Bassement Pasar Petisah Jadi “Kolam Pancing”, Buruknya Tata Kelola Membuat Menderita Pedagang Dan Pembelinya, Direkturnya Makin Kaya

- Jurnalis

Minggu, 27 September 2026 - 08:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Jurnalis Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Bassement Pasar Petisah Jadi Kolam Pancing, Buruknya Tata Kelola Membuat Menderita Pedagang Dan Pembelinya, Direkturnya Makin Kaya (Dok-Foto)

Bassement Pasar Petisah Jadi Kolam Pancing, Buruknya Tata Kelola Membuat Menderita Pedagang Dan Pembelinya, Direkturnya Makin Kaya (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Amatan awak media, Bassement Pasar Petisah Kota Medan mengalami genangan air selama dua hari

“Dah macam Kolam ikan Bassement Pasar Petisah ini kutemgok, pembeli dan pedagang susah di buatnya,” ungkap Tina, emak emak pedagang ayam penyet yang berbelanja di Bassement Pasar petisah, Minggu (27/9/2026)

Rahmadsyah Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS) mengatakan ada Tata Kelola yang buruk di Bassement Pasar Petisah sehingga membuat pedagang menderita dan direksi makin kaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fenomena Bassement Pasar Petisah yang banjir sementara pihak direksi pengelola dianggap makin kaya mencerminkan adanya ketimpangan tata kelola dan masalah infrastruktur yang mendasar.

Kondisi ini sering kali memicu kemarahan publik karena ketidakseimbangan antara kontribusi pedagang dan layanan yang mereka terima.

Buruknya Drainase dan Infrastruktur: Pasar tradisional sering kali menghadapi masalah saluran air yang tersumbat, penumpukan sampah, atau bangunan yang sudah tua sehingga mudah tergenang saat hujan deras.

Ketika fasilitas pasar memburuk tetapi pendapatan direksi atau pengelola (seperti PD Pasar) dinilai tetap tinggi, muncul kecurigaan bahwa retribusi pedagang tidak diputar kembali untuk perawatan pasar.

Pedagang tetap diwajibkan membayar biaya kebersihan, keamanan, dan sewa lapak, terlepas dari kondisi lingkungan tempat mereka berjualan yang tidak layak.

Barang dagangan menjadi rusak atau hanyut, menyebabkan modal usaha habis terbuang.

Pembeli enggan masuk ke area pasar yang becek, berlumpur, dan banjir, sehingga pasar sepi pengunjung.

Pedagang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok atau membayar utang modal usaha karena pendapatan yang terjun bebas.

lUntuk mengatasi ketimpangan ini, diperlukan langkah konkret seperti:Audit Transparansi Keuangan:

Pemerintah daerah perlu mengaudit penggunaan dana retribusi pasar untuk memastikan uang pedagang benar-benar dipakai untuk perbaikan fasilitas.

Pembenahan sistem saluran air (drainase) dan peninggian lantai pasar agar bebas banjir.Kompensasi atau Keringanan: Memberikan dispensasi atau potongan biaya retribusi bagi pedagang yang terdampak bencana banjir selama pasar belum diperbaiki.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

Pura Puspita Sari di Sempor Kembali Digunakan, Menjadi Simbol Kerukunan Umat Beragama di Kebumen
Pasca Di Sidak Ombudsman RI, Kalapas Cibinong Dicopot, Abyadi Siregar: Evaluasi Menteri Imipas Dan Pidanakan Kalapasnya
Lurah Petisah Tengah Di Minta Gunakan Hati Nurani, “Menggusur” Pedagang Pagaruyung Tanpa Relokasi Dan Kompensasi Adalah Dzholim
Harga Ayam Melonjak, Emak – Emak Menjerit Di Saat Ekonomi Sulit, Kado Pahit Di Bulan Peternakan di Sumut, Mafia Kartel Pangan Ayam Menari Nari Diatas Penderitaan Rakyat
Pidanakan Kalapas Cibinong Yang Halangi Ombudsman Bongkar Pungli Dan Fasilitas Mewah, Ombudsman RI Sebut Dua Kali Di Halangi
Jakarta Bergelombang! KSPSI AGN Sumut Membersamai Puluhan Ribu Buruh, KSPSI AGN Bergerak, Kawal Regulasi Perlindungan Pekerja
Kondisi Pasar Tidak Terawat, “Hidup Segan Mati Tak Mau” Forum Pedagang Pasar Tradisional Kota Medan Himbau Pedagang Pasar Untuk Membayar Kontribusi Dan Retribusi Pasar Yang Belum Di Serah Terimakan Pemko Langsung Ke Walikota
Harga Ayam Potong Melonjak, APPSI Sumut Bersama Dinas Ketapang Sumut Gelar Operasi Pasar di Medan, AWAS Minta Negara Jangan Kalah Dengan Mafia Kartel Pangan

LINI MASA

Minggu, 27 September 2026 - 08:33 WIB

Bassement Pasar Petisah Jadi “Kolam Pancing”, Buruknya Tata Kelola Membuat Menderita Pedagang Dan Pembelinya, Direkturnya Makin Kaya

Sabtu, 26 September 2026 - 21:14 WIB

Pura Puspita Sari di Sempor Kembali Digunakan, Menjadi Simbol Kerukunan Umat Beragama di Kebumen

Sabtu, 26 September 2026 - 19:45 WIB

Pasca Di Sidak Ombudsman RI, Kalapas Cibinong Dicopot, Abyadi Siregar: Evaluasi Menteri Imipas Dan Pidanakan Kalapasnya

Sabtu, 26 September 2026 - 13:57 WIB

Lurah Petisah Tengah Di Minta Gunakan Hati Nurani, “Menggusur” Pedagang Pagaruyung Tanpa Relokasi Dan Kompensasi Adalah Dzholim

Jumat, 25 September 2026 - 15:36 WIB

Harga Ayam Melonjak, Emak – Emak Menjerit Di Saat Ekonomi Sulit, Kado Pahit Di Bulan Peternakan di Sumut, Mafia Kartel Pangan Ayam Menari Nari Diatas Penderitaan Rakyat

TAJUK HARI INI

Dampak paling signifikan melanda wilayah hukum Polsek Pandan (Dok-Poto)

Berita

Polres Tapteng Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Tukka

Sabtu, 26 Sep 2026 - 22:11 WIB