Majalahceo.id l Medan – Amatan awak media, Bassement Pasar Petisah Kota Medan mengalami genangan air selama dua hari
“Dah macam Kolam ikan Bassement Pasar Petisah ini kutemgok, pembeli dan pedagang susah di buatnya,” ungkap Tina, emak emak pedagang ayam penyet yang berbelanja di Bassement Pasar petisah, Minggu (27/9/2026)
Rahmadsyah Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS) mengatakan ada Tata Kelola yang buruk di Bassement Pasar Petisah sehingga membuat pedagang menderita dan direksi makin kaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fenomena Bassement Pasar Petisah yang banjir sementara pihak direksi pengelola dianggap makin kaya mencerminkan adanya ketimpangan tata kelola dan masalah infrastruktur yang mendasar.
Kondisi ini sering kali memicu kemarahan publik karena ketidakseimbangan antara kontribusi pedagang dan layanan yang mereka terima.
Buruknya Drainase dan Infrastruktur: Pasar tradisional sering kali menghadapi masalah saluran air yang tersumbat, penumpukan sampah, atau bangunan yang sudah tua sehingga mudah tergenang saat hujan deras.
Ketika fasilitas pasar memburuk tetapi pendapatan direksi atau pengelola (seperti PD Pasar) dinilai tetap tinggi, muncul kecurigaan bahwa retribusi pedagang tidak diputar kembali untuk perawatan pasar.
Pedagang tetap diwajibkan membayar biaya kebersihan, keamanan, dan sewa lapak, terlepas dari kondisi lingkungan tempat mereka berjualan yang tidak layak.
Barang dagangan menjadi rusak atau hanyut, menyebabkan modal usaha habis terbuang.
Pembeli enggan masuk ke area pasar yang becek, berlumpur, dan banjir, sehingga pasar sepi pengunjung.
Pedagang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok atau membayar utang modal usaha karena pendapatan yang terjun bebas.
lUntuk mengatasi ketimpangan ini, diperlukan langkah konkret seperti:Audit Transparansi Keuangan:
Pemerintah daerah perlu mengaudit penggunaan dana retribusi pasar untuk memastikan uang pedagang benar-benar dipakai untuk perbaikan fasilitas.
Pembenahan sistem saluran air (drainase) dan peninggian lantai pasar agar bebas banjir.Kompensasi atau Keringanan: Memberikan dispensasi atau potongan biaya retribusi bagi pedagang yang terdampak bencana banjir selama pasar belum diperbaiki.















