Majalahceo.id l Medan – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) bersama Dewan Peduli Negeri (DPN) di depan Gedung Menara Mandiri Medan berakhir kondusif. Ketegangan mereda setelah perwakilan massa diterima dengan baik oleh tim Bank Mandiri untuk berdialog dan mendapatkan penjelasan komprehensif terkait sejumlah kasus fraud (kecurangan) besar di Sumatera Utara.
Ketua KSPSI AGN, T.M Yusuf, yang bertindak sebagai perwakilan massa menyampaikan bahwa pihak Bank Mandiri telah membeberkan secara transparan duduk perkara yang selama ini dipertanyakan oleh publik.
“Hari ini kita sudah berdialog dengan Bank Mandiri dan mendapat penjelasan tentang kasus-kasus fraud besar yang ada di Sumut. Di antaranya kasus PT TSI sebesar Rp123,3 miliar dan kasus PT BPSat senilai Rp82 miliar. Kenapa prosesnya begitu. Alhamdulillah, hari ini kita dapat penjelasan, ” ungkap Yusuf usai keluar dari Gedung Menara Mandiri, Rabu (15/7/2026).
Kepada massa aksi dan masyarakat Sumatera Utara, Yusuf memaparkan bahwa pencairan fasilitas kredit hingga proses penanganan aset yang dilakukan oleh Bank Mandiri telah melalui tahapan verifikasi yang panjang dan sesuai dengan regulasi perbankan yang ketat.
“Terkait kenapa bisa cair ke PT BPSat sebesar Rp82 miliar dan kenapa pas dijual harganya menjadi rendah, pihak bank menjelaskan bahwa pada saat kredit diberikan, nilai aset dan stok seluruh aktivitas perusahaan tersebut merupakan satu kesatuan komponen yang dihitung dalam penilaian jaminan. Makannya nilanya mencapai segutu,” jelasnya.
Penjelasan terbuka dari pihak Bank Mandiri ini langsung menyuntikkan rasa aman bagi aliansi massa. Diketahui, aksi tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari Organisasi Rakyat Indonesia (ORI), Dewan Peduli Negeri (DPN), KSPSI AGN SUMUT, Persatuan Buruh (PRABU), Forum Pemerhati Aparatur Negara (FPAN), Aliansi Wartawan Sumatera (AWAS), Ojol Buruh Bersatu (OBB), Serikat Nelayan dan PetaniFront Peduli Wanita, Dewan Mahasiswa Sumatera (DEMASU).
“Setelah mendapatkan penjelasan, kami merasa tenang dan nyaman untuk tetap meletakkan tabungan dan uang kami di seluruh jaringan Bank Mandiri,” tegas Yusuf disambut sorak setuju dari massa yang hadir.
Di akhir penyataannya, Yusuf juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada aparat kepolisian yang bertugas mengamankan jalannya aksi hingga berlangsung damai dan tertib.
“Terima kasih kepada pihak kepolisian, terkhusus Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak yang telah menempatkan personel-personel handal di lapangan. Mereka mampu mensinergikan situasi ini dengan sangat cepat dan humanis sehingga dialog penyerahan aspirasi ini berjalan lancar,” pungkasnya.
Usai memberikan keterangan, massa yang tergabung dalam berbagai aliansi tersebut membubarkan diri secara tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian Polrestabes Medan.











