusahaan, Minta Perlindungan Kapolda Sumut Dan Bupati Labuhan Batu
Jelang Hari Buruh May Day 2026, AMPIBI Akan Gelar Aksi Demo Di Kantor Walikota Medan
Patroli Humanis Polres Tapteng Dukung Kenyamanan Jamaah Sholat Jumat
Batal Di Aceh, Konser Dewa 19 Di Gelar Di Medan, Di Duga Abai K3 Rawan Crowd Crush, Dewan K3 Sumut Di Minta Sidak
DPRD Medan Komisi IV Merasa Di Lecehkan Dan Di Lawan, Kendati Sudah Disegel Satpol PP Warkop Wakita Tetap Beroperasi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 06:03 WIB

Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Terima Audiensi Pengurus Ikatan Pelajar Al Washliyah Kota Tanjungbalai.

Selasa, 14 April 2026 - 14:15 WIB

Minim Perbaikan Sarpras, Pedagang Pusat Pasar Ancam Menunda Pembayaran Kontribusi Ke PUD Pasar Kota Medan

Selasa, 14 April 2026 - 13:30 WIB

Anrizal Ramaputra Laporkan Akun Facebook Sofya Moureen Terkait Dugaan Hoaks

Selasa, 14 April 2026 - 05:29 WIB

17 Tahun Tanah Milik Korban Jadi Jalan Perusahaan, Minta Perlindungan Kapolda Sumut Dan Bupati Labuhan Batu

Senin, 13 April 2026 - 23:32 WIB

Jelang Hari Buruh May Day 2026, AMPIBI Akan Gelar Aksi Demo Di Kantor Walikota Medan

Berita Terbaru