Sudah Jatuh Ketimpa Tangga, Habis Banjir Terbitlah Antrian BBM di SPBU Kota Medan Dan Deli Serdang

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majalahceo.id | Medan – Sudah jatuh ketimpa tangga, itulah istilah yang saat ini sedang dialami warga Kota Medan dan Deli Serdang.

Amatan awak media Pasca Banjir warga merasakan antrian yang panjang di SPBU bahkan terpaksa beli pertamax karena pertalite habis.

Pertamna sepertinya menambah penderitaan rakyat, pasca banjir, bahkan ada pedagang eceran menjual Pertamax Rp 50 ribu perliternya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun Pertamina mengatakan bahwa stok aman semua lancar lancar saja tapi sangat berbeda dengan fakta yang dirasakan warga.

“Stok BBM dan LPG sangat cukup, posisi stok kita cukup, sangat aman, kita ketahui dengan cuaca buruk kemarin ada sedikit gangguan dengan jalur distribusi kita, dan sekarang penyaluran ke SPBU sudah berjalan normal kembali, jadi konsumen tidak perlu khawatir,” kata Region Manager Retail Sales Pertamina Sumbagut, I Gusti Bagus Suteja, Senin (1/12/2025).

Adakah Dugan Permainan Mafia BBM??

Mafia BBM sering kali melibatkan penyalahgunaan distribusi, manipulasi harga, dan penyelipan (penyelidikan) yang tak efektif karena campur tangan penguasa. Ini bisa memperparah ekonomi rakyat, terutama di daerah terpencil yang kesulitan akses BBM bersubsidi.

Pemicu Mafia BBM & Korupsi :
1. Distribusi tak transparan: Kuota subsidi sering diselewengkan, BBM subsidi dijual mahal ke non-penerima.
2. Pengawasan lemah: Pertamina/lembaga pengawas kurang tegas, kolusi dengan oknum penguasa.
3. Hukum tak jalan: Pelaku besar jarang dihukum, kasus “hilang” di tengah jalan.

Contoh Kasus:
– Di beberapa daerah, BBM subsidi dijual ke industri (bukan rakyat), penguasa “menutup mata.
– “Mafia” di terminal BBM yang “bermain dengan kuota dan harga.

Solusi:
1. Transparansi kuota & distribusi: Lacak BBM subsidi via teknologi (digital tracking).
2. Hukum tegas: Usut tuntas, beri sanksi keras pelaku & penguasa terlibat.
4. Pengawasan independen: Badan anti-korupsi (KPK) turun tangan, audit rutin.
4. E-Pengadaa: BBM subsidi langsung ke penerima (kartu digital).

Baca Juga :  Banjir Kotanya Lancar Proyeknya, Sabtu Sore Hingga Minggu dini Hari, 10.391 Warga Medan Terdampak Banjir

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakil Bupati Tapteng Tepung Tawari dan Upah-upah 55 orang Calon Haji/Hajjah Tapteng
Sinergitas Pengelolaan Pajak, Wali Kota Tanjungbalai Terima Audiensi Kepala KPP Pratama Kisaran.
Refleksi May Day 2026, Di Kota Medan, Buruh Sudah Kerja Keras Tapi Masih Tetap Miskin
Lemahnya Pengawasan Dan Penindakan, THM di Kota Medan Banyak Tak Punya Izin Menjual Minol
Jelang May Day 2026, AMPIBI Datangi Kadisnaker Medan Minta Bentuk Satgas Perlindungan Buruh, Dewan K3 Dan Call Centre
Bupati Tapteng: Musrenbang RKPD Tapteng Momentum Menata Arah Pembangunan yang Lebih Tangguh
Percepat Pembangunan Sheetpile, Gubsu dan Bupati Tapteng Tinjau Sungai Aek Tolang dan Sungai Sibuluan
Gubsu dan Bupati Tapteng Tinjau Langsung Pembangunan Tanggul Sungai Badiri dan Aek Pintu Bosi Hutanabolon
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:18 WIB

Wakil Bupati Tapteng Tepung Tawari dan Upah-upah 55 orang Calon Haji/Hajjah Tapteng

Kamis, 16 April 2026 - 09:43 WIB

Refleksi May Day 2026, Di Kota Medan, Buruh Sudah Kerja Keras Tapi Masih Tetap Miskin

Rabu, 15 April 2026 - 13:41 WIB

Lemahnya Pengawasan Dan Penindakan, THM di Kota Medan Banyak Tak Punya Izin Menjual Minol

Rabu, 15 April 2026 - 07:01 WIB

Jelang May Day 2026, AMPIBI Datangi Kadisnaker Medan Minta Bentuk Satgas Perlindungan Buruh, Dewan K3 Dan Call Centre

Selasa, 14 April 2026 - 15:29 WIB

Bupati Tapteng: Musrenbang RKPD Tapteng Momentum Menata Arah Pembangunan yang Lebih Tangguh

Berita Terbaru