Majalahceo.id l Medan – Berdasarkan amatan awak media, kemacetan dan parkir berlapis kerap terjadi di Kota Medan, khususnya di Jalan S.Parman Sekolah Santo Thomas Kelurahan Petisah Tengah.
Tak satupun petugas dishub Kota Medan maupun satlantas Polrestabes Medan. Saat kemacetan dan parkir berlapis di lokasi Jalan S.parman Santo Thomas.
Koloborasi Lembaga Investigasi Aktifis dan Media meminta Kadishub Kota Medan dan Kasatlantas Polrestabes Medan jangan banyak di ruangan AC sekali kali turun kelapangan, rakyat dah cukup menderita akibat kemacetan dan parkir berlapis di jalan S.Parman Santo Thomas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemacetan dan parkir berlapis yang memakan badan jalan di berbagai titik perkotaan, termasuk di Medan, kerap terjadi akibat lemahnya pengawasan berkala, menjamurnya parkir liar, serta juru parkir tak resmi yang membandel meski penertiban rutin telah dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Medan dan kepolisian.
Kendaraan yang parkir dua hingga tiga lapis mengubah fungsi jalan utama menjadi sempit dan memicu antrean panjang kendaraan.
Kurangnya ketegasan sanksi membuat jukir liar tetap berani mengatur kendaraan di badan jalan demi meraup retribusi ilegal.
Kawasan sekolah, pasar, pusat perbelanjaan, dan kafe menjadi lokasi paling rawan pelanggaran karena tingginya mobilitas.
Lemahnya Pengawasan dari Dishub Kota Medan dan Satlantas yang bersifat sementara membuat pengendara kerap mengulangi pelanggaran begitu petugas meninggalkan lokasi.
Penerjunan tim patroli dan unit khusus (seperti Tim Cakrawala) untuk melakukan penggebosan ban, penindakan, hingga penertiban jukir liar.
Pemetaan berkala pada ruas jalan protokol dan kawasan bisnis yang sering dikeluhkan masyarakat akibat kemacetan.











