Akan Gelar Aksi Demo Di Kantor Gubsu, Gaji Pekerja Rp 450 Ribu, Keselamatan Murid SDN 10778 Terancam di Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan

- Jurnalis

Sabtu, 8 November 2025 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MajalahCeo.Id | Medan – Berdasarkan hasil Investigasi awak media, seorang Pekerja Kebersihan di Sekolah SDN 10778 di gaji jauh dibawah UMK Deli Serdang di Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Belum lagi kondisi atap sekolah yang bolong bolong juga mengancam keselamatan murid di sekolah tersebut.

“Sudah sembilan tahun saya bekerja di sekolah SDN 10778 Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan.
awalnya di gaji Rp 500 ribu, sekarang turun menjadi Rp 450, dan khabarnya sekolah ini malah mau di tutup,” Ungkap Masni Lubis Pekerja Kebersihan di SD Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu (8/11/2025)

Rahmadsyah Aktifis yang tergabung dalam Persatuan Buruh Peduli K3 Sumatera Utara (Prabu K3 Sumut) akan menggelar Aksi Demo di kantor Gubsu meminta memanggil Bupati Deli Serdang agar tidak menutup sekolah tersebut dan mengaudit Dana BOS

“Kita akan melakukan Aksi Demo ke kantor Gubsu untuk menolak sekolah di tutup,” katanya.

Sebelumnya, Beberapa waktu yang lalu Puluhan murid SD didampingi para orang tu demo di gedung DPRD dan Kantor Bupati Deli Serdang. Mereka menolak rencana pentupan sekolah karena tidak ada siswanya, Rabu (8/10/2025).

Puluhan pelajar beserta orangtuanya itu datang dengan membawa spanduk dan bermacam tulisan di karton. Tuntutan mereka meminta agar rencana penutupan 3 gedung SD yakni SDN 105293, SDN 106808 dan SDN 101778 di Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan tidak dilakukan.

Disebutkan ada seratus lebih siswa sekolah yang akan regrouping (digabungkan) ke sekolah lain, sementara lahan SD itu akan dijadikan sebagai lahan pembangunan vihara.

Menurut orang tua, jika sekolah itu ditutup, maka anak mereka dipindahkan ke salah satu SDN di Desa Laut Dendang, yang berjarak sekira 4 km.

BACA SELENGKAPNYA:  Wakil Bupati Tapteng Tutup Turnamen Mini Soccer Pandan Cup 2025, Selamat Kepada Pemenang

Menurut mereka, saat ini kondisi sekolah itu sangat memprihatinkan, kursi kurang sehingga harus duduk belajar dilantai, sedang di atas meja bisa duduk bertiga, sedang kamar mandinya pun sudah rusak parah dan menjijikkan.

Selain itu, listrik di sekolah itu sudah diputus, sehingga kalau cuaca gelap, tidak ada lagi sarana penerangan. Saat ini, Kepala Sekolah memaksa agar pelajar pindah ke sekolah lain, dengan alasan sekolah akan regrouping.

Dengan kondisi itu, orang tua meminta perlindungan kepada DPRD Deli Serdang, untuk mencari solusi atas rencana pentutupan sekolah tersebut. Mereka meminta hendaknya gedung sekolah itu direhab sebagaimana layaknya disebut sekolah.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD Deli Serdang, Merry Afrida Sitepu, mengatakan pihaknya akan menidaklanjuti aspirasi orang tua pelajar, dengan melaksanakan RDP (rapat dengar pendapat) memanggil pihak terkait, untuk mencari solusinya.

Sementara di kantor Bupati Deli Serdang, para aksi damai diterima Asisten I Sekdakab bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Zainal Abidin Hutagalung.

Sebelumnya, pada siaran persnya, Pemkab Deli Serdang akan melakukan regrouping terhadap SD Negeri 101778 Medan Estate di Jalan Mesjid, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, akan ditutup.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Deli Serdang, Samsuar Sinaga SPd MSi, Sabtu (4/10/2025), menyebutkan, kedua sekolah tersebut akan dipindahkan ke SD Negeri 106162 Desa Medan Estate Kecamatan Percut Seituan. Begitu pula dengan guru yang akan disebar ke sekolah-sekolah lainnya.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Koalisi Solidaritas Prabowo Gibran Akan Gelar Aksi Demo Minta KPK Periksa PLN Terkait Blackout Sumatera
Stadion Teladan Gagal Jadi Venue Utama AFF U-19 Hingga Di Ingatkan Dewan K3 Sumut Terkait Keamanan Penonton
Dewan K3 Sumut Di Minta Periksa Kadishub Medan Yang Abai K3 Dalam Pekerjaan LPJU
Tahun Pertama Kepemimpinan Masinton – Mahmud, Pemkab Tapanuli Tengah Raih Opini WTP dari BPK RI
Di Saat Rakyat lagi Susah, Pejabat Malah Mempertontonkan Total Tarif Kamar Hotel Rp 5,8 Miliar Selama Kunker di Paris
Sumut Blackout, Aktifis Sumut Geruduk PLN Sumut, Kompensasi Harga Mati
BNI dan Asa yang Tak Boleh Patah di Pematangsiantar
Medan Johor Banjir, Lancar Proyeknya, Banjir Kotanya, Bertambah Harta Pejabatnya
Berita ini 4 kali dibaca

Baca Juga

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:08 WIB

Koalisi Solidaritas Prabowo Gibran Akan Gelar Aksi Demo Minta KPK Periksa PLN Terkait Blackout Sumatera

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:58 WIB

Stadion Teladan Gagal Jadi Venue Utama AFF U-19 Hingga Di Ingatkan Dewan K3 Sumut Terkait Keamanan Penonton

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:54 WIB

Dewan K3 Sumut Di Minta Periksa Kadishub Medan Yang Abai K3 Dalam Pekerjaan LPJU

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:05 WIB

Tahun Pertama Kepemimpinan Masinton – Mahmud, Pemkab Tapanuli Tengah Raih Opini WTP dari BPK RI

Sabtu, 30 Mei 2026 - 03:20 WIB

Di Saat Rakyat lagi Susah, Pejabat Malah Mempertontonkan Total Tarif Kamar Hotel Rp 5,8 Miliar Selama Kunker di Paris

Tajuk Populer