“Atas Nama Rakyat”, Pejabat Di Minta Berkantor Di Lokasi Bencana, Rasakan Penderitaan Rakyat

- Jurnalis

Senin, 8 Desember 2025 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majalahceo.id | Medan – Janji atas nama rakyat” adalah ungkapan yang sering digunakan dalam konteks sumpah jabatan atau janji pejabat publik (Presiden, Menteri, PNS) di Indonesia, yang menegaskan bahwa mereka berjanji setia kepada Pancasila, UUD 1945, dan negara, serta akan bekerja untuk kepentingan rakyat dan bangsa, seringkali diucapkan dengan menyebut nama Tuhan, dan melanggar janji ini dianggap berdosa dan merusak amanah rakyat yang diwakilinya, seperti yang diatur dalam UUD 1945 dan peraturan terkait.

Janji atas nama Rakyat ini adalah bentuk pengabdian kepada rakyat yang telah memberikan mandat, memastikan pejabat bertindak demi kepentingan umum, bukan kepentingan pribadi.

Dalam UUD 1945 Pasal 9 (untuk Presiden/Wapres) dan peraturan lain seperti UU ASN serta PP tentang Sumpah/Janji PNS.

Pengucapan sumpah/janji sering kali disertai nama Tuhan (Demi Allah/Atas Nama Tuhan YME), menunjukkan tanggung jawab spiritual dan moral yang besar.

“Minta para pejabat berkantor di lokasi bencana, rasakan penderitaan rakyat,” ungkap Rahmad warga Kota Medan, Selasa (9/12/2025)

Lanjut Rahmad mengatakan Pejabat lihat langsung dampak, paham kesulitan rakyat.

“Keputusan cepat, bantuan tepat sasaran, pejabat gak bisa “main aman” dari kantor, tanggung jawab meningkat,” katanya.

BACA SELENGKAPNYA:  Dinas PPPA Tapteng Selenggarakan Pelayanan Hukum Advokasi Pemenuhan Hak Anak di SMA Negeri 1 Matauli Pandan dan SMP Negeri 1 Pandan

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Blackout Sumatera, Beban Rakyat Bertambah, Genset Dan Sanyo, Krisis Air Bersih di Medan, Direksi Tirtanadi Gak Punya Terobosan
Proyek BRT Korbankan Ribuan Pohon, Komisi IV DPRD Medan Pertanyakan Keberadaan Pohon Yang Di Tebang
Kado Pahit Di Hari Ultah, Aksi “Buka Baju” Ketua FPAN Protes Ke PLN Hingga Info Pasutri Meninggal Dampak Pemadaman Listrik Oleh PLN
Dukung “Medan Asri Bergerak”, Lurah Madras Hulu Adakan Gotong Royong Masal Bersih Lingkungan
Medan Asri Bergerak Wujudkan Medan Bersih, Hijau, Rapi Dan Berkelanjutan Hanya Untuk Kebutuhan Konten Rico Waas, Faktanya?
Kado Pahit Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, 2.700 Pohon Di Tebang Demi Ambisi Proyek BRT Di Kota Medan
Rico Waas “Abaikan” Rekomendasi DPRD Medan, Rapor Merah Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026
PMI Tapanuli Tengah Bersama Hongkong Red Cross Serahkan 110 Paket Sekolah Untuk Siswa Terdampak Bencana di SMK N 1 Badiri

Baca Juga

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:05 WIB

Blackout Sumatera, Beban Rakyat Bertambah, Genset Dan Sanyo, Krisis Air Bersih di Medan, Direksi Tirtanadi Gak Punya Terobosan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:50 WIB

Proyek BRT Korbankan Ribuan Pohon, Komisi IV DPRD Medan Pertanyakan Keberadaan Pohon Yang Di Tebang

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:51 WIB

Kado Pahit Di Hari Ultah, Aksi “Buka Baju” Ketua FPAN Protes Ke PLN Hingga Info Pasutri Meninggal Dampak Pemadaman Listrik Oleh PLN

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:02 WIB

Dukung “Medan Asri Bergerak”, Lurah Madras Hulu Adakan Gotong Royong Masal Bersih Lingkungan

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:47 WIB

Medan Asri Bergerak Wujudkan Medan Bersih, Hijau, Rapi Dan Berkelanjutan Hanya Untuk Kebutuhan Konten Rico Waas, Faktanya?

Tajuk Populer