Miris, Pasca Di Demo DPN, Sekdis Pendidikan Sumut Malah Di Beri Jabatan Kadisbudparekraf Sumut, AWAS: Melukai Hati Buruh Dan Orang Tua Murid

- Reporter

Senin, 21 September 2026 - 13:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Wartawan Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Miris, Pasca Di Demo DPN, Sekdis Pendidikan Sumut Malah Di Beri Jabatan Kadisbudparekraf Sumut, AWAS: Melukai Hati Buruh Dan Orang Tua Murid (Dok-Foto)

Miris, Pasca Di Demo DPN, Sekdis Pendidikan Sumut Malah Di Beri Jabatan Kadisbudparekraf Sumut, AWAS: Melukai Hati Buruh Dan Orang Tua Murid (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Di saat Aktifis Perempuan Buruh Masuk Rumah Sakit karena mendapat Represifitas oleh Satpam Disdik Sumut saat menyampaikan aspirasi bersama Dewan Peduli Negeri (DPN) dan Sekdis tak sanggup mengawal kebjikan Bobby Nasution menggratiskan biaya SPP di sekolah negeri dan membersihkan pungli di sekolah negeri, Terang Dewi Susantri Ujung malah mendapat jabatan menjadi Kadisbudparekraf Sumut

Rahmadsyah Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS) mengatakan bahwa pemberian jabatan kepada Sekretaris Dinas Pendidikan Sumatera Utara menjadi Kadis yang dianggap gagal atau kontroversial memicu kekecewaan mendalam dan mencederai rasa keadilan masyarakat.

“Apa prestasi Sekretaris Dinas Pendidikan Sumatera Utara, kami menilai gagal kok malah di beri Jabatan Kadis, ini melukai hati buruh dan orang tua murid,” ungkapnya, Senin (21/9/2026)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sistem pengangkatan jabatan publik atau politik, keputusan tersebut sering kali dipengaruhi oleh berbagai dinamika yang kompleks, yang terkadang terlihat kontradiktif dengan harapan pemilih atau warga negara.

Secara umum, ada beberapa faktor mendasar mengapa situasi seperti ini dapat terjadi dalam dunia tata kelola pemerintahan dan politik:

Kompromi Politik dan Koalisi: Dalam sistem demokrasi atau pemerintahan berbasis koalisi, jabatan sering kali didistribusikan sebagai bagian dari kesepakatan politik untuk menjaga stabilitas pemerintahan, terlepas dari rekam jejak popularitas figur tersebut di mata publik.

Perbedaan Standar Evaluasi: Indikator keberhasilan seorang pejabat bagi pembuat keputusan (seperti loyalitas, kemampuan konsolidasi internal, atau kontribusi partai) sering kali berbeda dengan indikator penilai masyarakat (seperti kesejahteraan nyata dan kebijakan yang pro-rakyat).

Ketiadaan Mekanisme Meritokrasi yang Ketat: Belum semua posisi publik menerapkan sistem berbasis kinerja (merit system) yang transparan, sehingga faktor subjektif atau kedekatan personal masih memegang peran kuat.

Sebelumnya di beritakan, Buruh perempuan di Indonesia kerap menghadapi tantangan berlapis ketika membawa aspirasi mereka ke ruang publik, mulai dari represi aparat hingga benturan dengan norma patriarki.

Ketika menyuarakan hak-hak normatif, gerakan kolektif mereka sering kali diredam atau direspons secara intimidatif oleh struktur kekuasaan.

Hal itu di rasakan oleh Aktifis Buruh Perempuan yang tergabung dalam Dewan Peduli Negeri, alih alih di dengar Aspirasinya oleh Kadis Pendidikan Utara, aktifis buruh perempuan ini malah mendapat tindakan tidak Humanis dan represif oleh Satpam di Dinas Pendidikan Sumatera Utara.

Rahmadsyah Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS) meminta Kapolri untuk melakukan Blacklist terhadap Fedriansyah Lubis Vendor PT BWG Satpam Di Dinas Pendidikan Sumatera Utara yang telah melukai hati Buruh dengan melakukan tindakan Represif kepada aktifis buruh perempuan sehingga masuk ke Rumah Sakit.

“AWAS minta Fedriansyah Lubis Vendor Satpam BWG Disdik Sumut di Blacklist karena sudah melukai hati buruh perempuan, pelanggaran Perkap hingga tindakan represif membuat aktifis buruh perempuan masuk rumah sakit,” ungkapnya, Minggu (20/9/2026)

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara adalah Ibu Terang Dewi Susantri Ujung, S.STP., M.P.A malah memilih bungkam saat di konfirmasi awak media terkait tindakan Represif Satpam yang menyebabkan Aktifis Perempuan masuk rumah sakit.

“Seharusnya sesama perempuan Sekretaris Dinas Pendidikan bukan malah bungkam, tapi hadir di tengah tengah keresahan buruh perempuan yang ingin menyampaikan aspirasinya terkait dunia pendidikan yang terasa berat di rasakan kaum marjinal di Sumatera Utara,” katanya.

Rahmadsyah mengatakan bahwa Direktorat Binmas (Dirbinmas) Polda memiliki wewenang penuh untuk memeriksa vendor atau Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) yang diduga melanggar ketentuan pengamanan.

Berdasarkan regulasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), pengawasan terhadap vendor penyedia personil keamanan (satpam/Pam Swakarsa) berada di bawah pembinaan Binmas.

