Lemahnya Kordinasi Mitigasi Bencana Kebakaran, Camat Medan Area Harus Bertanggung Jawab Atas Tewasnya Lansia Korban Kebakaran

- Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lemahnya Kordinasi Mitigasi Bencana Kebakaran, Camat Medan Area Harus Bertanggung Jawab Atas Tewasnya Lansia Korban Kebakaran (Dok-Foto)

Lemahnya Kordinasi Mitigasi Bencana Kebakaran, Camat Medan Area Harus Bertanggung Jawab Atas Tewasnya Lansia Korban Kebakaran (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Lemahnya Camat Medan Area Dalam Kordinasi dalam mitigasi bencana kebakaran yang berujung pada tewasnya kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) umumnya disebabkan oleh ketiadaan sistem peringatan dini khusus kelompok rentan, lambatnya penataan kawasan padat penduduk dan infrastruktur darurat seperti minimnya hidran mandiri, serta kurangnya edukasi evakuasi bagi warga lanjut usia.

Mirisnya, dalam kejadian ini, seorang lansia bernama Amoy (73) tahun menjadi korban karena diduga terjebak dalam kobaran api.

Peristiwa kebakaran melanda permukiman warga di Jalan Bingkarung, Lingkungan II, Kelurahan Pandau Hulu II, Kecamatan Medan Area, Sabtu (8/8/2026) pagi.

Faktor Utama Kelemahan Mitigasi

Infrastruktur Darurat Minim: Kurangnya akses alat pemadam api ringan (APAR) dan hidran mandiri di gang-gang permukiman padat.

Kabel Utilitas Berantakan: Lambatnya penataan kabel listrik semrawut yang sering memicu korsleting.

Abaikan Kelompok Rentan: Tidak adanya data spesifik dan jalur evakuasi khusus bagi warga lansia atau penderita disabilitas di tingkat Lingkungan.

Respons Komunitas Lemah: Belum meratanya pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) tingkat basis untuk penanganan awal sebelum petugas tiba.

Peristiwa kebakaran melanda permukiman warga di Jalan Bingkarung, Lingkungan II, Kelurahan Pandau Hulu II, Kecamatan Medan Area, Sabtu (8/8/2026) pagi.

Informasi diperoleh, kebakaran ini berlangsung pada pukul 07.50 WIB. Saat kejadian, api yang muncul dari salah satu rumah dengan cepat membesar dan merembet ke rumah lainnya.

Warga yang mengetahui kejadian ini langsung berupaya menghubungi petugas Pemadam Kebakaran agar api tidak semakin menjalar ke rumah penduduk.

Sementara, korban yang rumahnya terbakar, berupaya menyelamatkan harta benda agar tidak ikut hangus dilahap si Jago merah.

Mirisnya, dalam kejadian ini, seorang lansia bernama Amoy (73) tahun menjadi korban karena diduga terjebak dalam kobaran api.

Manager Pusdalops-PB BPBD Kota Medan, Anwar Fakhrizal Nasution dalam keterangannya menyampaikan, lima rumah yang terbakar tersebut mengalami kerusakan sekitar 30-90 persen.

“Dalam kejadian ini satu orang meninggal dunia atas nama Amoy,” katanya.

Saat ini, lanjutnya, api sudah berhasil dipadamkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan pada pukul 09.30 WIB. Sementara jenazah korban sudah dievakuasi.

“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib,” tandasnya.

Lemahnya koordinasi Camat dalam mitigasi bencana kebakaran sering terjadi akibat minimnya pelibatan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tidak adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) tingkat wilayah, serta lambatnya komunikasi lintas sektor antara kelurahan, pemadam kebakaran, dan BPBD.Penyebab

Lemahnya Koordinasi

Kurangnya Sosialisasi: Rendahnya edukasi pencegahan dan bahaya kebakaran kepada warga di permukiman padat.

Absennya Pemetaan Risiko: Wilayah rawan dan akses jalan sempit sering kali tidak terdata dengan baik di tingkat kecamatan.

Pasifnya Forkopimcam: Pola kerja sektoral membuat sinergi dengan Koramil dan Polsek kurang optimal sebelum terjadi bencana.

Ketiadaan Jalur Komunikasi Cepat:

Hambatan teknis dalam melaporkan kejadian darurat secara cepat ke Dinas Pemadam Kebakaran.

Dampak di LapanganRespon Terlambat: Petugas pemadam kesulitan menjangkau lokasi akibat macet atau akses jalan yang tidak diatur warga.

Kepanikan Massal: Warga tidak tahu jalur evakuasi atau cara awal memadamkan api ringan (APAR).

Kerugian Meluas: Penanganan yang lambat memperparah jumlah kerugian harta benda dan korban jiwa.

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Kok Bisa?, THM Helen’s Night Mart Beroperasi Kembali Setelah Sebelumnya Di Segel dan Di Police Line Oleh Polrestabes Medan, Kolega: Merdeka Setengah Tiang
Ada Apa? Pengusaha Showroom Jalan Nibung Medan Petisah Tak Pasang Bendera Merah Putih Di Bulan Kemerdekaan RI Ke – 81
Pa Kabar?, LP Tariq Nabi Mangaratua Batubara, Sekjen DPP GRIB Jaya Telepon Kapolrestabes Medan
Kado Pahit Di Hari Kemerdekaan RI ke -81, Rico Waas Abaikan Rekomendasi DPRD Medan Bongkar Tembok City View Yang Menyengsarakan Warga
PAD Bocor, Pemko Medan Dan Pansus PAD Jangan Tutup Mata, Bangunan Di Gedung Arca Di Duga Tanpa PBG, Abai K3 Dan Robohkan Masjid Al Iqra’ ITM
Forum Pemerhati Aparatur Negara Apresiasi Wali Kota Medan Nonaktifkan Lurah Kampung Aur
Berada Di Kawasan Banjir Dan Dekat TPU, Kolega Minta SPPG Jalan Titi Papan Sei Sikambing D, Medan Petisah Di Duga Milik Prof Ridho Di Suspend
PAMPKP Sumut Pertanyakan Sikap Ketua DPRD Kota Medan Terkait Proses Hukum Anggota DPRD Berinisial AT

Baca Juga

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:03 WIB

Lemahnya Kordinasi Mitigasi Bencana Kebakaran, Camat Medan Area Harus Bertanggung Jawab Atas Tewasnya Lansia Korban Kebakaran

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:04 WIB

Kok Bisa?, THM Helen’s Night Mart Beroperasi Kembali Setelah Sebelumnya Di Segel dan Di Police Line Oleh Polrestabes Medan, Kolega: Merdeka Setengah Tiang

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:51 WIB

Ada Apa? Pengusaha Showroom Jalan Nibung Medan Petisah Tak Pasang Bendera Merah Putih Di Bulan Kemerdekaan RI Ke – 81

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Pa Kabar?, LP Tariq Nabi Mangaratua Batubara, Sekjen DPP GRIB Jaya Telepon Kapolrestabes Medan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:24 WIB

Kado Pahit Di Hari Kemerdekaan RI ke -81, Rico Waas Abaikan Rekomendasi DPRD Medan Bongkar Tembok City View Yang Menyengsarakan Warga

Tajuk Populer