Majah CEO | Bandung – Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan asal Rancaekek, Kabupaten Bandung, terus menjadi perhatian publik. Terduga pelaku berinisial TH yang diketahui berprofesi sebagai debt collector kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian setelah ditetapkan sebagai buronan.
Korban berinisial YTT ditemukan dalam kondisi memprihatinkan setelah diduga mengalami penyiksaan dan perampasan kemerdekaan selama kurun waktu yang cukup panjang. Selain mengalami luka fisik, korban juga disebut mengalami gangguan penglihatan akibat tindakan yang diduga dilakukan pelaku.
Berdasarkan informasi yang beredar, hubungan korban dan pelaku bermula setelah keduanya berkenalan dalam sebuah acara musik di Kota Bandung pada tahun 2023. Sejak menjalin hubungan, komunikasi korban dengan keluarga perlahan terputus hingga keberadaannya sulit diketahui.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keluarga mengaku sempat merasa ada kejanggalan setiap kali berkomunikasi dengan korban. Mereka menilai korban berbicara dalam tekanan dan tidak seperti biasanya. Kecurigaan tersebut semakin kuat setelah korban jarang pulang dan sulit dihubungi dalam waktu yang lama.
Penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian akhirnya mengarah kepada TH. Namun saat hendak diamankan, pelaku diduga berhasil melarikan diri dan berpindah-pindah lokasi untuk menghindari penangkapan. Polisi kini terus memburu keberadaannya.
Perkembangan terbaru juga memunculkan dugaan bahwa korban bukan hanya satu orang. Sejumlah informasi yang beredar di media sosial dan pemberitaan lain menyebut adanya perempuan lain yang mengaku pernah mengalami perlakuan serupa dari terduga pelaku. Dugaan tersebut kini menjadi salah satu fokus pendalaman aparat penegak hukum.
Kuasa hukum korban mengapresiasi langkah Polda Jawa Barat yang telah meningkatkan penanganan perkara dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan. Menurut mereka, langkah tersebut menjadi pintu masuk untuk mengungkap seluruh fakta dan pihak-pihak yang mungkin terlibat dalam kasus tersebut.
Masyarakat berharap aparat dapat segera menangkap pelaku agar proses hukum berjalan tuntas dan memberikan keadilan bagi korban. Selain itu, perlindungan terhadap korban dan keluarganya dinilai penting mengingat dampak fisik maupun psikologis yang masih mereka rasakan hingga saat ini.***
















