Majalahceo.id | Medan – Program gotong royong dan sapa warga yang digagas Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas kembali digelar, Sabtu (14/2/26) pagi di Taman Beringin. Sebelum menyapa warga kegiatan ini diawali dengan gotong royong massal di seputaran sungai Babura mulai dari jembatan jalan Mogonsidi hingga bantaran sungai Taman Beringin.
Rahmadsyah Aktifis yang tergabung dalam Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup mengatakan bahwa Sungai Babura mengalami sedimentasi parah dan penyempitan, dirinya ada langkah konkret Rico Waas menyelamatkan sungai yang ada di Kota Medan
“Satu Tahun Kepemimpinan Rico Waas, apa langkah konkret Rico Waas dalam menyelamatkan sungai yang ada di kota medan dari penyempitan dan sedimentasi parah, program sapa warga sungai babura jangan lips service,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lanjut Rahmat mengatakan bahwa Banjir di kota medan yang disebabkan oleh sedimentasi parah (pendangkalan) dan penyempitan sungai adalah salah satu dampak paling umum dari kerusakan lingkungan, baik faktor alam maupun ulah manusia. Kondisi ini membuat sungai kehilangan kapasitas alirannya.
“Para Kapitalis membangun tembok tanpa izin di kawasan sempadan sungai tanpa ada penindakan apapun sehingga sungai mengalami penyempitan dan sedimentasi parah lalu warga yang merasakan dampak yaitu banjir yang menghantam rumah warga,” katanya.
Sebelumnya, Berbeda dengan biasanya Wali Kota Medan Rico Waas meninjau gotong royong dengan menggunakan perahu karet. Peninjauan itu dilakukan untuk melihat langsung kondisi sungai sekaligus memastikan titik-titik yang berpotensi menimbulkan persoalan, terutama pasca banjir yang sempat melanda beberapa waktu lalu.
Usai menyusuri sungai dan meninjau gotong royong, Rico Waas melakukan kegiatan sapa warga dan membuka sesi dialog terbuka. Sapa warga ini menjadi ruang dialog langsung antara pemimpin dan masyarakat.
“Kita berkeliling ke kecamatan-kecamatan untuk gotong royong bersama dan sapa warga. Fungsinya menyerap aspirasi secara langsung. Kita duduk, tanya jawab, apa kira-kira harapan Bapak dan Ibu sekalian, apapun itu kita serap,” kata Rico Waas.
Dalam sapa warga tersebut hadir Anggota DPRD Medanu Iswanda Nanda Ramli dan Rizki Lubis, unsur Forkopimda dan jajaran Pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan.
Salah seorang warga Kelurahan Anggrung, Hutahean, ketika sesi dialog terbuka mengatakan warga disini mengeluhkan pohon tumbang di sekitar sungai Babura, tepatnya di belakang Gereja Elim. “Pohon tumbang yang sudah terjadi berbulan-bulan tersebut sampai saat ini belum diangkat sehingga menyebabkan penumpukan sampah dan bisa berakibat banjir”, kami mohon pak Wali untuk dapat dinas terkait membereskan persoalan tersebut”, jelasnya.
Selain itu, Rehana warga lainnya juga menyampaikan keluhannya dengan meminta perbaikan jalan rusak di kawasan Teuku Umar, belakang Sun Plaza hingga tembus ke Pasar Muara Takus. “Jalan tersebut rusak pak Wali, kami mohon diperbaiki “, ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Rico Waas mengatakan bahwa keluhan dari warga telah dicatat dan segera menginstruksikan kepada dinas terkait agar mengecek dan melakukan perbaikan.
Rico juga menyampaikan bahwa dirinya baru saja menghadiri undangan dari Kemendagri, Mensos, dan Menpan RB terkait bantuan sosial. Ia memastikan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Dinas Sosial akan terus berkoordinasi dengan kementerian guna memastikan bantuan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menanggapi keluhan yang disampaikan Hutahean, Rico Waas menyatakan persoalan tersebut akan segera ditindaklanjuti dan pihaknyauu akan berkoordinasi dengan Badan Wilayah Sungai (BWS) Medan, dan berencana menurunkan alat berat dari dinas SDABMBK untuk membersihkan sampah-sampah yang ada di sungai.
“Saya juga mengingatkan masyarakat, untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memperparah penyumbatan aliran sungai”, Jelas Rico Waas sembari menanggapi keluhan Rehana yang berjanji akan mengecek langsung kondisi jalan yang dilaporkan warga tersebut.
Usai menyapa dan berdialog dengan warga, Wali Kota Medan Rico Waas melakukan aksi penanaman pohon di bantaran sungai Babura.














