Pemko Medan Menghamburkan Uang Rakyat di The Hill Sibolangit, Ada Warga Miskin Medan Denai Menjerit Tak Dapat Bansos

- Jurnalis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalis Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Pemko Medan Menghamburkan Uang Rakyat di The Hill Sibolangit, Ada Warga Miskin Medan Denai Menjerit Tak Dapat Bansos (Dok-Foto)

Pemko Medan Menghamburkan Uang Rakyat di The Hill Sibolangit, Ada Warga Miskin Medan Denai Menjerit Tak Dapat Bansos (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Koloborasi Lembaga Investigasi Aktifis dan Media (Kolega) melakukan Kritik terhadap penggunaan anggaran negara untuk rapat atau fasilitas hotel di tengah kesulitan warga miskin yang belum tersentuh bantuan sosial.

Sorotan terhadap efisiensi anggaran perjalanan dinas dan kegiatan Pemko Medan di The Hills Sibolangit di saat warga miskin menjerit tak menerima bantuan pemerintah.

Kolega juga mengkritisi terhadap penggunaan anggaran negara untuk rapat di hotel di tengah kesulitan warga miskin mencerminkan isu ketimpangan alokasi dana publik.

Keluhan mengenai ketepatan sasaran dan distribusi bantuan sosial bagi warga kurang mampu.

Tuntutan pengawasan agar alokasi dana perlindungan sosial benar-benar dirasakan masyarakat bawah.

“Bagi-bagi kue anggaran” dalam konteks ketimpangan alokasi dana publik merujuk pada pembagian porsi APBD yang tidak merata, di mana sebagian besar dana justru terserap oleh rantai pasok besar, vendor korporasi, atau biaya operasional pihak ketiga alih-alih langsung masuk ke kantong warga miskin.

Sebagian besar anggaran program besar mengalir ke pemasok skala besar, logistik, dan vendor di kota ketimbang memberdayakan UMKM atau warga miskin Kota.

Simulasi anggaran menunjukkan alokasi per kapita untuk warga miskin secara teoritis bernilai besar, namun yang sampai ke penerima manfaat terpotong oleh biaya rantai pelaksana.

Munculnya Kegiatan Seluruh Lurah dan Camat Se Kota Medan serta Pejabat dan Walikota Medan di The Hill Sibolangit selamat 3 hari sebagai penyaluran anggaran yang salah sasaran dan pemborosan anggaran di tengah efisiensi anggaran dan rakyat miskin kota Medan menjerit.

Ketimpangan alokasi dana publik yang lebih besar untuk pejabat daripada warga miskin adalah bentuk ketidakadilan anggaran dan bias kebijakan yang memicu kesenjangan sosial serta melemahkan upaya pengentasan kemiskinan.

Dampak dan Bentuk Ketimpangan

Pemborosan Birokrasi: Anggaran terserap untuk kegiatan di The Hill Sibolangit di saat warga Miskin Kota Medan menjerit karena tak dapat bantuan dari pemerintah.

Minimnya Layanan Dasar: Alokasi untuk warga miskin (seperti kesehatan dan pendidikan murah) sering kali kecil.

Hilangnya Kepercayaan: Ketimpangan ekstrem dan kasus penyalahgunaan dana merusak kepercayaan publik.

Awak media menemukan warga Kecamatan Medan Denai yang belum mendapat bantuan apapun dari pemerintah.

Yogi Camat Medan Denai saat di konfirmasi akan melakukan pengecekan terhadap warganya yang belum mendapat bantuan.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

Bantuan Beras Bulog Diberikan kepada 379 Penerima Manfaat di Desa Buayan, Kades Soroti Ketepatan Data
Satu Tahun Di Robohkannya Masjid AL Iqra’ Eks ITM Jalan Gedung Arca Kota Medan, Polisi Di Minta Tangkap Dan Penjarakan Pelaku
Harga Ayam Meroket, Satgas Pangan, TPID Dan UPTD Perlindungan Konsumen Mati Suri, Mafia Kartel Pangan Menari – Nari Diatas Penderitaan Rakyat
Di Saat Kota Medan Kekurangan RTH dan Menuju Go Green, Pemko Medan Kemana? Saat Terjadi Penebangan Pohon Secara Massif Di Sei Asahan
Rekomendasi DPRD Medan Di Duga Dianggap “Sampah”, Dishub Medan Di Duga Hanya Pencitraan/ Kemacetan/ Cctv ATCS Banyak Rusak Dan PAD Parkir Bocor
Proyek di Simpang Juanda Abai K3 Dan Tak Ramah Lingkungan, Disnaker Sumut dan Pemko Medan Di Minta Tindak Tegas
Emak – Emak Menjerit Harga Ayam Meroket Rp 54 Ribu Perkilo Di Kota Medan, Negara Kalah Dengan Mafia Kartel Pangan
Uang Negara Sudah Banyak Terkuras, AWAS Minta Meyli Jadi Whistleblower Utama Bongkar Permainan Dugaan Korupsi Di SPPG Sunggal 2 Kota Medan

LINI MASA

Selasa, 15 September 2026 - 14:05 WIB

Bantuan Beras Bulog Diberikan kepada 379 Penerima Manfaat di Desa Buayan, Kades Soroti Ketepatan Data

Senin, 14 September 2026 - 12:12 WIB

Satu Tahun Di Robohkannya Masjid AL Iqra’ Eks ITM Jalan Gedung Arca Kota Medan, Polisi Di Minta Tangkap Dan Penjarakan Pelaku

Minggu, 13 September 2026 - 20:38 WIB

Harga Ayam Meroket, Satgas Pangan, TPID Dan UPTD Perlindungan Konsumen Mati Suri, Mafia Kartel Pangan Menari – Nari Diatas Penderitaan Rakyat

Minggu, 13 September 2026 - 18:21 WIB

Di Saat Kota Medan Kekurangan RTH dan Menuju Go Green, Pemko Medan Kemana? Saat Terjadi Penebangan Pohon Secara Massif Di Sei Asahan

Minggu, 13 September 2026 - 17:37 WIB

Rekomendasi DPRD Medan Di Duga Dianggap “Sampah”, Dishub Medan Di Duga Hanya Pencitraan/ Kemacetan/ Cctv ATCS Banyak Rusak Dan PAD Parkir Bocor

TAJUK HARI INI

Dari Abu Umamah RA, Rasulullah ﷺ bersabda:
 
"Sesungguhnya malaikat di sebelah kiri mengangkat penanya selama enam jam bagi hamba muslim yang berbuat dosa. Jika ia menyesal dan memohon ampun kepada Allah, maka dosa itu tidak dicatat. Namun jika tidak, maka dosa itu dicatat satu kali."
(HR. Thabrani dalam Al-Mu'jam Al-Kabir & Baihaqi dalam Syu'abul Iman) (Dok-Foto Ilustrasi)

Artikel

Kasih Sayang Allah: Dosa Ditunda Dicatat Selama 6 Jam

Selasa, 15 Sep 2026 - 11:06 WIB