Krisis Logistik Bencana Sumut Dibawa ke Parlemen, KSPSI Desak Dasco Jamin Keamanan dan Akses Jalan

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majalahceo.id | ​Jakarta – Penutupan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Anggota Dewan Pimpinan Pusat (KSPSI AGN) di Istora Senayan, Jakarta, pada Jumat (5/11/2025), menjadi titik krusial di mana isu krisis logistik dan keamanan bencana Sumatera Utara diangkat langsung ke tingkat pimpinan legislatif nasional.

​Dalam momen yang sarat urgensi tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang hadir dalam penutupan acara, langsung berdialog dengan T.M. Yusuf, Ketua KSPSI AGN Sumatera Utara (Sumut), untuk membahas langkah-langkah darurat.

Darurat Akses: Jalur Logistik Terputus Ancam Penyaluran Bantuan

​T.M. Yusuf memaparkan bahwa salah satu kendala terbesar penanganan bencana saat ini adalah kondisi infrastruktur jalan darat yang tertimbun dan terputus. Kondisi ini secara signifikan memutus rantai pasok dan memperlambat laju bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan oleh korban di daerah terpencil.

​”Efektivitas tim tanggap bencana, termasuk Brigade Tanggap Bencana KSPSI yang baru dilepas, sangat bergantung pada akses jalan. Jika jalur utama logistik lumpuh, bantuan terhenti, dan ini mengancam kondisi kemanusiaan di lokasi bencana,” tegas Yusuf.

​Ia secara eksplisit meminta Sufmi Dasco untuk menggunakan kapasitasnya sebagai pimpinan DPR RI agar segera memerintahkan Kementerian/Lembaga (KL) terkait, serta Kepala Daerah di Sumut, untuk mengerahkan alat berat dan sumber daya guna memprioritaskan pembukaan kembali akses jalan darat yang terputus tersebut.

Permintaan ini menyiratkan adanya indikasi lambatnya respons dari otoritas daerah dalam pemulihan infrastruktur vital.

​Isu Krusial: Penjarahan Logistik di Jalur Distribusi

​Isu kedua yang diangkat dan menimbulkan kekhawatiran besar adalah masalah keamanan pengiriman logistik. T.M. Yusuf menyampaikan data di lapangan mengenai insiden penjarahan truk-truk pengangkut sembako di rute kritis.

BACA SELENGKAPNYA:  Suarakan Kejahatan Lingkungan J City Dan City View, Aktifis Ini Diancam Bunuh, Sebut LP Mangkrak Di Polrestabes Medan

​”Kami mendapatkan laporan valid bahwa telah terjadi penjarahan logistik di wilayah rute Tarutung menuju Sidempuan. Ironisnya, tindakan penjarahan ini dilakukan oleh oknum-oknum yang mengaku sebagai korban bencana,” ungkap Yusuf.

​Menanggapi hal ini, T.M. Yusuf mendesak Sufmi Dasco untuk memerintahkan aparat keamanan, baik Kepolisian maupun TNI, untuk memberikan pengawalan ketat dan berlapis pada setiap armada truk bantuan yang melintas di zona rawan.

Tindakan ini dianggap penting untuk menjamin bahwa bantuan, yang berasal dari donasi pekerja dan masyarakat, benar-benar sampai secara utuh dan tepat sasaran kepada korban yang sah.

​Koordinasi tingkat tinggi ini, yang terjadi di tengah hiruk-pikuk penutupan Rapimnas KSPSI, menunjukkan bahwa federasi pekerja mengambil peran aktif tidak hanya dalam memberikan bantuan fisik (seperti yang dilakukan Brigana KSPSI) tetapi juga dalam melakukan advokasi kebijakan dan penjaminan keamanan logistik, memaksa respons cepat dari pemerintah pusat melalui pimpinan legislatif.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Blackout Sumatera, Beban Rakyat Bertambah, Genset Dan Sanyo, Krisis Air Bersih di Medan, Direksi Tirtanadi Gak Punya Terobosan
Proyek BRT Korbankan Ribuan Pohon, Komisi IV DPRD Medan Pertanyakan Keberadaan Pohon Yang Di Tebang
Kado Pahit Di Hari Ultah, Aksi “Buka Baju” Ketua FPAN Protes Ke PLN Hingga Info Pasutri Meninggal Dampak Pemadaman Listrik Oleh PLN
Dukung “Medan Asri Bergerak”, Lurah Madras Hulu Adakan Gotong Royong Masal Bersih Lingkungan
Medan Asri Bergerak Wujudkan Medan Bersih, Hijau, Rapi Dan Berkelanjutan Hanya Untuk Kebutuhan Konten Rico Waas, Faktanya?
Kado Pahit Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, 2.700 Pohon Di Tebang Demi Ambisi Proyek BRT Di Kota Medan
Rico Waas “Abaikan” Rekomendasi DPRD Medan, Rapor Merah Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026
PMI Tapanuli Tengah Bersama Hongkong Red Cross Serahkan 110 Paket Sekolah Untuk Siswa Terdampak Bencana di SMK N 1 Badiri

Baca Juga

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:05 WIB

Blackout Sumatera, Beban Rakyat Bertambah, Genset Dan Sanyo, Krisis Air Bersih di Medan, Direksi Tirtanadi Gak Punya Terobosan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:50 WIB

Proyek BRT Korbankan Ribuan Pohon, Komisi IV DPRD Medan Pertanyakan Keberadaan Pohon Yang Di Tebang

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:51 WIB

Kado Pahit Di Hari Ultah, Aksi “Buka Baju” Ketua FPAN Protes Ke PLN Hingga Info Pasutri Meninggal Dampak Pemadaman Listrik Oleh PLN

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:02 WIB

Dukung “Medan Asri Bergerak”, Lurah Madras Hulu Adakan Gotong Royong Masal Bersih Lingkungan

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:47 WIB

Medan Asri Bergerak Wujudkan Medan Bersih, Hijau, Rapi Dan Berkelanjutan Hanya Untuk Kebutuhan Konten Rico Waas, Faktanya?

Tajuk Populer