Rahmadsyah Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS) mengatakan bahwa berdasarkan hasil Investigasi Tim AWAS bahwa di temukan pelanggaran SOP pengamanan unjuk rasa oleh Fedriansyah Lubis vendor BWG Satpam Di Dinas Pendidikan Sumatera Utara sampai mengakibatkan pendemo perempuan tak sadarkan diri dan di rawat di Rumah Sakit akibat tindak Represifitas Satpam BWG.

Langkah penindakan dan dasar hukum yang berlaku adalah sebagai berikut:

Dasar Hukum Pemeriksaan Vendor oleh Binmas Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa:

Mengatur bahwa Dirbinmas Polda bertanggung jawab atas pengawasan, pembinaan, serta pemberian rekomendasi operasional bagi BUJP/vendor keamanan di wilayah hukumnya.

Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2012 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan, Pengamanan, dan Penanganan Perkara Penyampaian Pendapat di Muka Umum:

Menegaskan bahwa pengamanan unjuk rasa harus mengutamakan prinsip HAM, tindakan proporsional, tanpa kekerasan berlebih, dan larangan penggunaan senjata api/tajam secara sembarangan.

2.Sanksi Administratif dan Operasional bagi Vendor

Melalui hasil pemeriksaan Dirbinmas, vendor yang terbukti melanggar aturan pengamanan dapat dikenakan sanksi administratif berat, meliputi: Pembekuan atau pencabutan Surat Izin Operasional (SIO) BUJP.

Pembatalan rekomendasi izin usaha dari Korbinmas Baharkam Polri.

Daftar hitam (blacklist) perusahaan sehingga tidak dapat lagi menyediakan jasa pengamanan untuk proyek publik maupun privat

“AWAS Minta Kepada Dirbinmas Poldasu agar Fedriansyah Lubis Vendor Satpam BWG Disdik Sumut di Blacklist karena melakukan tindakan represif kepada pendemo perempuan sehingga mengakibatkan pendendemo perempuan tersebut di rawat di Rumah Sakit,” ungkapnya, Sabtu (19/9/2026).

Berdasarkan Informasi yang di himpun awak media Febriansyah Lubis dekat dengan pejabat, seperti Topan Ginting, Afif Abdillah Ketua Partai Nasdem, bahkan berdarah Khabar bahwa tempat latihan satpam di gerebek oleh KPK.

Awak media mencoba konfirmasi kepada Fedriansyah Lubis melalui pesan WA namung hingga saat ini tak di balas.

"Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari" "Follow"

LINI MASA

Apresiasi Kepada Rommy Van Boy Anggota DPRD Medan Tindak Lanjuti Aspirasi Pedagang Kuliner Pagaruyung Little India Kampung Madras, Berikan Solusi Terbaik
UMKM Kuliner Pagaruyung, Merasa di Anak Tirikan, Bukannya Di Bina Malah Mau Di Binasakan, Tidak Pernah Di Undang Program Sapa Warga Rico Waas Di Kecamatan Medan Petisah
Legitimasi Satpol PP Kota Medan Di Pertanyakan, Tajam Kepada Kawasan Kuliner Pedagang Pagaruyung Di Little India Kampung Madras, Tumpul Ke Bangunan Tanpa PBG
Amran Pedagang Martabak India Muslim Sebut Jangan Gusur Kami, Puluhan Tahun Ida Waas Mamaknya Rico Waas Sering Belanja Ke Kawasan Kuliner Pagaruyung di Medan
Rencana Kerja Penetapan RKPDes Cimahi 2027, Susun Kegiatan Akhir Masa Jabatan Kepala Desa
Di Duga Abai K3, Disnaker Sumut Dan Dewan K3 Di Minta Periksa Asrama Bidan di Deli Serdang Terbakar, 2 Ruangan di Lantai 4 Hangus
Eks Pimpinan KPK Sebut Ada Peristiwa Pidana Di Lapas “Wah” Cibinong Dan Ada Upaya Penghilangan Barang Bukti
Melawan Lupa, Satpol PP Kota Medan Jangan Main Gusur, Kuliner Pagaruyung Sudah Sesuai Perda Kota Medan No.5 Tahun 2022 Tentang Penetapan Zonasi Aktivitas PKL

LINI MASA

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Apresiasi Kepada Rommy Van Boy Anggota DPRD Medan Tindak Lanjuti Aspirasi Pedagang Kuliner Pagaruyung Little India Kampung Madras, Berikan Solusi Terbaik

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:10 WIB

UMKM Kuliner Pagaruyung, Merasa di Anak Tirikan, Bukannya Di Bina Malah Mau Di Binasakan, Tidak Pernah Di Undang Program Sapa Warga Rico Waas Di Kecamatan Medan Petisah

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Legitimasi Satpol PP Kota Medan Di Pertanyakan, Tajam Kepada Kawasan Kuliner Pedagang Pagaruyung Di Little India Kampung Madras, Tumpul Ke Bangunan Tanpa PBG

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Amran Pedagang Martabak India Muslim Sebut Jangan Gusur Kami, Puluhan Tahun Ida Waas Mamaknya Rico Waas Sering Belanja Ke Kawasan Kuliner Pagaruyung di Medan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Rencana Kerja Penetapan RKPDes Cimahi 2027, Susun Kegiatan Akhir Masa Jabatan Kepala Desa

TAJUK HARI INI