Rakyat Menjerit, Ekonomi Sulit, LSM Penjara Indonesia Kota Medan Akan Gelar Mimbar Orasi Rakyat Di Car Fre Day Kota Medan

- Reporter

Selasa, 22 September 2026 - 01:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Wartawan Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Rakyat Menjerit, Ekonomi Sulit, LSM Penjara Indonesia Kota Medan Akan Gelar Mimbar Orasi Rakyat Di Car Fre Day Kota Medan (Dok-Foto)

Rakyat Menjerit, Ekonomi Sulit, LSM Penjara Indonesia Kota Medan Akan Gelar Mimbar Orasi Rakyat Di Car Fre Day Kota Medan (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Di tengah situasi ekonomi yang sulit dan lonjakan harga pangan, Dua Aktifis Kota Medan, Bang Bhoy dan Rahmadsyah akan menggelar Mimbar Orasi rakyat Menjerit menjadi wadah krusial untuk menyuarakan aspirasi, keluh kesah, serta tuntutan masyarakat secara terbuka dan akan di gelar di Car Free Day Kota Medan, serta pembagian sarapan bubur gratis.

Bang Bhoy Ketua LSM Penjara Indonesia Kota Medan di dampingi Rahmadsyah mengatakan bahwa Poin Utama dalam kegiatan Mimbar Orasi Rakyat Menjerit dikarenakan beban hidup Meningkat

‘Kenaikan harga bahan pokok (seperti beras, minyak goreng, dan cabai) yang tidak sebanding dengan pertumbuhan pendapatan masyarakat serta desakan kepada pemerintah untuk mengendalikan inflasi, memberantas mafia pangan, dan menjaga stabilitas harga di pasar, menjadi tema utama dalam Mimbar Orasi Rakyat Menjerit” ungkapnya, Selasa, (22/4/2026)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjut Bang Bhoy di dampingi Rahmadsyah mengatakan bahwa permintaan agar program bantuan sosial (bansos) disalurkan secara tepat sasaran tanpa adanya politisasi atau korupsi, serta desil yang menghancurkan masyarakat

“Mimbar Orasi Rakyat Menjerit adalah bentuk kebebasan berpendapat adalah hak konstitusional yang dilindungi undang-undang untuk mengingatkan pembuat kebijakan, Hari ini kita berkumpul bukan untuk mengeluh, tapi menuntut hak paling dasar: isi piring yang terjangkau!”, katanya.

Bang Bhoy di dampingi Rahmadsyah juga mengatakan bahwa Ibu rumah tangga menangis di pasar, sementara upah buruh dan pekerja mandiri stagnan.

“Dalam Giat Mimbar Orasi Rakyat Menjerit bisa mendapatkan poin solusi secara tegas dan jelas kepada pemangku kebijakan, kami menuntut operasi pasar yang jujur, subsidi tepat sasaran, dan penurunan harga pokok sekarang juga, Panjang umur perjuangan rakyat!, Mari kawal suara ini dengan damai dan bermartabat!”,’ ujarnya.

Dalam Keterangan Persnya Bang Bhoy di dampingi Rahmadsyah mengayakan bahwa penyampaian aspirasi di muka umum di Indonesia dilindungi oleh UU No. 9 Tahun 1998., dirinya berharap mimbar orasi berjalan efektif dan mendapat simpati publik, dan dirinya akan memastikan aksi dilakukan secara damai, menjaga fasilitas umum, serta mematuhi prosedur pemberitahuan kepada pihak berwajib.

“Dimana peran pemerintah pusat dan daerah ketika masih ada nya kaum dhuafa ibu dan anaknya tidur di emperan toko, fakir miskin anak jalanan pengemis pengamen yang susah makan dan susah untuk mendapatkan pendidikan, banyaknya CSR perusahaan yang kita tidak ketahui kemanah arah yang dibagikan,” pungkasnya.

"Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari" "Follow"

LINI MASA

Apresiasi Kepada Rommy Van Boy Anggota DPRD Medan Tindak Lanjuti Aspirasi Pedagang Kuliner Pagaruyung Little India Kampung Madras, Berikan Solusi Terbaik
UMKM Kuliner Pagaruyung, Merasa di Anak Tirikan, Bukannya Di Bina Malah Mau Di Binasakan, Tidak Pernah Di Undang Program Sapa Warga Rico Waas Di Kecamatan Medan Petisah
Legitimasi Satpol PP Kota Medan Di Pertanyakan, Tajam Kepada Kawasan Kuliner Pedagang Pagaruyung Di Little India Kampung Madras, Tumpul Ke Bangunan Tanpa PBG
Amran Pedagang Martabak India Muslim Sebut Jangan Gusur Kami, Puluhan Tahun Ida Waas Mamaknya Rico Waas Sering Belanja Ke Kawasan Kuliner Pagaruyung di Medan
Rencana Kerja Penetapan RKPDes Cimahi 2027, Susun Kegiatan Akhir Masa Jabatan Kepala Desa
Di Duga Abai K3, Disnaker Sumut Dan Dewan K3 Di Minta Periksa Asrama Bidan di Deli Serdang Terbakar, 2 Ruangan di Lantai 4 Hangus
Eks Pimpinan KPK Sebut Ada Peristiwa Pidana Di Lapas “Wah” Cibinong Dan Ada Upaya Penghilangan Barang Bukti
Melawan Lupa, Satpol PP Kota Medan Jangan Main Gusur, Kuliner Pagaruyung Sudah Sesuai Perda Kota Medan No.5 Tahun 2022 Tentang Penetapan Zonasi Aktivitas PKL

LINI MASA

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Apresiasi Kepada Rommy Van Boy Anggota DPRD Medan Tindak Lanjuti Aspirasi Pedagang Kuliner Pagaruyung Little India Kampung Madras, Berikan Solusi Terbaik

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:10 WIB

UMKM Kuliner Pagaruyung, Merasa di Anak Tirikan, Bukannya Di Bina Malah Mau Di Binasakan, Tidak Pernah Di Undang Program Sapa Warga Rico Waas Di Kecamatan Medan Petisah

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Legitimasi Satpol PP Kota Medan Di Pertanyakan, Tajam Kepada Kawasan Kuliner Pedagang Pagaruyung Di Little India Kampung Madras, Tumpul Ke Bangunan Tanpa PBG

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Amran Pedagang Martabak India Muslim Sebut Jangan Gusur Kami, Puluhan Tahun Ida Waas Mamaknya Rico Waas Sering Belanja Ke Kawasan Kuliner Pagaruyung di Medan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Rencana Kerja Penetapan RKPDes Cimahi 2027, Susun Kegiatan Akhir Masa Jabatan Kepala Desa

TAJUK HARI INI