MAJALAH CEO | SUKABUMI, Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi yang digelar pada Sabtu (24/10/2026) menghasilkan keputusan penting bagi arah kepemimpinan partai berlambang pohon beringin tersebut. Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, M.M., akhirnya ditetapkan sebagai ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi untuk masa bakti 2026–2031 melalui mekanisme aklamasi.
Keputusan tersebut menjadi penutup dari dinamika pencalonan yang mewarnai pelaksanaan Musda XI. Forum yang semula menjadi arena penentuan figur pemimpin partai itu akhirnya mengerucut pada satu nama, sekaligus membuka babak baru bagi konsolidasi organisasi Golkar di tingkat Kabupaten Sukabumi.
Budi Azhar Mundur Jelang Musda, Persaingan Berakhir dengan Aklamasi
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perubahan arah pencalonan terjadi menjelang pelaksanaan Musda XI. Budi Azhar Mutawali, S.IP., yang menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi dan sebelumnya masuk dalam bursa kandidat ketua, memutuskan untuk tidak melanjutkan pencalonannya.
Sikap tersebut membuat peta persaingan berubah secara signifikan. Setelah Budi Azhar menyatakan mundur, Asep Japar menjadi satu-satunya kandidat yang tersisa sehingga proses pemilihan berujung pada penetapan secara aklamasi.
Keputusan Budi Azhar untuk tidak meneruskan pencalonan menjadi bagian penting dari dinamika Musda kali ini. Langkah tersebut dinilai dapat membuka ruang bagi konsolidasi internal serta menjaga hubungan antarkader agar tetap berjalan harmonis setelah proses pemilihan kepemimpinan partai.
Pimpinan Golkar Jawa Barat Hadiri Musda XI
Pelaksanaan Musda XI turut dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, H. Daniel Mutaqien Syafiuddin, S.T. Kehadirannya menjadi bagian dari agenda organisasi dalam mengawal proses musyawarah sekaligus memperkuat koordinasi kepartaian di daerah.
Selain itu, kegiatan tersebut diikuti jajaran pengurus partai, pimpinan kecamatan, perwakilan organisasi masyarakat pendiri maupun yang didirikan Partai Golkar, serta para kader dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya Musda sebagai forum evaluasi organisasi, penetapan kepemimpinan, dan penyusunan arah perjuangan partai untuk periode mendatang.
Pembukaan Berlangsung Khidmat, Nilai Kebangsaan Jadi Landasan
Rangkaian kegiatan Musda XI diawali dengan sejumlah prosesi yang menekankan nilai spiritual, kebangsaan, dan komitmen organisasi. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an menjadi pembuka kegiatan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Agenda kemudian diteruskan dengan pembacaan Ikrar Panca Bhakti Partai Golkar. Prosesi tersebut menjadi pengingat bagi para kader mengenai tanggung jawab organisasi dalam menjaga persatuan, memperjuangkan kepentingan masyarakat, serta menjalankan tugas politik sesuai prinsip yang dijunjung partai.
Melalui rangkaian pembukaan itu, Musda XI tidak hanya menjadi forum pemilihan ketua, tetapi juga momentum untuk mempertegas kembali nilai-nilai yang menjadi pedoman bagi seluruh jajaran Partai Golkar.
Kepemimpinan Baru Dihadapkan pada Penguatan Organisasi dan Program Kerakyatan
Terpilihnya Asep Japar untuk memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi periode 2026–2031 membawa sejumlah tantangan organisasi yang perlu dijawab melalui kerja nyata. Penguatan struktur kepengurusan hingga tingkat desa dan kelurahan menjadi salah satu agenda penting untuk menjaga komunikasi antara partai dan masyarakat.
Di samping konsolidasi internal, perhatian terhadap persoalan publik juga menjadi hal yang perlu dikedepankan. Isu pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat, serta pengembangan potensi generasi muda dan perempuan dapat menjadi bagian dari agenda perjuangan politik yang berpihak kepada warga.
Hubungan antara unsur eksekutif dan legislatif juga menjadi perhatian. Dengan Asep Japar sebagai Bupati Sukabumi dan Budi Azhar Mutawali sebagai Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, koordinasi antarlembaga diharapkan tetap berjalan sesuai kewenangan masing-masing, dengan mengutamakan kepentingan masyarakat serta tata kelola pemerintahan yang baik.
Namun, berbagai agenda tersebut memerlukan perencanaan, koordinasi, dan pelaksanaan yang terukur agar tidak berhenti pada komitmen organisasi semata.
Golkar Sukabumi Memasuki Babak Kepemimpinan Baru
Berakhirnya Musda XI menandai dimulainya periode kepemimpinan baru bagi Partai Golkar Kabupaten Sukabumi. Penetapan Asep Japar secara aklamasi sekaligus menjadi momentum untuk merapatkan barisan, memperkuat komunikasi antarkader, dan menyusun langkah organisasi menghadapi agenda politik mendatang.
Ke depan, tantangan utama kepengurusan baru adalah membuktikan bahwa soliditas internal dapat berjalan seiring dengan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kehadiran kader di tengah warga, respons terhadap persoalan sosial, serta konsistensi memperjuangkan aspirasi publik akan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Dengan mengusung semangat pembangunan Sukabumi yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Barokah (MUBAROKAH), kepemimpinan Asep Japar diharapkan mampu membawa Partai Golkar Kabupaten Sukabumi semakin solid dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.***

















Komentar